“I love you”


Love            

            Ada seorang pria yang bernama Sam, sedang melakukan pendekatan dengan seorang wanita bernama Lan-Lan. Sam sangat menyukai Lan-Lan. Bagi seorang pria hal pertama yang membuatnya tertarik dengan seorang wanita salah satunya adalah karena kecantikannya secara fisik. Dan Lan-Lan adalah seorang wanita yang sangat cantik, sehingga Sam berusaha untuk melakukan pendekatan untuk lebih mengenal pribadi Lan-Lan.

            Singkat cerita, kebersamaan mereka membuat mereka lambat laun saling mengenal satu dengan yang lainnya dan ternyata mereka cocok. Sehingga pada saatnya, mereka berdua memutuskan untuk menikah.

            Dalam pernikahan mereka mempunyai 2 (dua) orang anak laki-laki dan perempuan. Mereka sekeluarga hidup sangat bahagia. Sampai suatu ketika, Lan-Lan memergoki Sam berduaan dengan sekretarisnya, padahal pada waktu itu keadaannya tidak seperti yang Lan-Lan pikirkan. Sam benar-benar sedang membahas tentang masalah pekerjaan. Namun entah mengapa timbul rasa curiga di hati Lan-Lan, sampai akhirnya mereka berdua bertengkar sangat hebat dan Sam bertanya pada Lan-Lan mengapa Lan-Lan begitu marah dan tidak mempercayainya padahal Sam sangat mencintai Lan-Lan dan tidak terbersit sedikit pun di benak Sam untuk bersama wanita lain? Lan-Lan hanya mengatakan bahwa Sam tidak pernah berkata bahwa Sam mencintai Lan-Lan sedari Sam pendekatan dengan Lan-Lan sampai saat detik itu mereka bertengkar.

            Jawaban Lan-Lan membuat Sam sangat terkejut. Apakah kata-kata “I love you” atau “saya mencintaimu” itu sangat penting artinya? Bukankah melalui perbuatan Sam sudah jelas mengatakan bahwa Sam sangat mencintai Lan-Lan? Tetapi mengapa sampai terbersit di hati Lan-Lan bahwa Sam tidak mencintainya?

            Belum selesai masalah mereka berdua, muncul masalah baru, ketika mendengar teriakan anak perempuan mereka, si Cherry, yang menangis sambil berteriak “Papa jahat! Mama jahat!”. Ada apa gerangan? Sam dan Lan-Lan spontanitas berlari menghampiri si Cherry dan menanyakan ada masalah apa?

            Sambil menangis Cherry cerita bahwa pada hari itu ada sebuah acara disekolahnya, yaitu acara keluarga, yang mana para siswa siswi akan bermain/berlomba bersama kedua orang tuanya. Tetapi Sam dan Lan-Lan karena kurang memperhatikan jadwal Cherry pada hari itu, sampai-sampai mereka melupakan acara yang diadakan oleh sekolahnya Cherry. Mereka tidak dapat menjelaskan apa-apa kecuali menunggu Cherry berhenti menangis lalu memeluknya.

            Suatu pertanyaan dari Cherry yang sangat mengejutkan Sam dan Lan-Lan setelah mereka melepaskan pelukannya “apakah papa dan mama menyayangi aku?” tanya Cherry. Spontan saja Sam dan Lan-Lan menjawab bahwa tentu saja mereka sangat mencintai Cherry. Kemudian Cherry menjawab kembali “tetapi mengapa papa dan mama tidak pernah memperhatikan dan mengatakan padaku bahwa papa dan mama benar-benar mencintaiku?”. Mereka berdua hanya berpandangan dan hanya bisa mengatakan bahwa mereka berdua benar-benar mencintai Cherry.

            Apakah benar ungkapan cinta/kasih sayang itu harus diungkapkan? Jawabannya adalah ya.

            Setiap orang perlu mendengar melalui kata-kata dan melihat melalui perbuatan, sehingga setiap orang itu dapat benar-benar merasakan bahwa kata-kata yang didengarnya melalui ucapan itu telah dibuktikan melalui perbuatan/tindakan nyata.

            Namun sayangnya, kebanyakan orang sulit sekali mengatakan bahwa mereka mencintai seseorang yang lain (pasangannya, anaknya, dan atau kepada orang tuanya), entah apakah karena malu, gengsi, sibuk, atau kah memang perasaan yang dimilikinya hanya biasa-biasa saja sehingga tidak dapat mengungkapkan rasa sayangnya?

            Cinta adalah sebuah komitmen yang tidak hanya sekedar diucapkan dengan kata-kata atau ditunjukkan melalui perbuatan, tetapi cinta perlu diucapkan dan dibuktikan melalui tindakan nyata.

            Hal ini bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya anak terhadap orang tuanya. Karena ketika pasangan menikah, ia telah berjanji atau berkomitmen untuk saling mencintai dan membentuk keluarga bersama-sama (berdua) dan dari komitmen itu, Tuhan melihat bahwa keduanya telah siap dan kemudian akan mempercayakan kepada mereka anak-anak untuk dikasihi. Jadi komitmen awal sewaktu hari h pernikahan adalah termasuk komitmen untuk dapat mencintai anak-anak mereka (jika Tuhan beri). Dan anak-anak juga wajib untuk menghormati dan mencintai orang tua sebagai abdi Allah atau wakil Allah di muka bumi ini.

            Ketika Tuhan Yesus dilahirkan sebagai manusia di muka bumi ini, Ia telah mengetahui komitmenNya kepada BapaNya untuk mengasihi umat manusia dan menebus semua dosa di atas muka bumi ini. Dan komitmenNya itu tidak hanya sekedar diucapkan melalui kata-kata tetapi perbuatanNya yaitu mati di atas kayu salib, sehingga tidak perlu lagi diragukan bahwa Ia benar-benar mencintai kita.

KasihNya adalah kasih agape, yaitu kasih yang tidak menuntut balas, bahkan seringkali kita mengecewakan atau menyakitiNya, namun kasihNya itu tidak pernah pudar. KasihNya berbeda dengan kasih manusia yang seringkali masih mengharapkan balasan. Dan jangan menduga bahwa Ia hanya mengucapkan bahwa Ia mengasihi dunia ini pada saat 2000 tahun yang lalu, tetapi pada jaman ini, Ia selalu dan masih sering berkata bahwa Ia sangat mengasihi kita dengan berbagai cara. Namun tidak semua orang dapat mendengarNya atau menyadari hal itu.

            Dalam hal ini, Tuhan Yesus telah memberikan contoh dan menjadi teladan bagi kita semua bahwa Ia sungguh-sungguh sangat mengasihi kita. Lalu mengapa ada survey yang mengatakan bahwa salah satu kata yang sulit diucapkan oleh manusia adalah “I love you” atau “saya sayang kamu”?

            Mengakui atau tidak, kenyataannya ada begitu banyak Sam dan Lan-Lan (entah sebagai pasangan atau sebagai orang tua atau sebagai saudara atau teman) yang dalam hidupnya tidak pernah berkata “I love you” kepada sesamanya. Terbukti ada begitu banyak orang yang seperti Lan-Lan dan Cherry, yang kekurangan kasih sayang atau merasakan bahwa ia tidak dikasihi, sehingga sulit bagi seseorang itu untuk dapat merasakan dan mempercayai kasih Tuhan yang tidak kelihatan.

            Mungkin saja seseorang berpikir jika ia mengatakan “saya sayang kamu”, nanti dia menjadi ge er atau besar kepala. Atau mungkin saja seseorang enggan mengatakan “I love you” karena malu atau takut cintanya ditolak. Ataukah seseorang takut mengatakan “I love you” karena takut berkomitmen? Jangan-jangan setelah mengatakan “I love you”, ia akan menuntut saya macam-macam, harus bertanggung jawab, harus menjadi pacarnya, atau harus menjadi sahabatnya, atau harus membuktikan dengan tindakan yang mungkin tidak mampu saya lakukan?

            Tidak perlu takut untuk berkata “I love you” atau “ saya menyayangi/mengasihi/mencintai kamu”, apabila pada dasarnya manusia terlahir untuk menjadi seseorang yang dicintai, namun juga harus dapat mencintai sesamanya, karena tidak mungkin seseorang hanya mau menerima cinta tetapi tidak mau mencintai (lalu siapa yang akan mencintai?). Tuhan Yesus telah meletakkan rasa cinta itu dihati manusia, hanya saja, seperti tanaman yang dapat tumbuh subur ketika disirami, demikian pula rasa cinta itu akan dapat tumbuh subur ketika kita mau belajar menyiraminya dengan cara membuka diri untuk mencintai dan dicintai.

Cinta itu dapat mengubahkan seseorang.

Oleh karena cinta kasih Yesus, kita semua menjadi manusia yang diampuni dari dosa-dosa dan menjadi manusia yang baru.

Marilah kita saling mencintai sama seperti Tuhan Yesus yang sangat mencintai kita, dan sebagaimana kita juga ingin dicintai, maka kita harus terlebih dahulu dapat mencintai orang lain dengan cinta kasih agape yang daripada Tuhan. Namun cinta tidak hanya disimpan didalam hati, tetapi juga harus diungkapkan dan dibuktikan melalui tindakan agar orang mengetahui, dapat merasakan, dan bersukacita karenanya.

Pada kesempatan ini, belajarlah untuk mengungkapkan rasa cinta itu kepada orang-orang yang benar-benar telah mencintai dan kita cintai, jangan sampai terlambat, bahkan jangan sampai terjadi seseorang itu pergi tanpa mengetahui bahwa kita sebenarnya mencintainya.

God loves all of you and so do I.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s