BLESS


          Pada suatu hari, di suatu kota, menjelang musim hujan, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Terlihat beberapa orang berlari-lari mencari tempat untuk berteduh karena tidak membawa payung. Tetapi beberapa orang yang mengerti bahwa di musim hujan mereka harus siap dengan payung atau jas hujan, maka pada saat hujan datang, mereka langsung membuka payung mereka dan menggunakannya atau menggunakan jas hujan mereka sehingga mereka tidak kehujanan.

         Akibatnya, mereka-mereka yang tidak membawa payung atau jas hujan alias kehujanan…tentu saja mereka semua dapat menjadi sakit; minimal masuk angin karena kehujanan. Sedangkan sebaliknya mereka-mereka yang sudah siap siaga dengan payung atau jas hujan dan langsung dapat menggunakannya pada saat hujan datang, maka minimal mereka tidak akan basah kuyup karena kehujanan dan tidak menjadi sakit.

         Di Indonesia, ada terdapat 2 (dua) musim yaitu musim hujan dan musim panas. Jika disuruh memilih, kadangkala sulit untuk memilih karena kedua musim tersebut sama-sama ada nilai positif dan ada nilai negatifnya. Pada saat hujan datang, maka udara akan terasa lebih sejuk, lebih segar, lebih enak, sebaliknya ketika musim panas datang, maka karena kepanasan tubuh dapat menjadi berkeringat, gatal-gatal, dan sebagainya, tetapi bagi bidang pertanian atau bagi yang menggunakan kendaraan motor kadangkala musim panas lebih baik daripada musim dingin.

         Tetapi pada dasarnya, jika disuruh memilih, maka akan lebih terasa menyenangkan/mengasyikkan atau terasa lebih sejuk dan nyaman jika musim hujan datang.

         Musim hujan di sini dapat menjadi ilustrasi sebagai suatu berkat yang datang (tercurah). Oleh karena itu, seperti halnya kita harus bersiap dengan payung atau jas hujan jika bepergian pada saat musim hujan datang, maka kita pun perlu bersiap jika berkat itu datang. Mengapa?

         Berkat kadangkala dapat menjadi sumber sukacita, kadangkala juga dapat menjadi sumber dukacita. Semuanya tergantung dari persiapan masing-masing orang.

         Di dalam alkitab – Lukas 12:35-48– diceritakan bahwa ada seseorang yang dipilih untuk menjadi pemimpin diantara para pekerja di suatu rumah, namun ketika tuannya tidak datang untuk melihat pekerjaan mereka, pemimpin itu bersikap semena-mena dan jahat dengan para pekerja. Sehingga ketika tuannya datang secara tiba-tiba dan melihat semua perbuatannya itu, pemimpin itu dihukumnya.

         Ditunjuk menjadi seorang pemimpin atau kenaikan jabatan adalah suatu berkat. Tetapi jika seseorang itu tidak siap dengan berkat itu, yaitu berpikir bahwa berkat itu adalah kesempatannya untuk berbuat semena-mena, bukannya berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya, maka berkat atau kepemimpinan itu hanya akan menjadi batu sandungan bagi bawahannya/orang lain atau singkatnya hanya membuat seseorang itu menjadi sombong dan membawa kejatuhan bagi dirinya sendiri.

         Jangan salahkan Tuhan jika anda menginginkan berkat, namun Tuhan tidak memberikannya secepat yang anda inginkan. Karena dengan demikian sebenarnya Tuhan itu sangat baik dan mengasihi anda, Dia mungkin saja ingin mempersiapkan anda agar pada saat berkat itu anda terima, anda dapat menggunakannya dengan sebaik mungkin, bukan menyalahgunakannya.

         Jadi…berkat tidak selalu mendatangkan sukacita…semuanya tergantung dari bagaimana persiapan hati dan kemampuan diri seseorang pada saat menerimanya, sehingga berkat itu juga dapat memberkati orang lain (tidak egois).

'Baby' bless

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s