One for All, All for One


         Apa gunanya memiliki seorang pemimpin tetapi ia tidak pernah mau mendengarkan anak buah atau anggota tim nya atau apa guna seseorang itu ada dalam suatu komunitas jika suaranya tidak pernah didengarkan atau ia tidak pernah bicara sama sekali sehingga pada akhirnya suatu harinya seseorang itu (yang tidak pernah memperdengarkan atau didengarkan suaranya) akan mundur dari komunitas tersebut.

         Sebagai anggota tubuh Kristus, tidak bisa seseorang itu berdiri sendiri. Namanya adalah tubuh, berarti terdiri dari anggota-anggota yang saling melengkapi, sekali pun mungkin mata tidak suka melihat tangan atau tangan tidak suka berdekatan dengan jari atau telinga tidak suka mendengarkan suara kaki melangkah dan seterusnya, tetapi sebagai anggota tubuh, maka keberadaannya harus saling melengkapi, karena demikianlah tubuh diciptakan agar dapat saling melengkapi.

         Ada seorang pemimpin yang suka menyalahgunakan kepemimpinannya dengan menerapkan system otoriter, yaitu cenderung ‘memaksakan kehendak’ didalam memimpin, sehingga tidak ada anak buah nya yang berani membatah perintah atasan apa pun alasannya.

         Ada seorang pemimpun yang lebih demokratis, dalam arti masih mendengarkan masukan dari anggota tim atau anak buahnya. Kemudian baru diputuskan oleh pemimpin tersebut apa yang akan dilakukannya atau apa yang harus diputuskan. Kepemimpinan yang demikian biasanya lebih tidak membuat anak buah atau anggota tim nya menjadi tertekan.

         Tipe pemimpin yang lain lagi adalah terlalu demokratis, yaitu seorang pemimpin yang plin plan atau tidak punya pendirian sendiri. Anak buah yang satu mengusulkan agar melakukan A dan dianggap baik, maka keputusan A dijalankan. Tetapi jika ada anak buah yang lain yang tidak setuju dan mengusulkan B, maka keputusan diganti menjadi B, dan seterusnya. Pemimpin yang demikian hanya menyenangkan bagi anak buah yang usulnya diterima dan menekan anak buah yang lain yang mungkin saja keputusan tersebut merugikannya.

         Mungkin ada tipe pemimpin yang lain lagi, karena begitu banyak tipe sifat dan karakter seseorang. Tiap pemimpin adalah manusia, yang mana pasti memiliki kekurangan. Kalau sekedar kelebihan, semua manusia pasti bisa menerima dengan senang hari. Namun sebenarnya pemimpin yang menyenangkan adalah pemimpin yang takut akan Tuhan yaitu yang senantiasa menggantungkan setiap rencana dan keputusan hanya ke dalam tangan Tuhan, dan berhikmat (meminta hikmat Allah seperti Salomo), sehingga ia tidak sembarangan didalam mengambil keputusan, tetapi juga tidak berlambat-lambat sehingga hanya membuat gelisah anak buahnya.

         Setiap manusia mampu menjadi pemimpin, tetapi tidak semuanya dapat menjadi pemimpin, karena pemimpin tidak akan dapat menjalankan tugasnya jika tidak memiliki anak buah.

         Anak buah atau anggota dari suatu tim juga memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Ada anggota yang sangat penurut dan anggota yang seperti ini memudahkan sekaligus mempersulit pemimpin. Bagi pemimpin yang otoriter, maka sangat menyenangkan jika memiliki anak buah seperti ini. Tetapi sangat menyulitkan bagi pemimpin yang demokratis, karena ia tidak akan pernah mengungkapkan pendapatnya, sehingga sulit mengetahui apa yang ada dihatinya dan sulit untuk membuatnya berembang karena ia tidak pernah memberikan ide-ide.

         Anak buah atau anggota tim yang lain lagi adalah yang memiliki tipe pemberontak, sehingga lebih suka menentang daripada menurut. Jangan-jangan belum dipikirkan baik buruknya sudah berontak terlebih dahulu. Dan untuk tipe pemimpin mana pun, anak buah yang seperti ini sangat amat menjengkelkan sekali.

         Apa pun sifat atau karakter anak buah dan seorang pemimpin, yang terpenting dari semuanya itu adalah kesatuan. Bagaimana agar ada kesatuan? Adanya komunikasi, saling mengerti, saling menghormati, dan saling menghargai akan bisa menyebabkan kesatuan.

         Nobody perfect! Tidak ada manusia yang sempurna.

         Tetapi apabila masing-masing manusia dapat saling mengerti akan kebutuhan serta mengenali sifat dan karakter sesamanya, yaitu menjadi seorang yang inisiatif (tidak mengandalkan orang lain , khususnya dalam kerjasama tim, tetapi tetap saling menghormati masing-masing pribadi yang ada didalam tim tersebut) serta mengerti kelemahan dan kelebihan masing-masing. Maka hubungan sosial antara seorang dengan seorang yang lain akan menjadi lebih baik.

         Contohnya ada seorang pemarah, jika seorang yang lain tidak mengerti, maka akan mudah timbul suatu pertengkaran diantara keduanya, karena kemarahan seseorang dapat menimbulkan kemarahan pada diri orang lain. Tetapi jika orang lain mengerti dan menjawab dengan penuh kelembutan, maka setiap kemarahan akan reda secara perlahan dan tidak akan terjadi pertengkaran.

         Apabila sikap saling mengerti itu berhasil dilaksanakan, maka selanjutnya akan membuat seseorang itu akhirnya dapat saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain, dalam arti dengan tidak membedakan usia, derajat, atau golongan tertentu, sekali pun seseorang itu masih muda, adalah baik bagi setiap manusia untuk saling menghormati dan menghargai, karena itu sama seperti halnya dengan saling mengakui kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh diri sendiri (berjiwa besar).

         Dan setelah itu semua, untuk berkomunikasi itu akan menjadi lebih mudah. Karena tidak ada lagi perasaan ‘sungkan’, takut untuk tidak didengar, atau takut terjadi hal-hal yang ‘ga enak’ lagi.

         Praktek tidak semudah teori yang disampaikan. Tapi iblis paling senang jika anak-anak Tuhan terpecah, sehingga sebagai anak-anak Tuhan cobalah (dan berjuanglah) untuk dapat saling mengerti, saling menghormati, saling menghargai, dan berkomunikasi. Dengan demikian diharapkan hubungan diantara anak-anak Tuhan diharapkan akan lebih terjalin dengan baik (lebih solid). Karena jika masing-masing menjadi egois/mementingkan diri sendiri dan sombong, maka perpecahanlah yang akan terjadi.

         Sekali pun didalam alkitab ditulis bahwa di akhir jaman ini, akan dipisahkan antara ilalang dan gandum, antara anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh didalam Tuhan dan yang tidak, tetapi pada dasarnya kesatuan diantara Tubuh Kristus itulah yang dikehendaki oleh Bapa kita disurga. Perjuangkan kesatuan, karena kita semua adalah Tubuh Kristus, kita tidak lengkap jika kita hanya seorang diri dan jangan biarkan yang lain melepaskan diri dan menjadi seorang diri juga.

Kesatuan        

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s