Siapa dan Apa Pegangan Kita Saat ini?


Peoples talk          Pada suatu hari di sebuah ruang didalam salah satu gedung perkantoran, ada sekelompok pekerja wanita, terdiri dari 4 (empat) orang, yang bernama Lan-Lan, Lea, Happy, Merry yang sedang membicarakan tentang sesuatu hal yang tidak penting dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan, hanya sekedar untuk melepas kejenuhan.

            Mereka membicarakan tentang berapa keseluruhan jumlah biaya dari barang-barang yang dikenakan oleh mereka masing-masing. Jadi misalnya untuk Lan-Lan, dia mengenakan kalung, baju, gelang, cincin, arloji, dan celana panjang, serta sepatu nya, masing-masing jika dijumlahkan harga belinya bisa mencapai Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah).

            Demikian seterusnya, mereka juga menjumlahkan milik Lea yang jika ditotal mencapai Rp 8.000.000,- (delapan juta rupiah); dan milik Happy hanya sejumlah Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah), sedangkan yang terakhir milik Merry, jika ditotal bisa mencapi Rp 9.000.000 (sembilan juta rupiah).

            Setelah menjumlahkan, ujung-ujungnya Merry sebagai seorang yang merasa paling mahal barang-barang yang dikenakannya menjadi bangga dan mulai membanggakan kekayaannya serta barang-barangnya yang lain. Sebaliknya si Happy yang paling rendah jumlah harga barang-barang yang dikenakannya, hanya bisa terdiam, karena merasa rendah diri. Dan ketika teman-temannya mengetahui jumlah yang paling rendah yang dimiliki oleh Happy pun, mereka bisa tiba-tiba sedikit merendahkan Happy dan hampir tidak memperhatikan Happy lagi, tetapi langsung berfokus pada pembicaraan Merry yang menurut mereka lebih menarik hati.

            Yeremia 9:23-24 berbunyi beginilah Firman Tuhan: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan”

            Apakah yang menjadi kebanggaan kita saat ini?

            Apakah anak-anak yang kita miliki? Apakah orang tua kita? Apakah pasangan kita? Apakah kecantikan atau ketampanan yang kita miliki? Apakah kedudukan atau posisi kita di kantor atau di gereja? Apakah barang-barang mahal yang kita miliki? Apakah banyaknya materi yang kita miliki? Apakah pelayanan yang kita lakukan? Apakah talenta yang kita miliki? Apakah karena keahlian-keahlian yang kita miliki? Apakah karena keberadaan orang-orang yang menyayangi dan membela kita?

            Lihatlah itu semua tidak ada satu pun yang abadi. Tidak ada satu pun yang bisa selama-lamanya kita banggakan. Semuanya dalam sekejab saja bisa berubah dari sesuatu yang membanggakan menjadi sesuatu yang menjengkelkan atau bisa saja tiba-tiba hilang begitu saja.

            Tetapi Tuhan telah mengajarkan bahwa hanya keberadaan DIA lah yang seharusnya membuat kita bangga, karena DIA itu sumber segala-galanya. DIA yang memberi apa yang kita inginkan dan yang kita perlu, DIA yang berkuasa atas segala hal, DIA yang memimpin kita menuju jalan yang benar dan penuh kemenangan, DIA yang menyediakan semua yang baik untuk kita, DIA yang membela kita dari perkataan-perkataan atau tuduhan-tuduhan yang tidak benar, DIA yang mengasihi kita dengan setulus hatiNYA, dan masih banyak lagi hal lainnya yang bisa kita banggakan dan bisa kita harapkan dari DIA.

            Realita hidup di muka bumi ini memang penuh dengan tantangan dan penuh dengan persaingan. Selain itu manusia memang lebih melihat sesuatu yang tidak abadi. Semakin kita kaya, semakin kita cantik, semakin kita dianggap orang lain ‘mampu’ dalam segala hal, maka kita akan menjadi semakin populer, semakin sering dicari, semakin didekati, semakin dihargai, dan dihormati.

            Tetapi realita juga bahwa ketika kita tidak memiliki apa-apa dan ketika kita jatuh, adakah ‘mereka-mereka’ itu didekat kita? Pada akhirnya semua yang menyenangkan di muka bumi ini, juga bisa membuat kecewa.

Jadi sekarang kepada siapa dan kepada apa pegangan kita?

Kita hidup pada dunia yang nyata dengan berbagai hal yang penting dan perlu untuk kita miliki agar kita bisa tetap bisa merasa bahagia dan berarti di mata orang lain, tetapi diatas semuanya itu, kita tetap harus berpegang pada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah buku kehidupan. Satu-satunya yang abadi dan yang bisa menopang hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s