HOME ADDRESS


KampungAda seorang paman yang sama sekali tidak pernah pergi ke luar dari kampung halamannya, dia tinggal di desa yang sangat jauh dari kota besar. Dia hanya tinggal dan bekerja, bercocok tanam, demi ponakannya yang sangat ia sayangi. Dari lahir ponakannya itu tidak memiliki orang tua, sehingga si paman berjanji pada dirinya sendirinya akan merawat ponakannya itu dan mencintainya, serta benar-benar berniat ingin membuat ponakannya menjadi orang yang sekolahnya tinggi dan memiliki usaha sendiri di kota besar, yang kata orang kota besar itu sangatlah bagus dibanding dengan kampong halamannya.

Home         Suatu hari ponakannya ini sudah menjadi seorang yang sangat sukses di sebuah kota besar dan ia ingin membalas budi pamannya dengan cara ingin menyenangkan hatinya dan mengajaknya untuk datang ke kota dan menginap di rumahnya. Seluruh biaya, ponakan inilah yang akan menanggungnya.

         Setelah membujuk beberapa waktu lamanya, akhirnya si paman bersedia untuk datang kota, menjenguk ponakannya yang tersayang. Ponakan tidak lupa memberikan alamat lengkap agar pamannya tidak sampai tersesat.

         Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, naik turun bis (dasar paman, tidak ingin merepotkan ponakannya, jadi tidak mau dijemput di desa dengan mobil dan supir pribadi si ponakan), kemudian akhirnya si paman sampai di kota yang dituju. Sesampainya di kota itu, menurut petunjuk dari ponakan, si paman harus naik taxi agar bisa langsung sampai ke rumah ponakan. Setelah mendapatkan sebuah taxi, paman menunjukkan secarik kertas yang bertuliskan alamat ponakan.

         Si paman karena tidak pernah datang ke kota, maka meski ditanyai oleh supir taxi, ia tidak dapat menjelaskan di mana kira-kira letak rumah ponakannya itu. Yang bisa ia lakukan hanyalah menunjukkan alamat yang diberikan oleh ponakannya itu melalui telepon dan dicatatnya di sebuah kertas.

         Karena begitu besarnya kota itu, maka perlu waktu untuk menemukan alamat rumah ponakannya itu. Setelah berputar-putar berapa lama, akhirnya ditemukanlah alamat rumah ponakannya itu. Setelah menurunkan berbagai barang dan oleh-oleh yang dibawanya untuk ponakan tercinta serta membayar biaya taxi, maka supir taxi itu pun meninggalkan si paman.

         Sore hari, sepulang dari kerja, barulah ponakan dan paman tersebut berjumpa dan melepaskan rindu. Diceritakannya bagaimana perjalanan yang panjang yang di tempuh oleh si paman. Pamannya mengatakan “untunglah paman mempunyai catatan alamatmu dengan lengkap, sebab kalau tidak paman pasti tersesat di kota yang sangat besar ini”.

         Pertanyaannya yangs angat bagus untuk kita semua saat ini adalah “apakah kita mempunyai alamat yang lengkap jika kita pulang ke rumah Bapa kita di surga?”.

         Bagaimana caranya agar kita memiliki alamat yang lengkap? Bapa kita adalah Bapa diatas segala bapa, yang tentunya tidak akan sembarangan memberikan alamatNya kepada sembarang orang, seperti kita yang tidak akan memberikan alamat kita ke sembarang orang. Tetapi jika kita menjadi seorang yang dekat dengan Bapa, diakuiNya kita sebagai anakNya, maka tentunya Ia tidak akan segan-segan memberikan alamatNya dengan selengkap-lengkapnya.

         Apa yang harus kita lakukan agar kita menjadi lebih dekat dengan Bapa di Surga? Sebenarnya bukanlah sesuatu hal sulit untuk menjadi seseorang yang dekat dengan Bapa, karena kita adalah anakNya, dan tidak ada seorang bapa yang tidak akan memberitahukan alamatnya kepada anak-anakNya. Jadi yang harus kita lakukan adalah menjalin hubungan yang lebih akrab atau lebih dekat.

         Caranya sangatlah mudah: kita hanya perlu membaca FirmanNya setiap hari dan merenungkannya serta yang terpenting adalah melakukannya. Sebab begitu banyak orang hanya menyukai teori, ke mana-mana yang dikatakannya kepada orang lain adalah “menurut Firman Tuhan, anda harus…” tetapi sikapnya sendiri tidak menunjukkan perilaku yang berdasarkan Firman Tuhan dan akibatnya hanyalah mengecewakan orang lain dan selau membuat orang lain menderita.

         Mungkin saat ini kita semua telah membaca FirmanNya setiap hari, tetapi apakah kita merenungkannya? Jika kita sudah membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, maka apakah kita sudah melakukannya juga? Ketiga hal tersebut harusnya dilakukan bersama-sama dan dilakukan dengan setia oleh setiap dari kita jika kita ingin menjadi lebih dekat denganNya dan menjadi kesayanganNya.

         Apa hubungannya antar Firman Tuhan dan alamat yang kita perlukan agar kita bisa sampai ke rumah Bapa? Dengan membaca, merenungan, dan melakukan FirmanNya, maka kita akan lebih mengenal Bapa kita. Bahkan didalam Firman itu kita akan menemukan alamatNya dengan lengkap.

         Mari kita mulai lebih rajin lagi untuk membaca, merenungkan, dan melakukan FirmanNya yang hidup itu. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s