CLEAN UP OUR HEART


Clean upAda seorang anak laki-laki bernama Suki yang memiliki sebuah rumah Suki tinggal di rumah itu sendiri dan selalu dilayani oleh banyak pembantu; antara lain pembantu yang melayani pada saat jam makan Suki, pembantu untuk membersihkan rumah, pembantu untuk membersihkan taman, supir pribadi, dan entah apalagi kegiatan di rumah Suki yang masih banyak sekali.

         Pada saat lebaran, semua pembantu di rumah Suki pulang ke kampung halamannya masing-masing, sehingga Suki seorang diri di rumahnya itu. Suki harus menjadi seorang yang mandiri dalam waktu yang sangat singkat. Dan sangat sulit sekali baginya untuk belajar memasak, menyiapkan air panas untuk mandi, dan lain-lain.

         Rumahnya tak lagi terlihat terawat dengan baik, beberapa saos tomat, sambal, kecap, bekas jejak sepatu, debu-debu halus, dan kotoran lainnya menempel pada meja, lantai, dan tempat-tempat lainnya. Dan tidak pernah dibersihkan dengan baik dan benar oleh Suki, karena selain Suki tidak memiliki waktu, Suki juga tidak tahu bagaimana harus membereskannya.

         Rumah Suki yang tadinya terlihat mewah, anggun, bersih, dan rapi, seketika menjadi tempat yang sangat kotor. Setelah beberapa hari kemudian, satu per satu pembantunya datang kembali untuk bekerja dan mulai membersihkan, barulah rumahnya kembali terlihat bersih dan rapi.

         Keadaan rumah yang demikian dapat digambarkan sebagai hati kita. Jika setiap hari kita merawat hati kita dengan baik dengan cara tidak membiarkan sakit hati, iri hati, kepahitan, kesombongan, dan lain-lain masuk dan berdiam didalam hati kita, maka hati kita akan menjadi bersih. Sebaliknya jika kita membiarkan satu per satu sakit hati, kepahitan, iri hati, dan kesombongan atau hal buruk lainnya tinggal didalam hati kita, maka jangan heran jika hati kita akan menjadi kotor.

         Bagaimana caranya menjaga hati kita? Antara lain dapat dilakukan dengan cara: tidak membiarkan menjadi sombong jika kita mempunyai sesuatu yang lebih daripada orang lain, tidak membiarkan kejengkelan dan kemarahan berada lama didalam hati kita, sering-seringlah mengampuni, sering-seringlah berbesar hati, dan tidak menjadi iri hati terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain, serta berpikir positif. Masih banyak lagi cara lain untuk menjaga hati kita menjadi bersih. Yang paling utama adalah rajin membaca FirmanNya karena didalamnya terdapat banyak rumus atau cara untuk menjaga hati kita tetap bersih, serta mendekatkan diri kepada Tuhan karena karena segala pengajaran yang baik datangnya hanya dari Tuhan.

         Bagaimana caranya mengetahui apakah hati kita sudah bersih atau belum? Didalam Firman Tuhan, dikatakan bahwa apa yang ada di hati akan timbul keluar melalui dari sikap dan perkataan kita. Jadi sungguh mudah mengetahui apakah hati kita bersih atau tidak.

         Contoh bagaimana kita dapat ‘mendeteksinya’ adalah jika ada orang yang hatinya penuh dengan kepahitan dan sakit hati, maka sehari-hari atau dalam setiap kesempatan, maka seseorang itu akan selalu berusaha untuk menyakiti orang lain. Lalu jika ada seorang yang sombong, maka ia akan selalu menganggap rendah orang lain, entah dari caranya melihat atau dari caranya waktu berbicara dan dari setiap perkataan yang keluar. Contoh lain jika seseorang itu iri hati, maka ia akan mengatakan bahwa orang ini atau orang itu sombong atau ia akan selalu berusaha untuk bersaing, menjelek-jelekkan orang lain. Dan masih banyak hal lainnya lagi yang dapat menjadi akibat dari hati yang tidak terawat dengan baik.

         Tidak mudah untuk merawat hati kita sendiri, apalagi menjaga agar hati orang lain tidak tersakiti oleh kita. Tetapi hal yang termudah adalah selalu memulai dari diri kita sendiri, tidak menuntut atau menyalahkan orang lain, bersikap baik, mengatakan hal-hal yang positif baik terhadap orang lain mau pun terhadap diri sendiri, membaca kamus lengkap yaitu Firman Tuhan, mendekatkan diri dengan Tuhan selalu dengan berdoa, dan senantiasa memaafkan orang lain (setiap hari) serta jangan lupa memaafkan diri kita sendiri juga.

         Kita manusia tidak akan pernah bisa menjadi sempurna dan mampu untuk melakukan hal-hal yang baik terus menerus, tetapi kita dapat terus menerus mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik setiap hari,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s