LET IT GO


Balon udaraAda seorang anak kecil yang berjalan-jalan dengan mamanya disuatu taman bermain. Dia baru saja mendapat balon yang berisi gas didalamnya, sehingga balon itu akan terbang dengan sendirinya jika tidak digenggam atau dipegang dengan erat. Anak kecil ini memperoleh balon itu dibelikan oleh mamanya, karena anak kecil ini melihat betapa bagus dan aneh ada balon yang bentuknya seperti demikian, sehingga anak kecil ini meminta agar dibelikan.

         Tetapi apa yang terjadi? Karena ia begitu sangat sayang dan merasa takut kehilangan balon tersebut, maka ia memegang dengan erat balon tersebut, tetapi akibatnya ia tidak dapat bermain-main dengan bebas. Mamanya tidak diijinkannya untuk membantu membawakannya, sehingga ia benar-benar terlihat sangat kerepotan.

        

Balon udara2Hingga pada suatu saat, mungkin ia mulai merasa lelah, sehingga genggamannya tidak terlalu erat dan balon tersebut terlepas ke udara dan tidak bisa ditangkap lagi. Anak kecil itu kehilangan balonnya dan ia sangat sedih. Namun mamanya mengajaknya dan menunjukkan tempat-tempat bermain yang tadinya hanya dapat dilihat karena anak kecil itu sibuk dengan balon sehingga tidak dapat bermain dengan leluasa. Dan akhirnya anak kecil ini sangat gembira dan dapat menikmati semua permainan yang ada dan melupakan balonnya.

         Seringkali kita memegang masalah kita seperti anak kecil yang memegang balonnya. Kita bilang pada Tuhan “Tuhan saya serahkan masalah saya kedalam tanganMu, didalam nama Yesus, amin”. Sudah diakhiri dengan kata “didalam nama Yesus, amin”, tetapi tetap saja kita memikirkan, kita tetap saja mengingatnya, kita tetap saja bingung, kita tetap saja merasa takut, kita masih saja merasa sedih, kita tetap saja memegang erat masalah tersebut, sehingga kita tidak menjadi bebas untuk mengerjakan hal yang lain.

         Karena kita memegang erat masalah kita, maka kita sebenarnya belum menyerahkan sepenuhnya masalah kita kedalam tangan Tuhan. Memang tidak mudah untuk kita menyerahkan masalah kita kedalam tangan Tuhan, apalagi jika jawaban Tuhan itu terasa berlambat-lambat, terlalu lama, dan tidak dapat langsung kita lihat titik terangnya. Tetapi akibatnya kita tidak akan benar-benar merasakan kebebasan didalam Tuhan.

Let It Go         Sebenarnya apa sih kebebasan itu? Bukan berarti kita tidak boleh memikirkan masalah kita, bukan berarti kita berlaku cuek, dan tidak mau tahu tentang masalah. Tetapi jika kita ingin benar-benar menyerahkan, berpasrah kepada Tuhan, maka yang harus kita lakukan adalah percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus benar-benar dapat memprcayaiNya bahwa Ia yang akan menyelesaikan. Dan yang perlu kita lakukan adalah berjalan dan melakukan apa yang menjadi bagian kita.

         Misalnya saja kita bekerja, kita minta Tuhan kenaikan salary atau kita minta Tuhan kenaikan pangkat, yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan yang ada pada kita saat ini dengan baik, bahkan melakukan yang terbaik yang kita bisa, dan selanjutnya serahkan pada Tuhan masalah kenaikan-kenaikan yang kita diinginkan. Mungkin akan ada teman-teman kita yang justru mendapatkan kenaikan tersebut, kita bisa saja jengkel dan marah. Tetapi kembali lagi, bagian kita adalah melakukan yang terbaik dan menyerahkan apa yang menjadi bagian Tuhan. Kenaikan-kenaikan yang kita inginkan itu adalah bagian Tuhan. Biarkan Tuhan yang menyelesaikan dan memberikan kepada kita pada waktuNya.

         Kalau kita sekolah atau kuliah, kita ingin menjadi juara, ingin mendapatkan nilai yang terbaik. Yang menjadi bagian kita adalah belajar, mengenai hasil nilai yang akan kita peroleh, itu adalah bagian Tuhan.

         Dengan demikian, kita tidak akan terpenjara oleh pikiran dan keinginan kita itu (bebas). Rasakan kebebasannya ketika kita menyerahkan segala keinginan dan harapan kita kedalam tangan Tuhan. Kita tidak akan terbebani oleh perasaan bersalah atau sedih, marah, dan lain-lain.

         Namun bagaiman jika Tuhan belum juga menjawab? Misalkan saja sudah belajar tetapi ternyata belum menjadi juara? Tetaplah berdoa dan belajar dengan giat, jangan lupa untuk bersyukur, apa pun hasilnya, kita telah berusaha, jika belum terjawab berarti masih ada kesempatan lagi untuk terus memperbaikinya, hingga akahirnya posisi kejuaraan itu akan diperoleh dan nilai yang terbaik akan didapat.

         Demikian juga halnya dengan kenaikan/peningkatan yang kita inginkan dalam pekerjaan, akan datang pada waktuNya yang tepat. Karena mungkin saja, saat itu Tuhan belum menjawab karena ingin membentuk karakter kita agar tidak sombong atau agar tidak mudah puas, atau agar kita lebih taat dan setia, atau hal lainnya yang mana Tuhan jauh lebih mengetahui yang lebih baik untuk kita.

         Akhirnya, lepaskanlah setiap pemikiran, persoalan, dan beban hidup kita kedalam tangan Tuhan. Ijinkan Tuhan memelihara, menopang, menyelesaikan, dan mengerjakan bagianNya untuk kita semua. Hingga pada akhirnya kita dapat melihat perbuatan-perbuatanNya yang ajaib didalam hidup kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s