Mengertilah Aku!


UnderstandSemua orang ingin dimengerti. Semua orang ingin dipahami. Semua orang ingin didahulukan. Semua orang ingin dipenuhi kebutuhannya, bahkan kalau bisa tanpa harus meminta ia sudah langsung memperolehnya. Semua orang ingin dicintai. Semua orang ingin dirinya diterima dengan segala kekurangannya juga. Semua orang ingin diperlakukan adil. Semua orang ingin memperoleh yang terbaik.
Pertanyaannya adalah siapa yang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, harapan, dan dapat menerima orang lain apa adanya tanpa memikirkan dirinya sendiri?

Secara manusia biasa, sulit untuk memikirkan diri sendiri sekaligus memikirkan orang lain, tetapi bukan berarti tidak bisa memikirkan keduanya sekaligus. Hanya saja, untuk memikirkan orang lain, kebanyakan akan ‘merugikan’ atau ‘mengorbankan’ diri sendiri sehingga kepentingan orang lain didahulukan.

Seorang anak bernama Boeney, suatu hari ia harus mengantarkan jajanan kue yang dipesan oleh bu Sadri segera. Tetapi ditengah jalan seorang anak kecil berusia 5 tahun, bernama Cimal menangis karena tersesat. Boeney adalah seorang anak yang baik hati dan sangat peduli dengan orang lain. Menurut anda, apa yang harus dilakukannya?

Untuk menjawabnya, akan ada banyak versi, karena ada banyak pribadi yang pasti punya pendapat yang berbeda-beda. Tetapi dalam cerita tersebut, Boeney akhirnya memilih untuk mengantarkan Cimal pulang agar ia tidak menangis lagi dan kemudian mengantarkan jajanan dengan resiko Boeney harus dimarahi oleh bu Sadri dan oleh mamanya, karena jajanan kue itu dipesan untuk sebuah acara dan sampai acara tersebut berakhir, jajanan itu belum datang. Maklum saja rumah Cimal begitu jauh, sama jauhnya dengan rumah bu Sadri dari rumah Boeney (berbentuk segitiga jika digambarkan arahnya).
Bisakah Boeney mengatakan kepada bu Sadri dan mamanya “mengertilah aku?” atau bisakah Boeney mengatakan kepada Cimal “mengertilah aku?”. Boeney tidak berbuat sesuatu yang buruk dan alasannya datang terlambat mengantarkan jajanan kue juga bukannya dibuat-buat, tetapi dalam kisah ini, benar-benar berada di posisi yang sulit bagi Boeney untuk menjelaskan.

Bisa saja Boeney memutuskan untuk membawa Cimal mengantarkan jajanan kue terlebih dahulu (cara yang lebih bijaksana) baru mengantarkan Cimal pulang. Tetapi bisa saja pada saat itu Cimal menangis begitu keras dan sangat ketakutan, dan lagipula Cimal anak berusia 5 tahun, akankah ia mengerti ajakan Boeney di tengah ketakutan yang sedang dialami karena berpisah dari orang tuanya?
Semua orang butuh untuk dimengerti, semua orang ingin dimengerti, tetapi jika semua orang ingin selalu untuk dimengerti, maka bahasan setiap persoalan tidak akan pernah ada ujungnya. Karena tidak akan pernah ada jalan keluarnya.

Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi kita dengan bersikap tidak egois, yang terbukti dengan mengorbankan diriNya untuk disalibkan, demi membebaskan kita dari dosa. Bagaimana kita bersikap sebagai anak-anak Tuhan, jika Bapa kita sudah memberikan kita teladan yang baik?

Kita tidak harus disalibkan seperti Tuhan Yesus hanya untuk membuktikan bahwa kita tidak egois, tetapi kita bisa saja berusaha dengan cara tidak selalu ingin dimengerti, didahulukan, atau diutamakan, tetapi sebaliknya, mulailah untuk bersikap bisa mengerti, mendahulukan, dan mengutamakan orang lain. Tidak selalu kita harus dirugikan karenanya, kita bisa memikirkan berbagai cara yang bijaksana didalam setiap pengambilan keputusan, demi kebaikan bersama. Tetapi jika memang harus mengorbankan atau merugikan diri sendiri, berdoalah agar hati kita tulus melakukannya dan biarlah Tuhan yang membalas semua kebaikan kita. Ingatlah bahwa Tuhan itu bijaksana dan IA tidak buta. Ia memperhitungkan segala perbuatan kita.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s