BE SIMPLE


Suatu hari, ada seorang remaja putri bernama Monica, yang mendapat tugas untuk memimpin suatu persekutuan. Dia mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh teman-temannya yang datang di persekutuan tersebut. Ada 5 pertanyaan yang diajukan, antara lain: kejadian apa di dunia ini yang paling membuat kita sedih; kejadian apa di dunia ini yang paling membuat kita senang; di dunia ini siapa yang paling kita sayangi selain Tuhan; bagaimana kalau orang yang kita sayangi itu meninggal; bagaimana kalau ada gempa bumi dan kematian tidak terhindarkan, apakah kita sudah siap, mengapa.

         Bagaimana dengan saudara/i jika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Bagaimana jawaban saudara/i?

         Pada waktu itu, teman-teman Monica kebingungan untuk menjawabnya, bahkan ada yang perlu bermenit-menit lamanya untuk berpikir dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ada juga yang menjawab 1 (satu) pertanyaan dengan beberapa jawaban, padahal pertanyaannya adalah yang paling, jadi seharusnya hanya ada 1 (satu) jawaban saja.

         Kemudian ada seorang teman Monica, yang bernama Margareth yang menyeletuk “kadangkala kita tidak pernah berpikir hal-hal yang sepele, sehingga ketika kita ditanyai, kita jadi bingung”

         Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang sepele, tetapi sering disepelekan. Kebanyakan orang yang berada di dunia sekolah berpikir bagaimana caranya agar bisa bayar sekolah (bagi yang tidak mampu), bagaimana caranya agar mendapatkan nilai yang bagus, bagaimana caranya memiliki penampilan yang lebih dari teman-temannya, bagaimana caranya agar guru/dosen menyukainya sehingga memberinya nilai yang bagus, bagaimana caranya agar ini…itu…, masih banyak lagi lainnya.

         Sedangkan kebanyakan orang pada umumnya akan lebih banyak berpikir bagaimana caranya agar memperoleh uang, emas, berlian, rumah, mobil, pacar, pekerjaan, sekolah, dan lain sebagainya. Kadangkala hal-hal yang perlu dipikirkan nanti-nanti, sudah dipikirkan sekarang. Kebanyakan orang berpikir terlalu jauh dan bahkan hal yang tak penting pun dipikirkannya sampai diri sendiri menjadi tertekan (diri sendiri menjadi rugi).

         Mungkin karena jaman sudah berubah, semuanya serba cepat dan harus bisa, tuntutannya semakin tinggi dan semakin banyak. Tanggung jawab juga semakin berat. Sehingga hal-hal yang sederhana, seperti pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti tersebut di atas, sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi dipikirkan atau terlintas dalam pikirkan kita.

         Padahal hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan yang sederhana itu bisa saja penting untuk kita ketahui atau kita pikirkan. Misalnya saja jika ada seorang yang ditanyai “siapakah yang paling ada cintai di dunia ini selain Tuhan?” dan jawaban seorang itu adalah nama kita yang di sebut, dijamin hati akan berubah menjadi berbunga-bunga dan bisa saja hidup kita diubahkan. Mengapa? Karena cinta dapat mengubah seseorang. Percaya atau tidak? Karena cinta Bapa kita di surga, dosa kita diampuni tanpa membayar apa pun, karena cinta orang tua kita dapat dibesarkan, karena cinta teman-teman kita tidak seorang diri menjalani hidup di dunia ini. Dan masih ada banyak hal lainnya lagi, hanya kita yang tahu bagaimana cinta dapat mengubahkan hidup seseorang.

         Oleh karena itu, cobalah untuk merenungkan hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan sederhana, seperti misalnya pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. Cobalah juga untuk merenungkan dan bersyukur bahwa kita bisa bangun, memiliki pekerjaan dan jabatan yang ada sekarang ini, bisa bersekolah, ada uang di dompet, bisa makan dan minum, memiliki orang-orang di sekitar kita yang mengasihi kita, kita punya rumah atau tempat berteduh, kita punya gereja, kita punya wadah untuk pelayanan, kita punya TUHAN, dan sebagainya. Itu adalah contoh hal-hal yang sangat sederhana dan masih ada banyak hal lainnya lagi yang sederhana yang bisa kita pikirkan. Dengan demikian kita dapat mengerti dan mengetehui bahwa di jaman yang penuh dengan tuntutan ini, cukuplah KASIH KARUNIA TUHAN didalam hidup kita.

         Kasih karuniaNya itu dapat mencukupkan segala hal yang kita perlukan. Kasih karuniaNya yang mampu memberikan segala hal yang baik untuk kita. Segala tuntutan dan masa percepatan ini, bukanlah hal yang sulit bagi kita untuk bertahan karena kita memiliki Kasih KaruniaNya.

         Bandingkan dengan orang-orang di luar sana yang tidak memiliki pekerjaan, yang tidak dapat bersekolah, tidak ada uang, tidak punya rumah, tidak bisa makan atau minum, dan banyak kesusahan lainnya yang mungkin tidak kita alami, dan parahnya lagi mereka tidak mengenal Tuhan.

         Sungguh beruntung kita.

         Cobalah untuk bersyukur dan menjadi seorang yang sederhana dan memikirkan hal-hal yang sederhana. Sehingga pada akhirnya, dengan hidup di jaman yang modern dan serba dengan tuntutan ini, kita tidak menjadi seorang yang stress, penuh tekanan, dan akhirnya lupa bahwa inti dari kehidupan ini adalah cukuplah Kasih Karunia Tuhan dalam hidup kita.

One thought on “BE SIMPLE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s