KASIHNYA MENGUBAHKAN


Apakah anda percaya bahwa kasih atau cinta dapat mengubahkan hidup seseorang?

         Marilah kita bersama-sama membuktikannya, sambil mengingat pengalaman kita sendiri atau kisah orang lain tentang hal-hal yang berkaitan dengan cinta atau kasih sayang yang dapat mengubahkan seseorang. Kita mulai dengan membuat perbedaan antara anak yang dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan cinta dengan anak yang dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan “kekerasan”.

         Seorang anak, yang dilahirkan dan dibesarkan dari pasangan suami istri yang penuh dengan cinta, kasih sayang, atau semua hal yang baik (tetapi tidak dibuat-buat) kemudian ditambah lagi dengan teman-temannya (lingkungannya) yang baik dan penuh kasih sayang, maka ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang menyenangkan (penuh cinta dan kasih sayang).

         Sebaliknya apabila seorang anak dilahirkan dari keluarga (pasangan suami istri) yang kasar, suka main tangan, dan sebagainya (yang jelek-jelek), ditambah lagi teman-temannya (lingkungannya) adalah orang-orang yang suka mabuk-mabukan, judi, dan mencuri, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang memiliki karakter yang buruk juga (menjengkelkan), bahkan mungkin menjadi jauh lebih jahat dari lingkungannya tersebut.

         Tetapi yang ajaib adalah seorang anak yang memiliki karakter atau sifat atau kebiasaan yang buruk tersebut, apabila berada di lingkungan yang baik, yang penuh dengan kasih sayang, serta sikap yang penuh dengan kesabaran terhadapnya (tentu saja dalam jangka waktu tertentu yang mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama), maka lambat laun, anak tersebut akan berubah menjadi anak yang baik. Cinta atau kasih sayang dapat mengubahkan seorang anak yang memiliki latar belakang yang ”buruk” tersebut.

         Hal tersebut dapat dibuktikan dengan diri kita sendiri, sebelum kita mengenal kasih Bapa kepada kita dengan sesudah kita mengenal serta merasakan kasih Bapa kepada kita, pastilah ada perbedaan. Coba bayangkan, kita seorang manusia, yang setiap hari tidak pernah berhenti berbuat dosa, selalu melakukan kesalahan, entah kita sengaja atau tidak sengaja, mau pun yang kita sadari atau tidak kita sadari, dan kita harusnya dihukum karena dosa kita itu, tetapi kita bebas dari hukuman hanya karena 1 (satu) anak manusia yang sangat mengasihi kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang rela mati di atas kayu salib.

         KasihNya, melalui pengorbananNya itu, benar-benar dapat mengubahkan hidup manusia. Mungkin kita yang dulu suka membicarakan orang lain, berpikir negative tentang orang lain, mudah tersinggung, egois, manja, dan sebagainya (yang buruk), namun karena kasihNya yang telah mengubahkan kita, akhirnya kita menjadi manusia yang menyenangkan, yang selalu berpikir positif dan yakin bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan untuk kita, tidak mudah tersinggung, dapat memaafkan dengan mudah, dan sebagainya (yang baik).

         Apakah kasihNya itu dapat langsung atau secara otomatis dapat mengubahkan kita? Tidak. Melalui prosesNya, maka kita menjadi indah. Seperti emas atau berlian yang kita lihat di toko-toko perhiasan, bermula dari proses yang panjang, apabila kita dapat ikut merasakan juga proses pembentukan emas atau berlian tersebut maka kita juga akan dapat merasakan betapa sakitnya di tekuk-tekuk, di asah agar menjadi bentuk yang indah dan memberikan daya tarik pengunjung.

         Demikian juga Tuhan kita, dengan penuh kasih, Dia membentuk kita agar kita menjadi manusia yang indah, melebihi dari keindahan yang tampak di dunia ini dan bahkan tidak dapat dibeli dengan apa pun juga. Justru karena Dia benar-benar mengasihi kita, maka Dia tidak ingin kita binasa karena sifat, karakter, atau kebiasaan serta perkataan yang buruk, sehingga Dia rela memproses kita agar kita berubah menjadi lebih baik. Apabila kia sudah melewati semua proses tersebut, maka kita dapat merasakan bahwa kasihNya benar-benar mengubahkan hidup kita.

         Apa saja prosesNya? Dapat berupa gesekan dengan teman, tekanan dari pekerjaan, pada saat kita harus mengerjakan Tugas Akhir di Universitas, dan berbagai hal lainnya, Tuhan dapat memproses kita dengan berbagai hal dan dengan caraNya yang ajaib karena saat itulah, apabila kita mengalami kemenangan di akhirnya (kemenangan yang tidak ditempuh dengan kecurangan), maka kita akan atau sudah menjadi indah, paling tidak kita sudah naik satu step lagi lebih tinggi atau menjadi lebih baik dari sebelumnya.

         Ingatlah bagaimana kita dulu, sifat atau kebiasaan apa kita yang buruk, yang tidak menyenangkan di masa lampau, lalu kita yang sekarang yang sudah lebih dalam lagi mengenal kasihNya atau bahkan sudah melewati prosesNya (sudah mengalami jamahan dan kasihNya), pastilah kita dapat menemukan perbedaan yaitu menjadi lebih baik dari sebelumnya. KasihNya telah mengubahkan kita dan membuat perbedaan dengan orang lain yang belum menikmati atau merasakan kasihNya.

         Oleh karena itu, apabila ada seseorang yang belum benar-benar merasakan atau mengalami kasihNya, mintalah maka Dia, Tuhan yang tidak akan pernah tinggal diam. Nikmati prosesNya, alami keajaiban demi keajaiban di dalamNya. Maka kita dapat melihat dan merasakan bahwa kasihNya mengubahkan hidup kita.

Kasih Bapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s