Posisi Yang Tak Tergantikan


Anak&Ibu            Ada seseorang yang bernama Cheery dan ibunya biasa dipanggil dengan nama ibu Mey (hanya nama panggilan saja). Cheery dan ibunya ini memiliki hubungan yang sangat amat dekat sekali. Mereka benar-benar sangat amat mengenal satu dengan yang lain. Bahkan ditengah canda dan gurau mereka sering mengatakan bahwa mereka punya keinginan untuk bisa ‘sehidup semati’ karena begitu sangat sayang dan dekatnya mereka.

            Sampai suatu hari Ibu Mey di vonis suatu penyakit yang sangat berbahaya dan menurut dokter sampai saat itu (pada waktu ibu Mey sakit), orang yang bisa sembuh dari penyakit tersebut adalah orang yang hanya karena mendapatkan mujizat.

            Namun bagaimana pun juga, Ibu Mey berjuang hidup demi Cheery, anak yang sangat disayanginya. Begitu banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan.

            Singkat cerita, sampai pada suatu titik tertentu, ibu Mey tidak lagi mempunyai kekuatan untuk bertahan hidup (bagaimana pun Tuhan berkuasa) dan akhirnya ibu Mey pun pulang ke rumah Bapa.

            Mengingat kedekatan mereka, tentu saja kita semua mengetahui bahwa Cheery begitu sangat amat kehilangan sekali. Dia begitu sangat terpukul. Dan dengan berjalannya waktu, hampir semua orang yang berada didekatnya (baik ayahnya mau pun saudara-saudaranya) ‘berjuang’ untuk ‘menarik perhatian’ Cheery dengan cara berusaha untuk ‘menjadi seperti’ ibu Mey bagi Cheery. Bahkan ada yang terlalu berlebihan (seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dia itu lebih baik dari ibu Mey sehingga Cheery dapat ‘mengandalkan’ dia saja).

            Tetapi semua cara justru membuat Cheery muak dan menderita. Tentu saja tak seorang pun bisa menggantikan posisi ibu Mey di hati Cheery.

            Cheery mengasihi ayahnya, juga mengasihi saudara-saudara dan teman-teman dekatnya, bahkan kekasih Cheery pun sangat dicintai oleh Cheery, dan mereka semua mempunyai tempat di hati Cheery, tetapi tak seorang pun diantara mereka dapat menggantikan posisi ibu Mey di hati Cheery.

            Ibu Mey adalah seorang ibu, yang memiliki peranan yang sangat berbeda dengan ayahnya, saudara-saudaranya, dan siapa pun yang ada dalam kehidupan Cheery. Cara ibu Mey berkata-kata, bersikap, sampai dengan ketika ibu Mey bersenda gurau dengan Cheery, takkan pernah ada yang bisa menyamainya. Sekali pun bisa, itu hanya faktor kesamaan yang memiliki kadar sangat sedikit untuk bisa membuat Cheery melupakan ibu Mey dan akhirnya tidak lagi menyayangi ibu Mey. Tidak…tidak akan ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi ibu Mey di hati Cheery dengan cara apa pun.

            Sekali pun mungkin suatu ketika akhirnya Cheery bisa untuk tidak bersedih dan tidak lagi berduka, bukan berarti posisi ibu Mey sudah tergantikan oleh orang lain. Cheery memang harus bisa merelakan dan melepaskan ibu Mey yang sudah berada dekat dengan Tuhan, karena hidup Cheery terus berjalan dan masih ada banyak tanggung jawab yang sudah Tuhan berikan bagi Cheery, yang harus Cheery lakukan, jadi tidak bisa Cheery terus menerus mengingat dan berduka karena ibunya. Tetapi bukan berarti posisi ibu Mey bisa digantikan oleh orang lain.

Menerima

            Demikian pula kita semua, tak seorang pun yang bisa menggantikan posisi orang yang ada di hati kita. Karena masing-masing orang memiliki peranan yang berbeda didalam hidup kita.

            Karakter diantara kita satu dengan yang lain sudah pasti berbeda, maka posisi kita di mana pun kita berada, pasti akan berbeda. Jika kita berhasil di suatu tempat, belum tentu kita akan berhasil di tempat lain. Perjuangan kita saja sudah pasti berbeda, jadi tentu saja keberhasilan kita akan mengalami perbedaan.

            Kita tidak bisa menuntut seseorang untuk memberikan kita posisi yang terbaik di hati mereka. Demikian pula sebaliknya orang lain juga tidak akan pernah bisa menuntut kita untuk memberikan mereka posisi yang terbaik di hati kita.

            Bisa kita bayangkan jika kita memaksa orang lain untuk memberikan posisi kita yang terbaik di hati mereka, kita pasti harus menuruti apa yang orang lain itu inginkan demi kita bisa menyenangkan hati orang itu. Suatu hari, kita pasti akan merasa sangat jengkel, lelah, dan kita akan menemukan bahwa kita sudah menjadi orang lain (ok kalau kita menjadi lebih baik, tetapi kenyataannya kebanyakan orang menjadi semakin lebih buruk dan mengecewakan).

            Sebaliknya ketika orang lain berusaha untuk memiliki posisi yang terbaik di hati kita, kita pun lama-lama akan dibuat jengkel dan kecewa karena orang lain itu tidak bisa menjadi seperti yang kita inginkan, dan lama-lama kita akan muak.

            Dan jika orang-orang disekitar kita memiliki posisinya masing-masing di hati kita, bagaimana dengan posisi Tuhan didalam hati kita?

            Tuhan adalah Tuhan, dan DIA harus menjadi yang terutama didalam hidup kita. Tidak akan pernah ada dan tidak boleh ada orang lain atau hal lain yang menggantikan posisiNYA dihati kita. Sama seperti halnya orang-orang yang kita cintai yang posisinya tidak pernah bisa digantikan oleh orang lain, terlebih lagi Tuhan kita, takkan pernah ada yang bisa menggantikan posisiNYA dihati kita dan takkan pernah ada yang bisa menggantikan posisiNYA dihati kita.

            Tuhan itu hidup untuk selama-lamanya dan berdaulat atas hidup kita, jadi DIA yang paling layak menempati posisi yang terutama di hati kita. Ingatlah akan hal itu! Dan biarlah ketika kita mengutamakan DIA, DIA yang akan menopang dan memegang hidup kita. Perlindungan dan pembelaanNYA ada atas kita. Kasih sayangNYA yang tak berkesudahan itu setia mengikuti kita.

            Tuhan Yesus memberkati kita semua!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s