Jika Manusia Itu Tuhan


           Pernahkah kita membayangkan diri kita atau orang lain itu kalau seandainya menjadi Tuhan? Atau pernahkah dalam pembicaraan kita dengan orang lain, memperbicangkan atau berandai-andai bagaimana jika menjadi Tuhan?

The Mystery of God's Will            Charles R.Swindoll dalam bukunya The Mystery Of God’s Will, pada halaman 241-242 menuliskan bagaimana ia jika menjadi Allah. Dan saya pun kadangkala, dalam sebuah pembicaraan ringan dengan teman atau membatin dalam pikiran saya sendiri, pernah saya mengatakan “kalau saya Tuhan…” tapi ujung-ujungnya, selalu saja saya mengatakan “untung saya bukan Tuhan”

            Yah…untunglah manusia bukan Tuhan. Coba bayangkan jika manusia Tuhan…bagaimana jadinya dunia ini? Misalkan saja, jika Tuhan itu seperti si A yang plin plan, bisa-bisa sebentar hidup kita begini dan besok berubah arah menjadi begitu, atau jika Tuhan itu seperti si B yang ditaktor, bisa-bisa kita tidak akan pernah tertawa atau bersenang-senang, dalam hidup mungkin akan selalu tegang, bisa stress manusia, atau jika Tuhan menjadi seperti si C yang santai, bisa-bisa jika ada masalah dijawab “tenang…santai…” dan masalah mungkin tidak menjadi lebih baik, dan sebagainya.

            Terpujilah Tuhan kita yang Maha Sempurna dan Maha Kuasa. DIA itu Berdaulat dan saya secara pribadi benar-benar mengagumiNYA.

            Saya sering mendengar pada ketua acara tertentu mengeluh dengan mengatakan “mengatur peliharaan saya saja lebih mudah daripada mengatur orang-orang ini!”, demikian keluhan mereka. Karena sepertinya para panitia sudah dewasa (yang pasti untuk menjadi seorang panitia, tidaklah mungkin dipilih seorang anak kecil), tetapi untuk datang tepat waktu saja sulitnya minta ampun. Kadangkala mereka juga tidak bisa meletakkan barang ditempatnya sehingga barang tersebut hilang dan pada hari h semua bingung mencarinya. Belum lagi jika ada yang terlupakan atau terlewatkan untuk dibereskan atau diselesaikan atau barang-barang yang harus dipesan.

Ada begitu banyak hal yang cukup memusingkan kepala jika akan diadakan suatu acara besar, seperti acara Natal misalnya, sehingga jika ada sesuatu yang tidak beres atau mengesalkan, ditambah jika para panitia tidak cukup mendukung (bermalas-malasan, tidak bisa bekerja, dan sebagainya), maka yang keluar dari bibir lidah para ketua pastilah demikian…

            Dan sekarang coba bayangkan jika kita atau seseorang manusia menjadi Tuhan, yang harus mengatur seluruh kejadian di muka bumi ini. Jadi tidak hanya mengatur kehidupan manusia, tetapi juga kejadian alam, kehidupan para binatang, dan sebagainya.

            Mulai dari penciptaan saja, adakah manusia yang punya ide sedemikian sempurna menciptakan terang dan gelap dengan bulan, bintang, dan matahari, awan, langit, dan semuanya yang bisa kita lihat sekarang? Kemudian ada yang namanya panas, dingin, dan hangat. Adakah manusia yang punya ide seperti demikian?

            Setelah penciptaan dan sampai detik ini, Tuhan kita masih terus berkarya dan DIA tidak pernah kehabisan ide atau akal dalam hal apa pun juga, termasuk pemberesan dalam masalah-masalah kita. Dan hebatnya lagi, sejumlah makhluk di bumi ini, DIA pun mengaturnya sedemikian rupa, tanpa pernah DIA mengatakan “waduh…AKU salah langkah!

            Tidak…DIA tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa DIA salah langkah. Tidak ada satu pun di dunia ini yang adalah produk gagal dan tidak satu pun di dunia ini yang terjadi dan merupakan kesalahanNYA. Tidak…tidak ada yang salah dan tidak akan pernah ada yang salah.

            DIA tidak pernah melakukan kesalahan dan percayakah bapak, ibu, saudara/i bahwa sekecil apa pun tindakan kita DIA mengetahuinya? Bahkan sebelum kita bertindak, sebelum kita melakukan, sebelum kita membuat keputusan, DIA sudah tahu terlebih dahulu semuanya, DIA tahu kita akan memutuskan apa, DIA tahu kita akan melakukan apa, DIA tahu kita akan bertindak bagaimana, semuanya DIA tahu.

            Dan yang lebih mengagumkan lagi, semuanya itu dibuatNYA selalu indah. DIA selalu membuat segala sesuatu dari awal sampai akhir dengan sempurna dan indah. Oleh sebab itu, DIA disebut alfa dan omega, yang awal dan yang akhir, DIA yang telah memulai, maka DIA juga yang akan mengakhiri dengan sempurna.

            Hidup ini penuh dengan misteri, tidak ada seorang pun yang tahu apa yang ada di depan dan kita semua ada sampai dengan saat ini, itu adalah oleh karena anugerah dan kasih karunia NYA. DIA berdaulat. Bapa kita berdaulat. Bapa yang empunya hidup kita. DIA yang memegang hidup kita dan tidak ada seorang pun atau sesuatu apa pun di muka bumi ini yang bisa menggagalkan setiap rencanaNYA, karena DIA berdaulat. DIA berkuasa penuh atas dunia ini.

            Berbahagialah kita yang meletakkan hidup dan hati kita sepenuhnya ke tangan Bapa. Karena ketika kita mengetahui dan mengakui bahwa kita ini kecil, tak berarti di hadapanNYA, DIA yang empunya hidup ini yang akan menjadi pembela kita. Kita ini kesayangannya…ketika kita berada dalam rencanaNYA dan ketika kita mau menaati DIA, maka berkat dan kasih karuniaNYA itu tidak akan segan-segan dilimpahkanNYA bagi kita.

            Dalam artikel saya kali ini, saya benar-benar ingin mengajak pembaca bisa melihat bagaimana hidup kita selama ini, hingga kita akhirnya bisa mengatakan bahwa semua itu baik, semua itu sempurna, semua itu indah. Sekali pun mungkin ada banyak lembah yang harus kita lalui, tetapi katakan dengan jujur, bahwa DIA tetap berdaulat, DIA lah yang menjadikan semuanya baik.

            Mungkin kita bisa berandai-andai “jika kita bisa memilih untuk begini…begitu…maka hidupku bisa menjadi lebih baik”, tetapi sesungguhnya semua yang diijinkanNYA terjadi dan dibuatNYA untuk kita itu pas dan sangat baik. Semua itu indah dan semua itu sempurna.

            Sekali pun sekarang semua kondisi kelihatannya buruk, menyebalkan, dan membuat pusing kepala, serta tidak sesuai dengan keinginan, tetapi percayalah bahwa semua itu baik. Semua diijinkanNYA untuk mendatangkan berbagai-bagai kebaikan buat kita dan agar kita menjadi serupa denganNYA.

Beruntunglah kita mempunyai Tuhan yang Sempurna dan tak tertandingi. DIA berdaulat. Yesus berdaulat. Bapa kita berdaulat penuh atas hidup kita dan kehidupan di seluruh muka bumi ini. Tak seorang pun bisa menandingi dan melawanNYA. DIA telah merancangkan segala sesuatu itu sempurna dari hal kecil sampai hal besar. Jadi tidak ada yang perlu kita kuatirkan, asal kita ikut Bapa saja, taat saja…maka kita akan bisa melihat dan memuji-muji segala perbuatanNYA yang luar biasa.

Belum terlambat untuk menyerahkan diri sepenuhnya, termasuk semua persoalan hidup ini dalam tangan Bapa kita yang berdaulat. Karena DIA lah yang akan menjadikannya semua indah pada waktuNYA. Terpujilah Tuhan…sampai selama-lamanya. Amin.

Yesus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s