Enjoy Our Food


Amsal 15:17 “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian”

Set of dinner

         Keluarga Bimbie adalah keluarga yang berasal dari sepasang suami istri yang sangat kaya raya. Mereka memiliki 2 (dua) orang anak laki-laki bernama Bima dan Billie. Hidup mereka sangat cukup dan selalu terpenuhi apa pun yang mereka inginkan. Makanan yang lezat dan bermacam-macam selalu tersedia di meja makan. Setiap liburan mereka juga selalu pergi ke luar negeri. Hidup mereka sangat mewah.

         Tetapi apa yang terjadi? Mereka tidak pernah makan di meja makan bersama-sama dan tidak pernah pergi ke luar negeri bersama-sama sekeluarga, karena setiap kali mereka bertemu selalu saja terjadi perselisihan sehingga mereka malas untuk bertemu satu dengan yang lain. Anak-anak mereka Bima dan Billie saling bersaing, sehingga selalu saja ada permusuhan di antara mereka. Suami dan istri tidak pernah rukun, ada saja hal yang membuat mereka cemburu, bertengkar, dan berbeda pendapat.

         Lain hal nya dengan keluarga Loe, yang berasal dari sepasang suami istri yang hidup sederhana. Mereka mempunyai 2 (dua) orang anak laki-laki bernama Steve dan Joe. Mr.Loe bekerja di suatu perusahaan yang bukan miliknya, sebagai seorang karyawan biasa dan istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Karena hidup mereka sederhana, tidak serba berkecukupan, maka mereka tidak dapat membeli barang yang tidak benar-benar mereka perlukan.

         Kadangkala di meja makan hanya tersedia tahu dan tempe, serta nasi putih secukupnya. Yang terpenting bagi keluarga Loe adalah Steve dan Joe bisa membayar uang sekolahnya tepat waktu. Mereka sekeluarga jarang pergi ke luar kota, apalagi ke luar negeri. Tetapi setiap kali hari libur, mereka sekeluarga selalu meluangkan waktu untuk bersama, entah sekedar nonton TV di rumah atau pergi bersama ke taman hiburan.

         Pada saat berlibur, mereka memastikan bahwa mereka harus benar-benar bersenang-senang, diusahakan agar tidak membahas tentang masalah pekerjaan atau sekolah, sehingga mereka benar-benar merasa gembira (dengan sikap saling pengertian). Steve dan Joe juga bukan anak-anak yang nakal atau yang suka bertengkar. Mereka belajar bersama, menggunakan barang yang mereka miliki juga bersama-sama dan hati-hati agar tidak rusak. Hidup mereka dapat dikatakan bahagia sekali pun mungkin secara materi mereka harus mencukupkan diri dengan apa yang ada.

         Pertanyaannya adalah gambaran dari keluarga yang bagaimana yang diinginkan oleh kebanyakan orang?

         Jika bisa, ingin sekali memilih sebuah keluarga yang kaya raya tetapi bahagia. Tetapi pada kenyataannya, sedikit sekali orang kaya raya tetapi hidupnya bahagia. Ada saja masalah orang kaya, ada yang sakit, ada yang bercerai, dan lain sebagainya. Tak selalu juga menjadi seorang yang miskin akan hidup bahagia.

         Sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini, entah seseorang tersebut kaya atau miskin, tidak akan pernah terluput dari yang namanya masalah. Tetapi yang dapat kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar memiliki keluarga dan menciptakan hidup yang bahagia? Ingatlah bahwa kebahagiaan itu diciptakan, bukan terjadi dengan sendirinya. Kita bisa menjadi seorang yang bahagia itu tergantung dari diri kita sendiri.

         Benar apa yang dikatakan oleh ayat di dalam alkitab tersebut di atas, bahwa makanan yang tersedia setiap hari di rumah, sekali pun makanan itu lezat dan menggiurkan, tetapi jika keadaan didalam keluarga tidak menyenangkan, maka saat di makan pun makanan tersebut tidak terasa benar-benar lezat seperti ketika mata jasmani kita melihatnya.

         Sebaliknya, sekali pun masakan yang tersedia di meja makan mungkin hanya sekedar sayur mayor (bukan daging steak yang mahal harganya, tetapi jika di makan bersama-sama keluarga dalam keadaan yang menyenangkan (dalam artian bukan dalam keadaan marah atau tidak enak hati), maka makanan tersebut akan terasa lezat nya.

         Mungkin lebih mudah jika kita membayangkan seperti pada saat kita makan sesuatu yang sederhana tetapi bersama-sama dengan orang-orang yang kita kasihi, entah itu keluarga atau teman-teman kita, misalnya saja hanya sekedar membuat rujak, makanan yang sangat sederhana, tetapi ketika kita makannya bersama-sama dalam keadaan hati yang senang, maka makanan tersebut akan terasa lebih lezat.

         Demikian juga karena kita selalu tinggal bersama dengan keluarga, maka jika kita menikmati hidangan makan pagi, makan siang, dan makan malam bersama dengan hati yang senang dalam arti tidak sedang berselisih atau tidak enak hati atau perasaan tidak senang, maka makanan tersebut akan terasa lezatnya.

         Dengan adanya ayat tersebut, berarti Tuhan pun menginginkan agar setiap dari kita, didalam keluarga atau di mana pun kita bertempat tinggal, kita harus hidup atau memiliki hati yang penuh dengan kasih, dengan demikian, kita dapat menikmati dan atau menyediakan setiap hidangan yang ada setiap hari di rumah kita masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s