Menikmati Hidup Dengan Cara Yang Benar


Enjoy            Semua manusia, atau bahkan semua mahkluk hidup yang diciptakan Tuhan diatas muka bumi ini, pasti mempunyai keinginan untuk menikmati hidup dengan cara yang benar. Karena dengan hidup yang benar, seseorang pasti bisa menikmatinya.

            Tetapi pertanyaannya adalah apakah manusia bisa 100% selalu menikmati hidup dengan cara yang benar?

            Tuhan menciptakan semua hal di muka bumi ini ada maksud dan tujuanNYA yang mulia dan indah. Semua diciptakanNYA sempurna. Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakanNYA yang paling sempurna dan Tuhan memberikan hak bagi manusia untuk bisa menikmati hidupnya dengan baik di muka bumi ini (diciptakannya taman eden yang sangat indah dan berbagai makhluk lainnya).

            Tetapi karena ‘timbul’ yang namanya dosa (Kejadian 3), maka akhirnya manusia menjadi ‘jahat’, baik kepada makhluk hidup yang lain, juga terhadap sesamanya sendiri.

            Dosa membawa berbagai karakter yang buruk didalam diri manusia, salah satunya adalah egois. Manusia diciptakan memiliki ego (hak) dan ego sebenarnya bukanlah sesuatu yang buruk atau dosa. Tetapi jika manusia itu sudah menjadi egois, maka itulah yang nantinya akan menimbulkan kesalahan-kesalahan (dan kejadian yang paling buruk biasa kita sebut dengan dosa).

            Sebenarnya semua manusia muka bumi ini bisa menikmati hidup dengan benar atau dengan cara yang benar. Tetapi kadangkala sikap egois atau mementingkan diri sendiri itulah yang menyebabkan akhirnya manusia menjadi tidak bisa menikmati hidup dengan cara yang tidak benar.

            Sekali lagi manusia diciptakan dengan memiliki ego. Dan pembahasan artikel ini bukanlah membahas salah atau benar suatu perlakuan, melainkan pembahasan kita adalah bagaimana kita semua bisa menikmati hidup dengan cara yang benar? Dan jawabannya adalah selama kita hidup di muka bumi ini, kita tidak akan pernah bisa 100% untuk selalu menjadi seseorang yang berada pada posisi yang dikatakan benar. Paling tidak, dimata salah satu manusia kita pasti akan ditemukan celah (kesalahan kita), mengapa? Karena ego, yang mungkin mengatakan “kamu tidak mempunyai itu, sedangkan aku punya”.

            Tidak ada seorang pun dimuka bumi ini yang tidak ingin menikmati hidup dengan cara yang benar. Tetapi kadangkala karena ego (yang berlebihan), yang pada akhirnya membuat seseorang itu tidak bisa menikmati hidup dengan cara yang benar.

            Seperti contohnya: seorang atasan yang harus mencapai target tertentu, maka ia akan menekan anak buahnya untuk bekerja semaksimal mungkin agar masing-masing bisa menghasilkan sebuah nilai dan pada akhirnya jika semuanya berhasil, maka ujung-ujungnya atasan itu juga mencapai target(nya sendiri).

            Apakah sebagai anak buah, itu berarti didalam kantornya bisa menikmati hidup dengan cara yang benar? Ya mungkin demi dirinya sendiri juga maka ia memang harus bekerja, tetapi kenyataannya, ia tertekan (ditekan untuk memenuhi target atasan) dan itu berarti sebagai anak buah, ia tidak bisa 100% menikmati hidup dengan cara yang benar.

            Lalu sebenarnya menikmati hidup dengan cara yang benar itu bagaimana? (Karena semua manusia pasti menginginkannya). Hiduplah dengan tidak saling menuntut dan dengan tidak egois! (itulah sebabnya saya katakan bahwa tidak akan pernah ada manusia yang bisa menikmati hidup dengan benar, karena sangatlah sulit untuk hidup tidak saling menuntut dan tidak egois, karena inilah kehidupan).

            Pengalaman dan pengetahuan orang yang lebih dahulu menjalani hidup ini (entah itu orang yang lebih tua usianya ataukah yang masih muda tetapi sudah pernah mengalami terlebih dahulu), akan membuat orang itu menjadi lebih egois. Dan itu yang kadang kala menyebabkan anak-anak atau adik-adik kita menjadi “tidak bisa menikmati hidup dengan cara yang benar”.

Jadi sebenarnya didalam hidup ini kita hanya bisa mengandalkan Roh Kudus bagaimana kita menjadi seorang yang tidak egois dan tidak selalu menuntut orang lain. Karena hanya didalam Tuhan lah ada kebenaran dan hanya DIA lah yang bisa menilai apakah hidup kita ini sudah benar atau belum?

            Firman Tuhan mengatakan bahwa AKUlah jalan kebenaran dan hidup. Maka kembali lagi kepada Firman Tuhan, bahwa hanya tinggal melekat denganNYA saja, kita bisa menjadi seorang yang tidak egois dan tidak menuntut orang lain. Dengan menanggalkan segala ego kita, kita bisa mengetahui apa rencana Tuhan atas hidup kita. Bagi orang tua, dengan menanggalkan segala ego (keinginan-keinginan secara pribadi terhadap anak-anaknya), maka akan diketahui apa rencana Tuhan sesungguhnya untuk anak-anaknya.

            Kita tidak bisa mencegah orang untuk mengata-ngatai kita atau untuk menggosipkan kita, sekali pun kita sudah berbuat yang terbaik dan yang paling benar (menurut kita), tetapi dengan hidup melekat didalam Tuhan, orang lama-lama akan melihat, bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk menyalahkan kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s