Forgiveness


          Pada suatu hari, ketika Pei dan Luke berusaha untuk membereskan suatu masalah, Pei mengatakan kepada Luke suatu kalimat “…saya sudah berusaha mengampunimu pada waktu itu, bahkan saya sudah berdoa memohon kepada Tuhan agar saya dapat mengampunimu, tetapi sampai pada suatu titik, saya katakan kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak mampu lagi untuk mengampunimu!”.

         Luke dengan sabar hanya mendengarkan Pei mengutarakan isi hatinya mengenai ‘kebencian’ hati Pei terhadap Luke. Singkat cerita, ada kejengkelan, pertanyaan, kebencian, dan kemarahan yang ada di hati Pei terhadap Luke, sehingga ada lagi kalimat lain yang terlontarkan oleh Pei “…setelah kamu melakukan kesalahan pada malam itu, keesokan harinya kamu SMS menyatakan permintaan maaf atas perbuatanmu kemarin. Taukah kamu bahwa tidak semua orang dapat menerima permintaan maaf dalam bentuk SMS?” dan seterusnya Pei menjelaskan semua kemarahannya terhadap Luke.

         Setelah selesai, Luke menjelaskan kembali permasalahan yang sebenarnya bahwa ada banyak kesalahpahaman dan menjawab berbagai pertanyaan Pei dengan sejujur-jujurnya, salah satunya adalah bahwa sebenarnya Luke tidak bersalah 100% tetapi dia berusaha SMS untuk menyatakan permintaan maaf sekalipun ia tidak bersalah karena waktu dan situasi tidak memungkinkan Luke untuk mengumpulkan teman-temannya hanya untuk berkata minta maaf (pasti aneh jadinya). Dan pada akhirnya secara keseluruhan, Luke tidak lagi berminat untuk memperpanjang masalah-masalah yang ada dan Luke kembali meminta maaf atas semua kesalahan yang dilakukannya dan mereka berbaikan.

         Pertanyaan selanjutnya adalah apakah benar, ada suatu titik di mana seseorang tidak lagi dapat mengampuni sesamanya sekali pun ia sudah berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan? Apakah Tuhan tidak bersedia menolong seseorang itu dengan memberikan hati yang penuh dengan ampunan sehingga ia dapat mengampuni sesamanya yang bersalah kepadanya?

         Sebenarnya, apabila seseorang sudah berusaha dan berdoa kepada Tuhan, tiada yang mustahil bagi Tuhan untuk menolong seseorang itu agar dapat mengampuni orang lain yang telah bersalah kepadanya. Bukankah itu suatu permohonan yang sangat baik? Jadi tidak ada alasan bagi Tuhan untuk tidak menjawab. Apalagi Tuhan adalah Bapa yang kaya akan pengampunan. Dia tidak pernah membiarkan anak-anakNya menimbun kebencian dan dendam. Jadi? Sebenarnya apakah Tuhan bersalah? Jawabannya adalah tidak.

         Jika seseorang yang sedang sakit hati atau marah dengan temannya, misalkan saja kembali pada cerita tersebut diatas, Pei sedang marah dengan Luke, kemudian Pei bercerita dengan Lene tentang kemarahannya itu, padahal Lene juga sedang tidak suka dengan Luke, maka akibatnya Lene akan mengatakan kepada Pei “Luke memang begitu Pei, udah lupakan saja…percuma bicara dengan Luke, Luke memang menjengkelkan, berulang kali Luke juga menyakitiku dan aku malas bicara dengannya sampai sekarang”. Maka dengan mendengarkan kalimat tersebut, yang terjadi adalah suasana hati Pei akan menjadi semakin panas. Tuhan yang hendak memberikan kedamaian dan pengampunan di hati Pei akhirnya ‘kalah’ dengan perkataan Lene yang seumpama air yang kalah dengan nyala api kompor yang memanas-manasi hati Pei.

         Kesimpulannya adalah jika kita sedang jengkel, kecewa, sedih, atau marah, dan sebagainya, maka jangan sampai kita bercerita (istilah kerennya: curhat=curahan hati) dengan ‘orang yang salah’. Ada baiknya kita bercerita dengan kakak rohani atau orang yang benar-benar netral, sehingga tidak memihak salah satu pihak, tetapi justru dapat membuat kita bisa memaafkan dengan segera, sehingga tidak perlu dendam atau menderita karena sakit hati. Tetapi juga jangan sampai kita curhat dengan orang yang selalu menyalahkan kita, dalam arti, dia selalu membela pihak lawan dan menempatkan kita di posisi yang salah, sehingga pada akhirnya kita hanya merasa tertekan dan menjadi semakin sedih.

         Jangan lupakan juga bahwa ego, harga diri, keangkuhan dan keras hati seseorang juga dapat membuat seseorang tidak dapat membuka hatinya untuk Tuhan ‘menuangkan’ kuasa pengampunan. Karena merasa dirinya benar dan merasa harga dirinya diinjak-injak ketika ia merasa dirinya ‘lebih tinggi’ akan membuat seseorang sulit mengampuni orang yang bersalah dengannya. Seorang yang seperti ini, sulit sekali diberitahu oleh siapa pun juga (sekali pun oleh yang lebih rohani daripadanya), karena ia tidak akan pernah terima jika ia harus meminta maaf atau memaafkan dengan segera orang yang telah menyakitinya. Ini yang menjadi sangat berbahaya! Karena ego, harga diri, keangkuhan, dan keras hati dapat menimbulkan dendam dan kebencian yang sangat mendalam.

         Iri hati juga dapat menjadi salah satu alasan mengapa seseorang sulit untuk mengampuni. Misalkan saja Pei selama ini bersaing dengan Luke, sedikit saja Luke menyakiti hati Pei, Pei bisa saja merasa dirinya kalah dan dia akan sulit memaafkan kesalahan Luke. Mungkin hal ini terdengar aneh, tetapi pada kenyataannya ada orang yang karena iri hati dengan orang lain, sehingga pada saat orang itu melakukan kesalahan, maka kesalahan yang sederhana, dapat menjadi kesalahan yang sangat besar, demi ‘menjatuhkan’ lawan.

         Pertanyaan berikutnya adalah benarkah tidak semua orang mudah menerima permintaan maaf melalui SMS? Ya benar, karena masing-masing pribadi memiliki ‘kenyamanannya’ masing-masing.

         Tetapi sesungguhnya, permintaan maaf itu bisa melalui berbagai cara. Mengapa? Tuhan saja tidak pernah menuliskan didalam alkitab bahwa kita harus memohon ampun kepadaNya dengan cara berdoa dengan posisi-posisi tertentu (berlutut, tengkurap, dan sebagainya) atau harus dengan cara-cara yang ditentukanNya. Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk memohon ampun atas kesalahan kita dengan cara-cara tertentu. Lalu siapa kita yang hanya manusia biasa, kemudian menentukan dengan cara apa orang yang bersalah dengan kita meminta maaf agar kita dapat mengampuninya?

         Tuhan itu Maha Tahu, misalnya saja kita memohon ampun atas suatu kesalahan kita, tetapi kita nantinya bisa mengulangi kesalahan itu lagi, maka Tuhan itu sebenarnya telah mengetahui terlebih dahulu, karena Ia Maha Tahu. Tetapi karena kasih karuniaNya atas kita, Ia tetap memaafkan kita pada saat kita meminta ampun. Tuhan tidak pernah mengatakan “tunggu dulu…karena kamu nanti akan melakukan kesalahan lagi, sehingga nanti saja sekalian berdoanya”. No!…Tidak…Tuhan mengampuni semua dosa dan kesalahan kita langsung ketika kita datang memohon ampun kepadaNya.

         Lalu mengapa jika seseorang yang bersalah terhadap kita lalu meminta maaf sekali pun melalui SMS, kita tak dapat menerimanya?

         Bagaimana pun cara seseorang meminta maaf, jika ia tulus, maka kita wajib memaafkannya. Bagaimana kita mengetahui seseorang itu tulus atau tidak? Tidak penting, yang penting adalah apakah kita juga tulus mau mengampuninya? Maka Tuhan yang akan menilai.

         Pernyataan Pei bahwa ia tidak dapat menerima permintaan maaf dari Luke yang melalui SMS, itu hanya karena ego Pei. Apakah Pei dapat menjamin bahwa ketika Luke mengatakan secara langsung Pei dapat memaafkannya? Belum tentu! Seseorang yang sudah terlalu sakit hati seperti Pei terhadap Luke, apa pun cara Luke untuk meminta maaf, maka akan sulit diterima oleh Pei.

         Di dalam Ayub 5:2 dikatakan bahwa “Sesungguhnya, orang bodoh di bunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati”. Permasalahan yang sebenarnya adalah hindari sakit hati dan iri hati, agar kita dapat dengan mudah mengampuni kesalahan orang lain, bagaimana pun cara orang itu meminta maaf dengan kita atau sekali pun ia tidak meminta maaf, kita harus bisa berbesar hati untuk mengampuninya. Itu yang menyenangkan hatiNya.

         Tuhan tidak pernah mengijinkan sakit hati dan iri hati itu tinggal didalam diri kita sehingga kita menjadi sulit untuk mengampuni orang lain. Sekarang tergantung kita, apakah kita mau mengampuni orang yang bersalah dengan kita, dengan setulus hati kita?

Forgiveness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s