PEMELIHARAAN TUHAN


PeliharaMakhluk hidup, khususnya hewan dan manusia, diciptakan Tuhan dengan cara dikandung oleh ibu, kemudian dilahirkan, kemudian dibesarkan. Jika hewan petelur, maka hewan tersebut akan menetas dari telur (bukan dilahirkan seperti apa yang dibayangkan). Pada intinya, jika makhluk hidup itu keluar (dilahirkan atau ditetaskan), maka untuk menjadi hidup dan dewasa, ia harus dipelihara. Segala sesuatu harus dipelihara dengan baik, agar sesuatu itu menjadi baik. Seperti ada kalimat bercanda yang sering terlontarkan untuk sesuatu yang terlihat baik dan yang tidak baik: ada bedanya antara yang terawat dan yang tak terawat.

         Ada 2 (dua) orang anak kecil yang sangat lucu. Berasal dari keluarga yang baik-baik dan secara materi, mereka berdua hidup berkecukupan, hanya saja mereka berasal dari keluarga yang berbeda, yang satu berasal dari keluarga yang mana ibunya sangat rapi dan bersih-an, merawat barang selalu dengan baik, yang satu lagi berasal dari keluarga yang mana ibunya adalah seorang yang tidak terlalu rapi dan tidak bersih-an, tidak pernah merawat barang dengan baik.

         Seringkali kedua anak itu dibelanjakan pakaian di toko yang sama, karena ibu dari kedua anak tersebut adalah teman baik, sehingga pada saat pergi bersama, para ibu itu juga membelanjakan baju di tempat yang sama juga. Sehingga dapat dibilang bahwa kualitas pakaiannya kurang lebih sama. Hal ini dituliskan untuk menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakan dapat dianggap sama mulai dari kualitas dan harganya. Tetapi yang membedakan adalah cara merawat pakaian-pakaian tersebut.

         Oleh ibu pertama, dengan tipe orang yang selalu merawat barang dengan baik, pakaian yang dibeli selalu dicuci dan diberi pewangi/kapur barus (kamper) untuk menahan keawetannya, sehingga sampai 1-2 tahun, pakain tersebut masih terlihat dengan baik. Di tambah lagi, ibu ini merawat anaknya juga dengan sangat baik, sehingga ketika anaknya mengenakan pakaian tersebut, anaknya terlihat rapi dan cantik. Setiap orang yang melihat pasti tidak merasa bosan karena bagus dan enak dilihat.

         Berbeda dengan ibu kedua, dengan tipe yang kurang didalam merawat barang-barang dan anaknya. Dia mencuci pakaian yang dibeli, tetapi asal dicuci, tidak diberi pemutih untuk yang berwarna putih atau sabun pencuci yang untuk pakaian berwarna agar warna tidak pudar, tidak diberi pewangi, dan tidak diberi kapur barus (kamper) juga. Sehingga dalam waktu tidak hampir setahun, apalagi jika pakaian tersebut digunakan berulang kali, maka pakaian itu akan tampak kusam dan tidak bagus lagi. Ditambah lagi, anaknya juga kurang rapi, sembarangan dalam berpakaian atau penampilannya, sehingga setiap orang yang melihat, dilihatlah sebagai anak yang biasa-biasa saja, kecantikannya seperti tersembunyi karena kurang enak dilihat seorang anak yang ‘kurang terawat’ itu.

         Demikian juga kita, ada bedanya seorang yang Tuhan pelihara dengan seorang yang tidak didalam Tuhan dan tidak mempercayai pemeliharaanNya didalam hidupnya. Bagaimana kita membedakan orang yang terpelihara hidupnya oleh Tuhan dengan orang yang tidak terpelihara? Bukannya orang kaya begitu banyak dan begitu banyak pula orang kaya yang tidak hidup didalam Tuhan?

         Kekayaan atau materi tidak dapat mengukur pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Begitu banyaknya materi yang dimiliki, jika tanpa pemeliharaan Tuhan dalam hidup seseorang, maka tidak akan menjamin kehidupan yang ‘maksimal’. Sebagai salah satu contohnya: seorang yang kaya, memang hidupnya serba berkecukupan, tetapi apakah seorang yang kaya dapat membeli kesehatan?

         Mungkin dapat lebih dijelaskan bedanya antara ‘yang terawat dan yang tidak terawat’ untuk seorang yang penuh dengan kekurangan, khususnya dalam hal materi, karena Tuhan yang memelihara hidup seorang itu, maka kebutuhan atau keinginannya dapat terpenuhi dengan lebih mudah atau lebih cepat, daripada seorang yang tidak mengandalkanNya dan selalu bersungut-sungut. Selalu saja melalui tangan orang lain atau hal lain, Tuhan dapat mencukupi kebutuhan atau keinginan seseorang sebagai bukti bahwa pemeliharaan Tuhan ada dalam hidup seseorang.

         Tidak ada gunanya kita memiliki harta yang berkelimpahan jika pemeliharaan Tuhan tidak turun ke atas kita. Harta yang berlimpah dapat sewaktu-waktu berpindah tangan dalam waktu 1 (satu) detik, hanya oleh kekuasaan Tuhan. Tetapi pemeliharaan Tuhan atas hidup kita tidak akan pernah berkesudahan dan selalu dapat mencukupi segala kebutuhan dam keinginan kita.

         Seperti seorang anak yang memerlukan pemeliharaan orang tuanya, demikian juga hidup kita perlu pemeliharaan Tuhan. Seorang anak yang berkelimpahan harta, tetapi jika orang tuanya tidak memelihara dia dengan tidak menyekolahkan dia agar dia menjadi seorang yang berpendidikan dan memiliki perilaku yang sopan, tidak mengobatkannya pada saat dia sakit, maka dia tidak akan dapat bertahan hidup. Demikian pula hidup kita, tanpa adanya pemeliharaan dari Tuhan melalui FirmanNya yang dapat memberikan pengertian yang baru setiap hari, melalui mujizat-mujizatNya, dan kuasa-kasihNya, maka kita akan ‘mati’, mungkin tidak mati secara jasmani, tetapi hidup kita akan seperti orang mati, tidak berguna, hampa, dan mungkin saja akibatnya kita bisa mudah sekali tertekan, dan ditekan orang lain.

         Mintalah pemeliharaan Tuhan atas hidup kita, maka kita dapat melihat perbedaan antara “yang terawat dan tidak terawat”. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s