SUPPORT AND LOVE


Seorang laki-laki yang sukses, karena ada seorang wanita yang berdiri dibelakangnya, dalam arti seorang wanita tersebut ada memberinya dukungan. Sedangkan seorang wanita yang berbahagia, karena ada seorang pria dan atau keluarganya yang mencintainya.

Husband&Wife

         Lalu apakah seorang pria yang tidak sukses dan memiliki istri itu berarti karena si istri kurang mendukung? Lalu apakah seorang wanita yang tidak berbahagia itu berarti berasal dari keluarga yang broken home ataukah memiliki suami yang tidak mencintainya?

         Pertanyaan lain lagi, jika suami ternyata adalah seorang yang sukses, apakah itu dikarenakan wanita atau istri yang disampingnya yang telah mendukung dia? Bagaimana jika sebenarnya pria tersebut ternyata tidak atau belum memiliki pendamping (entah pacar atau istri)? Lalu jika seorang wanita yang berbahagia, apakah itu karena keluarga dan pasangan (entah pacar atau suami) yang mencintainya? Bagaimana jika seorang wanita tersebut tidak atau belum memiliki pendamping?

         Pertanyaan-pertanyaan tersebut, tidak ada seorang pun yang dapat menjawabnya dengan pas (tepat), karena semuanya itu hanya dapat ditemukan jawaban yang pas (tepat) atau yang benar jika masing-masing pria dan atau wanita menjawabnya dengan sangat jujur.

         Suami dan istri, disatukan dalam pernikahan, bertujuan untuk saling mendukung. Istri adalah tonggak doa bagi keluarganya, sehingga masuk akal jika suami berhasil, itu adalah karena doa-doa dari istrinya. Satu hal perlu diingat adalah bahwa Tuhan tidak mendengar doa yang memiliki tujuan yang tidak baik. Jadi jika kita mendoakan seseorang, sekali pun itu untuk suami atau istri atau anak atau teman-teman, untuk suatu tujuan yang tidak baik namun Tuhan mendengar dan menjawabnya, maka mungkin saja itu bertujuan baik untuk mendidik seseorang.

         Jadi jika seorang pria yang tidak atau kurang atau belum berhasil, itu bukan semata-mata karena pasangan atau seorang wanita telah mendoakannya agar tidak berhasil, tetapi (kalimat sederhananya) mungkin saja seorang pria itu mungkin saja kurang memperoleh dukungan. Bukankah sesuatu hal dapat lebih berhasil jika dikerjakan bersama-sama? Sekalipun yang seorang bekerja dan yang seorang hanya berdoa, keduanya pasti lebih berhasil daripada seorang diri saja berusaha (dan apalagi jika tidak didukung dengan berdoa).

         Sebaliknya, apakah seorang pria itu berhasil selalu ada seorang wanita yang berdiri disampingnya? Belum tentu seorang wanita itu adalah pasangannya, bisa saja seseorang itu adalah ibunya. Dan sebenarnya tidak selalu itu adalah seorang wanita, bisa saja rekan kerjanya (seorang teman pria) hanya saja sebagian besar seorang pria berhasil itu adalah karena dukungan dari istrinya. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa segala sesuatu akan jauh lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama, entah berdua, bertiga, atau lebih dari itu jumlahnya. Maka jika seorang pria itu berhasil, pasti ada seseorang atau lebih yang turut mendukungnya sekali pun hanya sekedar melalui doa.

         Tentang seorang wanita yang berbahagia adalah karena ada keluarga dan atau suami yang mencintainya, sebenarnya tidak hanya seorang wanita yang akan berbahagia jika merasa dicintai, tetapi pada dasarnya seorang wanita diciptakan Tuhan untuk dicintai. Didalam alkitab, Tuhan berfirman kepada para suami agar mencintai istri, karena apa? Karena istri atau wanita pada hakikatnya diciptakan untuk dicintai.

         Jadi seorang wanita jika ia dicintai oleh keluarganya, oleh teman-temannya, dan apalagi dicintai oleh suaminya (jika sudah memiliki suami/pasangan), maka ia akan merasa dan akan bercerita kepada orang-orang sekitarnya bahwa ia sungguh merasa berbahagia.

         Jadi…?

         Marilah kita hidup di masa sekarang ini dengan saling mendoakan, mendukung, dan mencintai. Sama sekali tidak ada kerugian yang ditimbulkan dan tidak salah jika kita mendoakan, mendukung, dan mencintai orang lain dengan cara-cara yang benar dan tidak menyalahgunakannya. Justru hal itu akan membangun semangat untuk orang lain, khususnya jika mereka mengalami masa-masa yang sangat sulit.

         Bagaimana caranya agar kita memperoleh dukungan, doa, dan cinta?

         Kita harus mau berubah dan dapat menerima orang lain.

         Mengapa harus berubah? Jika kita memiliki sifat atau kebiasaan yang kurang baik, maka orang akan enggan untuk dekat dengan kita. Jika orang enggan dekat dengan kita, maka mereka akan sulit untuk memberikan dukungan, jangan-jangan mereka juga lupa untuk berdoa, dan sudah pasti tidak akan bisa mencintai orang yang menjengkelkan.

         Mengapa harus dengan menerima orang lain? Segala sesuatu harus ada feed back juga. Jika kita mau orang lain berubah, maka setelah seseorang itu berubah, kita harus mencobanya untuk menerima orang itu. Selain itu, setiap orang pasti membutuhkan yang namanya penerimaan, jadi dengan menerima orang lain, maka kita pun akan di terima oleh orang lain. Dengan menerima orang lain, maka kita bisa berdoa, mendukung, dan mencintainya.

         Semuanya dapat terjadi dan mungkin terjadi jika kita bersama-sama dan bersatu, khususnya didalam doa dan pengharapan, serta berada didalam kasih Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s