Bertobatlah!


BertobatPada suatu malam, ketika menjelang hendak tidur, Rubi berlutut berdoa dan tiba-tiba di hatinya digerakkan untuk kembali bertobat. Awalnya Rubi bingung, tetapi akhirnya Rubi memilih untuk taat dan Rubi pun berdoa memohon kepada Roh Kudus untuk mengingatkan padanya apa yang harus ia doakan.

         Tak sampai beberapa detik lamanya, Rubi diingatkan beberapa nama, seperti nama pimpinan di perusahaannya, teman-teman ditempatnya bekerja, orang tuanya, dan teman-teman komunitasnya di gereja, dan Rubi seperti bisa merasakan kejengkelan, kemarahan yang dialami akibat sikap-sikap nama-nama yang tersebut itu, sampai Rubi menangis tak berdaya dan merasa begitu sangat berdosa juga karena telah membenci mereka-mereka itu.

         Dalam segala tekanan dan perasaan yang sebenarnya sulit bagi Rubi untuk dapat mengampuni mereka semua setelah apa yang mereka lakukan terhadap dirinya, akhirnya Rubi berkata dalam doanya “Tuhan, mereka adalah anak-anakMu, situasi dan kondisi tidak memungkinkan saya untuk meminta maaf kepada mereka, bisa-bisa malah memperuncing masalah atau membuat hubungan yang baik jadi renggang nantinya. Jadi saya memutuskan untuk memohon ampun kepadaMu sebagai Bapa mereka”.

         Kemudian Rubi mulai menyebutkan nama mereka satu per satu, serta mengatakan bahwa ia telah mengampuni, ia telah melepaskan pengampunan, dan tak lupa juga Rubi juga melepaskan berkat bagi mereka semua. Berkat yang Rubi ucapkan bukan sekedar berkat dengan hati yang terpaksa, tetapi Rubi melepaskan berkat dengan hati yang benar-benar tulus dan terbuka atas mereka semua.

         Singkat cerita, setelah Rubi selesai dan tidak ada ganjalan lagi di hatinya, Rubi juga mengingat-ingat kembali kalau saja mungkin ada yang terlupakan untuk diampuni dan setelah Rubi yakin selesai semuanya, maka dadanya yang tadinya terasa sesak, sekarang sudah menjadi lega, barulah Rubi bisa tidur dengan tenang dan bersukacita.

         Keesokan harinya, seorang teman yang cukup peka dengan suara Tuhan, mengatakan kepada Rubi bahwa semalam Tuhan berbicara padanya bahwa Tuhan sungguh senang melihat hati Rubi yang tulus dalam doa semalam dan melihat Rubi telah melakukan bagiannya, maka Tuhan juga akan bekerja dalam diri Rubi dan melakukan apa yang menjadi bagianNya.

         Seperti cerita tentang anak yang hilang dan kemudian pulang kembali kepada bapanya. Betapa bersukacitanya sang bapa menyambut anaknya yang telah kembali. Demikian pula Bapa kita, pastinya juga akan bersukacita ketika kita kembali bertobat. Apalagi di hari-hari menjelang paskah, yaitu hari-hari menjelang memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, alangkah baik jika kita kembali bertobat.

         Bertobat di sini bukan berarti kita menjadi seseorang yang ‘baru Kristen’. Bertobat juga bukan berarti seperti seorang yang baru mengenal Tuhan Yesus. Atau kata bertobat juga bukan berarti tidak perlu bagi orang-orang yang setiap hari Minggu sudah ke gereja dan sudah melayani.

         Bertobat memiliki arti berbalik dari jalan yang salah, dari setiap dosa-dosa dan kesalahan kita. Itu berarti jika kita memiliki sakit hati, kepahitan, iri hati, kesombongan, dan telah memperlakukan orang lain dengan tidak baik, maka sudah saatnya kita berbalik/bertobat, contohnya seperti yang telah dilakukan Rubi pada cerita tersebut diatas, yaitu melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah menyakiti hatinya dan memohon ampun juga kepada Tuhan dan (jika memungkinkan) langsung kepada orang yang telah kita sakiti.

         Ciri dari seseorang yang bisa mengampuni orang lain adalah ia dapat memberkati orang tersebut dengan tulus hati.

         Kita semua adalah manusia biasa yang sekali pun kita telah mengampuni orang-orang yang bersalah dengan kita, tetapi ada kalanya dengan kita sadari atau tanpa kita sadari, ada hal-hal tertentu oleh orang-orang tertentu, yang telah menyakiti hati kita dan itu harus dibereskan jika kita ingin berkat Tuhan mengalir didalam diri kita dan Tuhan berkenan atas hidup kita.

         Tidak hanya masalah sakit hati dan pengampunan yang harus diselesaikan, tetapi kesombongan, iri hati, kepahitan, kemarahan, kejengkelan, rasa tidak suka, hati yang menginginkan harta dengan segala cara untuk mendapatkannya, dan hal-hal yang tidak baik lainnya juga harus dibersihkan dari hati kita.

         Pertobatan juga bukan berarti hanya sekedar berdoa dan memohon ampun, tetapi kita juga harus berjalan dalam pertobatan itu, dalam arti jika kita mengampuni orang lain, kita sudah tidak boleh mengingat atau mengungkit kesalahan orang itu lagi. Jika kita bertobat dari sikap hati yang sombong, itu berarti kita sudah tidak boleh sombong lagi. Dan lain sebagainya.

         Kita harus berjalan didalam pertobatan itu, karena kita telah berbalik dari jalan yang jahat atau jalan yang salah, maka kita harus berjalan dijalan yang benar, tidak boleh lagi kita mengulangi perbuatan yang jahat atau yang salah itu lagi.

         Bila perlu, kita harus bertobat setiap hari, tidak dengan kekuatan kita karena pastinya kita tidak akan mampu melawannya, tetapi memohon kepada Roh Kudus untuk memberikan kekuatan serta kemampuan bagi kita agar dapat bersih segala yang tidak berkenan dihati Tuhan yang ada didalam hati dan pikiran kita.

         Tuhan Yesus telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa dan segala kesalahan kita, juga untuk mengalahkan segala sakit penyakit kita. Tuhan Yesus telah berkorban bagi kita agar jauh dari dosa sehingga kita dekat dengan Tuhan. Jadi jangan sampai kita justru membiarkan dosa itu ada didalam diri kita dan ‘mengorbankan’ hubungan kita dengan Tuhan. Jangan sampai kita dipengaruhi atau hati kita dipenuhi dengan kejahatan-kejahatan yang tidak seharusnya kita lakukan, karena sekecil apa pun dosa, itu akan membuat kita jauh dari Tuhan. Bertobatlah sekarang, selagi masih ada waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s