PERUBAHAN


*Dubrak!!!!!* Suara pintu di banting…**brak!!!*** suara barang-barang ikut dibanting. Kursi dan barang apa pun yang berada didekatnya pun tak lolos dari tendangannya. Sebentar lagi pasti orang-orang disekitarnya akan ‘kena dampaknya’. Dan benar saja…tiba-tiba dia teriak ketika melihat pembantunya meletakkan barang di tempat yang salah…”mbakkkkkk bukan di situ tempatnya!!! Ayo ambil lagi dan taruh di tempat yang benar!!! Diajari kok ga pinter-pinter tohhhh”

         Dan sepanjang hari Bro akan terus menerus bete di mana pun dia berada. Termasuk di kampus, teman-temannya pun juga dibentak-bentak dan dimarahinya.

         Hal itu sering terjadi, bahkan hampir terjadi setiap hari. Sehingga akibatnya baik keluarga, mau pun teman-temannya sangat tidak menyukainya. Kalau pun ada beberapa teman yang dekat denganya, mereka akan bersikap extra hati-hati agar tidak kena ‘damprat’ suatu saat nanti.

         Bro sangat menyadari perihal karakter, sifat, dan kebiasanya yang sangat amat buruk sekali itu dan dia sudah berusaha berubah. Bahkan tak jarang Bro bertanya-tanya pada kakak rohani dan teman-teman dekatnya bagaimana agar menjadi seseorang yang baik. Tetapi semakin hari Bro tidak menjadi semakin lebih baik tetapi menjadi sangat buruk. Sepertinya diri Bro sendiri tidak dapat mengatasinya (tetapi bukan kerasukan).

         Singkat cerita, sampai di suatu titik, ada seorang wanita yang membuatnya sedih. Wanita ini sangat baik dengannya, dan terkesan seolah-olah memberikan harapan bagi Bro, tetapi akhirnya Bro mengetahui dengan jelas bahwa Cindy, nama wanita yang sangat disukainya, yakni seseorang yang memperhatikannya, ternyata hanya menyayangi Bro sebatas teman dekat saja.

         Bro adalah seorang mahasiswa yang rajin ke gereja (sekali pun peringainya sangat buruk, tetapi ia sangat rajin pelayanan di bidang musik, karena tentu saja Bro tidak ada niat sama sekali untuk memiliki sifat yang buruk dan sebenarnya hatinya sangat baik) dan pada saat itu, ketika lagu penyembahan dinaikkan, Bro berdoa dengan membawa semua kesedihan di hatinya “Tuhan, sejak saat ini saya berdoa, saya mau berubah tetapi karena saya tidak mampu berubah, saya mohon kepadaMu agar Engkau yang mengubahkan saya dan saya hanya mau melekat padaMu saja, sehingga apa pun yang terjadi di sekitar saya, saya tidak mudah digoyahkan. Karena saya sungguh sangat menyadari bahwa sungguh penting dan berartinya Engkau bagiku. Amin”

         Karena Bro telah memutuskan untuk menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan. Maka hari-hari yang dilaluinya membuatnya lebih santai dan tidak terlalu mudah marah. Tuhan telah memegang kendali atas hidupnya. Tetapi manusia tidak bisa berubah secepat itu, sehingga tetap saja tidak terlihat perubahannya.

         Beberapa waktu kemudian, berbagai masalah datang tiada henti didalam keluarganya. Orang tuanya mengidap penyakit kanker dan berbagai masalah keuangan pun melanda seluruh keluarganya. Kepanikan, tekanan, ketakutan, kebencian, kemarahan, dan kesedihan, semuanya bercampur menjadi satu. Bahkan keluarga besar (saudara-saudara dari orang tua Bro) juga ikut panik.

         Sampai beberapa saat kemudian, melalui doa dan pengharapan, bersama Tuhan, Bro menjadi lebih kuat dan tabah, serta lebih tenang. Perlahan keluarganya pun mulai tenang dan terjadi perubahan yang baik, penyakit orang tua nya berangsur-angsur membaik. Sekali pun masalah itu tetap ada, tetapi karena tangan Tuhan memegang mereka, maka dari hari ke hari, mereka sekeluarga dapat melalui semuanya itu.

         Dengan adanya masalah yang dihadapinya dan tentu saja dengan bergantung penuh kepada Tuhan, Bro dapat berubah menjadi seorang yang jauh lebih sabar, lebih pengertian, lebih perhatian, dan lebih kuat serta tabah. Beberapa temannya telah melihat perubahan yang baik itu didalam diri Bro. Bro jauh lebih menyenangkan, sekali pun Bro tetap saja masih harus berusaha terus menerus agar menjadi lebih baik, tetapi pada dasarnya sifat-sifatnya yang buruk itu telah jauh pergi dari hidupnya.

         Seperti yang telah dikatakan bahwa perubahan yang dialami oleh Bro tidak terjadi sebesar 180 derajat, sesekali ia bisa menjadi marah, tetapi itu semua dikarenakan jika ada yang membuatnya marah, misalnya seseorang yang ‘mencobai’nya dengan berlaku buruk, tidak menghargainya, kasar, atau semena-mena dengannya, maka Bro pun otomatis bisa menjadi marah (semua orang pasti juga akan melakukan hal yang sama seperti Bro jika diperlakukan demikian).

         Dan ternyata tidak selesai dengan masalah itu, ada beberapa orang teman dekat Bro yang masih belum terima dan menganggap bahwa Bro belum berubah dan setiap kali Bro melakukan kesalahan atau marah, bagi mereka itu adalah kesalahan yang dilakukan oleh Bro yang sangat besar dan Bro memang tidak pernah bisa berubah.

         Hal ini membuat Bro sangat sedih. Padahal dia menyadari bahwa dia sudah berusaha untuk berubah dan dia marah bukannya tanpa sebab. Tetapi justru teman-teman dekatnya yang mungkin begitu sakit hati sehingga tidak bisa melihat sisi baik dari diri Bro dan selalu membuat masalah yang dilakukan oleh Bro adalah masalah besar.

         Suatu hari, Bro tidak berhenti menangis, sekali pun ia seorang pria, tetapi kesedihan, kepedihan, dan sakit di hatinya membuatnya sangat tertekan dan akhirnya membuat dia merasa bahwa dia memang tidak akan pernah bisa berubah. Tetapi puji Tuhan, pikiran Bro, tidak membuatnya kembali kepada sifatnya yang lama itu. Tuhan memberinya teman-teman yang dapat menerima dia apa adanya dan dapat melihat sisi positif dari diri Bro. Tuhan gantikan teman-teman dekat Bro dengan teman-teman yang lain yang lebih baik.

         Sekali pun Bro tetap harus berjuang, tetapi penyertaan Tuhan sungguh sangat dirasakan oleh Bro dan diketahui oleh teman-temannya sekarang, bahkan Bro juga menjadi berkat bagi teman-temannya dan keluarganya.

         Dari cerita tersebut diatas dapat dipelajari beberapa hal:

         Pertama, seseorang harus menyadari bagaimana dirinya, betapa buruknya dia, serta apa saja kekurangannya (mengkoreksi diri sendiri), kemudian harus mau berubah. Berubah dalam arti tidak dalam sehari atau dua hari kemudian merasa sudah berhasil atau merasa gagal dan tidak mempertahankan perbuatannya yang baik itu. Berubah dalam arti harus terus menerus mencoba dan terus menerus mengembangkannya serta yang terpenting adalah bertahan. Tidak lupa untuk bergantung pada Tuhan, karena hanya dengan kekuatan Tuhan, seseorang dapat berubah menjadi lebih baik.

         Kedua, dukungan dari orang lain itu sangat mempengaruhi dan dapat membuat seseorang itu lebih semangat untuk berubah, bukannya malah menjauhinya. Misalnya saja penghargaan melalui kata-kata “hei Bro, kamu sekarang sudah jauh lebih baik daripada dulu lho, udah jarang sekali marah, jadi kelihatan lebih sabar”.

         Ketiga, cara pandang dan atau penilaian orang-orang disekitarnya (teman-temannya) itu juga harus berubah. Dalam arti, tidak hanya Bro (jika menggunakan nama dalam cerita tersebut diatas) yang harus berubah, tetapi teman-temannya, orang-orang disekitarnya juga harus berubah. Mulai dari cara pandang dan atau penilaian, sampai dengan sifat atau kebiasaan seseorang itu didalam memperlakukan Bro misalnya. Karena jika hanya Bro yang berubah, tetapi teman-temannya tetap saja membuatnya jengkel, membuatnya marah, maka tentu saja Bro sebagai manusia biasa tidak akan bisa bersabar terus menerus dan akhirnya…lagi-lagi teman-temannya menyalahkan dia dan mengatakan bahwa Bro memang tidak pernah bisa berubah (kalau begini, siapa yang sebenarnya salah?). Sekali pun mungkin temannya itu berniat untuk bercanda, tetapi yang perlu diingat adalah tidak baik jika mencobai seseorang yang berada dalam tahap berusaha untuk berubah dengan mempermainkan perasaan atau emosinya.        

         Keempat, ketika kita memutuskan sesuatu (seperti Bro yang memutuskan untuk berubah) dan kita menjalani keputusan itu, maka hasilnya akan sesuai dengan apa yang menjadi keputusan kita. Contoh: kita memutuskan untuk bersukacita di pagi hari, maka sepanjang hari, kita akan bersukacita, tentu saja jika kita benar-benar mau bersukacita dan tidak sedikit-sedikit menjadi bete. Contoh lain jika kita memutuskan untuk diet dan benar-benar menjaga makanan, maka hasilnya kita bisa menjadi lebih kurus.

         Kelima, pengampunan dari teman-teman Bro (menurut cerita tersebut di atas), yaitu pengampunan kita terhadap orang lain (yang seperti Bro), sungguh sangat berarti bagi orang-orang seperti Bro. Dan yang terpenting adalah melepaskan sakit hati kita (orang-orang yang disekitar orang-orang seperti Bro) yang telah disakiti. Sekali pun itu sulit. Tetapi itu harus. Dalam segala hal kita harus mau mengampuni dan melepaskan sakit hati kita, agar kita sendiri tidak tersakiti.

         Jangan selalu merasa orang lain yang bersalah dan ia yang harus berubah, pandanglah diri sendiri, apakah kita sudah mengampuni dan melepaskan sakit hati kita? Apakah kita sudah menjadi seorang yang baik dan berkenan bagi Tuhan? (belum tentu). Jangan pernah menghakimi orang lain atau membenci atau membicarakan orang lain, karena kita sama-sama manusia, yang punya salah dan juga berdosa. Semuanya adalah Tuhan yang menilai.

         Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s