Satu-Satu yang Perlu Ditakuti Adalah Ketakutan Itu Sendiri


Apa yang kutakuti itu memang ada dan nyata, ia seperti musuh yang berdiri di hadapanku. Namun perasaan takut membuat musuh itu tampak sepuluh ribu kali lebih besar sehingga membuatku tak brdaya. Padahal tanpa rasa takut aku pasti sanggup menghadapi ancaman apa pun.

Afraid

         Ada seseorang anak kecil, yang sangat takut bersekolah, karena yang terjadi sejak dia lahir adalah tidak pernah berpisah dari mamanya. Di depan kelas, seorang guru sudah membunyikan bel tanda masuk. Namun dia masih menggandeng mamanya dengan erat. Ia tidak mau berbaris dan juga tidak mau masuk kelas.

         Ketika teman-temannya sudah masuk kelas, dia sendiri masih tetap menggenggam erat tangan mamanya, dan bersikeras tidak mau masuk kelas. Hingga akhirnya sang guru pun mendekatinya dan mengajaknya masuk ke dalam kelas dengan nada suara yang sangat lembut dan senyum, tetapi anak kecil itu menjadi sangat takut dan bersikeras tetap tidak mau masuk kelas.

         Setelah berunding dengan sang guru, akhirnya mama dari anak kecil tersebut terpaksa ikut masuk ke dalam kelas tetapi duduk di kursi paling belakang, sambil mendorong anaknya untuk duduk bersama dengan teman-temannya. Karena merasa mamanya ada bersama dengannya dan terus melihatnya, maka si anak kecil perlahan mulai melepaskan tangannya dan mencoba berkenalan dengan teman-temannya. Beberapa menit kemudian, anak kecil ini sudah mulai ikut bernyanyi dan bermain bersama teman-temannya yang lain sambil menoleh ke arah mamanya, melihat apakah mamanya masih setia duduk menungguinya. Ketika tahu bahwa mamanya masih ada, maka ia pun terus bermain bersama teman-temannya.

         Demikian hal itu terjadi setiap hari selama satu minggu lamanya. Pada hari pertama, minggu kedua, anak kecil itu mulai ikut berbaris bersama teman-temannya dengan ceria dan mengatakan kepada mamanya bahwa ia tidak perlu ditunggui lagi.

         Mengapa? Sebenarnya yang terjadi adalah, si anak kecil itu sudah dapat merasakan bahwa ia tidak mengalami kesulitan atau hal-hal yang buruk selama di sekolah, sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Ia justru tidak lagi merasakan pentingnya kehadiran mamanya di kelasnya karena tidak ada orang tua lain yang menunggui anak-anaknya.

         Dari cerita tersebut di atas, tanpa atau dengan sadar, kita sering atau pernah mengalaminya. Seringkali kita merasa takut sekali terhadap apa yang ada di depan kita, padahal belum tentu hal buruk yang ada di depan kita itu.

         Bagaimana atau apa sikap kita, jika seorang teman menyampaikan pesan Tuhan atau Tuhan sendiri yang mengatakan tentang rencanaNya atas hidup kita dan pesan itu tidak sesuai dengan harapan, bayangan, atau keinginan kita? Bagaimana jika kita tahu bahwa hidup kita akan dibawa Tuhan keluar dari zona nyaman kita dan kita tidak mengetahui apakah tempat atau sesuatu itu adalah hal yang baik atau buruk? Apakah kita bersedia?

Afraid2

         Sebagai manusia biasa, kita akan merasa takut, bahkan ketakutan sekali mungkin untuk keluar dari zona nyaman kita. Kita akan ketakutan sekali jika kita mengetahui apa rencana Tuhan atas hidup kita. Mungkin rencana Tuhan yang indah itu tidak menakutkan, tetapi perjalanan menuju ke tujuan itulah yang sangat menakutkan dan seringkali itu diluar batas pemikiran kita dan akal kita sebagai manusia

         Tetapi perlu kita ketahui bahwa hidup oleh Roh, atau menyusuri jalan, untuk mencapai tujuan atau agar rencanaNya tergenapi atas hidup kita adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah dapat dipikirkan oleh kita. Kita secara manusia tidak akan pernah bisa menjalaninya sendiri. Itu berarti adalah sesuatu hal yang mustahil kita dapat berjalan sendirian dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

         Oleh karena setiap dari kita pasti ingin agar rencanaNya yang indah nyata di dalam hidup kita, maka kita mau tidak mau, suka tidak suka, yang harus kita lakukan adalah kita harus taat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk hal itu, karena kita tidak mengerti harus berbuat apa, tetapi oleh pimpinan Roh Nya yang hidup di dalam kita itulah yang akan membimbing dan menyertai kita. Tuhan hanya bertanya kepada kita “bersediakah engkau mengikuti Aku?” dan kita cukup menjawab mau atau tidak.

         Hidup kita ada di tangan Tuhan. Tuhan mengetahui segala hal yang terbaiik untuk kita, sehingga sekali pun kita tidak mau mengikuti apa yang menjadi rencanaNya itu, maka Dia akan tetap mengerjakan kita di zona nyaman kita itu. Dia tidak akan segan-segan mengoyakkan tempat yang membuat kita aman dan semuanya itu dilakukanNya agar kita naik ke tingkat yang lebih baik dan tidak menjadi orang yang standard (begitu-begitu saja).

         Sebaliknya jika kita bersedia untuk keluar dari zona nyaman kita, maka semuanya akan lebih baik, dalam artian Tuhan tidak perlu memaksa kita, tidak perlu mengoyakkan tempat kita, sehingga kesulitan yang kita alami tidak akan terlalu berarti.

         Pengertian sederhananya adalah segala sesuatu hal atau kesempatan yang diberikan kepada kita, jika kita dapat menerimanya dengan baik dan penuh dengan ucapan syukur, maka akan jadi lebih ringan untuk dijalani atau dialami, tetapi jika kita tidak mau dan akhirnya dipaksa untuk menerima atau menjalani sesuatu, maka hal itu akan terasa lebih berat (segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak enak).

         Pilihan kita adalah ingin dipaksa untuk menjalani sesuatu hanya karena kita tidak ingin keluar dari zona nyaman atau tidak ingin bertumbuh lebih lagi ataukah kita mau mengikuti dan menjalani sesuatu yang diberikan Tuhan kepada kita agar kita dapat menjadi lebih baik lagi?

         Hidup ini penuh dengan pilihan, tetapi apa pun pilihan kita, perlu diketahui bahwa Tuhan ingin anak-anakNya menjadi yang terbaik. Sehingga Dia tidak ingin kita, sebagai anak-anakNya, menjadi anak-anak yang biasa. Pilihlah untuk menjalani setiap kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita, karena rancanganNya mendatangkan kebaikan, bukan kecelakaan. Dan kita akan melihat itu nanti pada akhirnya, bahwa hidup kita sudah menjadi jauh lebih baik dibandingkan ketika kita tetap diam pada zona nyaman kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s