JIKA BISA DIPERMUDAH, MENGAPA HARUS DIPERSULIT???


          Dalam hidup ini, belum pernah ada seseorang yang tidak pernah punya masalah. Masalah selalu ada, entah selalu datang beruntun atau satu per satu, atau masalah yang besar, hampir tak teratasi, mau pun masalah yang mudah saja.

Easy         Sebuah ilustrasi jika seseorang ingin pergi dari suatu kota besar, yaitu Surabaya menuju ke suatu tempat atau kota kecil Probolinggo misalnya. Hanya dengan waktu kurang lebih 2 jam hingga 2,5 jam seseorang itu bisa melalui salah satu nya adalah kota Pasuruan, hingga akhirnya sampai ke kota tujuan yaitu Probolinggo. Itu adalah jalan yang biasa dilalui dan yang paling mudah agar seseorang dapat segera sampai ke kota Probolinggo.

         Namun jika seseorang itu mungkin saja tidak mengetahui jalan atau ada keperluan lain lalu untuk menuju kota Probolinggo tetapi melalui kota Malang terlebih dahulu, maka perjalanan yang hanya cukup di tempuh dalam waktu 2 jam hingga 2,5 jam, akhirnya bisa menjadi berjam-jam lamanya baru akan tiba di kota Probolinggo.

         Bisa dibayangkan, betapa melelahkan bagi seseorang jika ingin menuju ke suatu tempat yang sebenarnya sangat dekat tetapi karena ‘salah jalan’, akhirnya harus berputar-putar beberapa waktu lamanya baru bisa tiba di tempat yang dituju.

         Demikian halnya dengan pekerjaan, yang sebenarnya sangat mudah untuk diselesaikan, tetapi karena mungkin belum mengerti atau karena malas mengerjakan atau karena hal-hal lainnya yang mungkin tak terduga, maka pekerjaan itu bisa saja baru selesai setelah berhari-hari lamanya.

         Beberapa perusahaan juga seringkali memiliki pekerjaan administrasi yang berbelit-belit sehingga seringkali mempersulit customers atau pegawainya sendiri. Tak heran jika ada saja suara pembaca yang meng-complain perusahaan ini dan perusahaan itu.

         Tak beda hal nya dengan kesulitan yang dialami oleh para mahasiswa di kampus, khususnya ketika menjelang kelulusan, banyak hal yang harus diurus. Sampai-sampai mahasiswa itu harus mengantri atau ke sana kemari untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi yang cukup panjang dan berbelit-belit, baru mereka bisa meninggalkan kampus dengan tenang.

         Sebenarnya, apakah yang dipikirkan manusia sehingga begitu banyak hal yang sebenarnya mudah saja untuk diselesaikan, tetapi bisa menjadi sangat panjang prosesnya dan lama sekali berakhirnya?

         Tanpa disadari, perilaku yang demikian, seringkali juga terjadi pada hubungan kita dengan Tuhan. Seringkali kita berusaha menyelesaikan masalah-masalah kita mau pun masalah orang lain, tanpa melihat apakah benar itu bagian yang harus kita selesaikan atau kah bukan? Kita juga sering berbelit-belit dengan pikiran kita sendiri “Tuhan…jika begini…nanti jadinya begitu…tetapi kalau begitu…nanti begini…”. Dan akhirnya menjadi stress, pusing, dan lain-lain.

         Kita sebenarnya tidak perlu bingung, karena Tuhan juga mempunyai bagianNya sendiri dalam perencanaanNya dan kita tentunya juga diberi bagian kita sendiri.

         Misalnya saja ada 2 (dua) orang Dwi dan Dian, yang mana masing-masing memiliki sebuah tugas, tetapi karena satu dan lain hal atau entah mengapa, Dwi mengerjakan bagiannya Dian juga, lalu akankah Dian dapat mengerjakan tugasnya itu? Bukankah tugasnya sudah diselesaikan oleh Dwi?

         Demikian juga Tuhan, jika kita berusaha turut campur mengerjakan bagian Tuhan, maka Tuhan pun akan diam dan tidak akan mengerjakan apa-apa. Karena bukankah bagianNya sudah dikerjakan oleh kita?

         Bagaimana kita mengetahui mana yang adalah bagian kita dan mana yang bagian Tuhan? Contoh dalam sebuah perusahaan, memiliki beberapa pegawai yang masing-masing memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Dalam keseharian, kita mungkin tahu apa yang dikerjakan oleh teman kita, tetapi tidak secara detail kita mengetahui karena kita pun memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Akankah kita membingungkan apa yang dikerjakan oleh teman kita? Bisa-bisa pekerjaan kita tidak selesai.

         Kita tidak perlu mengetahui apa yang menjadi bagian Tuhan, karena Tuhan kita sangat mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabNya dan akan diselesaikanNya dengan sempurna. Tuhan merancangkan sesuatu bagi kita dan Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Tahu. Jadi jika Tuhan merencanakan sesuatu kepada kita, maka Tuhan sudah mengetahui kita akan berbuat apa, kita akan menjadi apa, dan lain sebagainya, sehingga Tuhan jauh lebih mengerti apa yang harus dilakukanNya dan kita tidak perlu pusing dengan bagian Tuhan.

         Yang penting adalah kita harus mengetahui apa yang menjadi bagian kita dan menyelesaikannya. Karena seringkali kita justru tidak mengetahui apa yang harus kita kerjakan atau karena kita terlalu pusing dengan pekerjaan yang bukan bagian kita sehingga pekerjaan kita tidak selesai.

         Jadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar kita mengetahui apa yang menjadi bagian kita? Seperti halnya ketika kita berada pada hari pertama bekerja di sebuah perusahaan atau pada hari pertama kita masuk sekolah. Tentu saja supervisor atau rekan kerja kita yang lebih senior atau bapak dan ibu guru di kelas yang akan mengajarkan sesuatu, membimbing kita, dan menolong kita, agar kita mengetahui apa yang harus diselesaikan, sehingga pada akhirnya kita sudah lancar dalam menyelesaikan tanggung jawab kita.

         Demikian pula jika kita berada pada suatu masalah atau dalam suatu proses yang harus diselesaikan, kita wajib minta tolong pada Guru kita untuk membimbing dan membantu kita agar kita mengetahui apa yang harus kita selesaikan.

         Dengan cara apa? Salah satu yang pasti adalah dengan cara berdoa. Minta hikmat Tuhan dan mintalah agar dibukankan jalan keluar bagi kita, serta berjalanlah atau hadapi masalah itu, karena menjalani dan menghadapi masalah itu adalah salah satu bagian kita, agar pada akhirnya kita mengalami berbagai hal baik, misalnya perubahan karakter dan atau pengembangan kapasitas. Karena tujuan dari berbagai hal yang diijinkan Tuhan terjadi pada diri kita adalah hal-hal yang baik untuk kita.

         Apa yang sebenarnya mempersulit jalan kita? Kita yang tidak mau menghadapi atau seringkali berputar-putar terlebih dahulu dengan harapan kalau bisa ‘dilalukan semua kesulitan itu dari kita’, sehingga proses yang sebenarnya singkat tetapi akhirnya memakan waktu yang lama. Dan itulah salah satu kesalahan kita.

         Kesalahan lainnya adalah kita terlalu ‘turut campur’ dengan memikirkan bagianNya Tuhan atau dengan kata lain kita hanya menghambat pekerjaan Tuhan. Sehingga pekerjaanNya dalam hidup kita menjadi lebih lama dibandingkan jika kita menurut apa kata Tuhan.

         Mulailah untuk menjadi seseorang yang lebih taat dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, agar pekerjaan Tuhan dan proses yang dari Tuhan dapat segera kita lihat hasilnya J

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s