“Thank you”


Thank youPara orang tua dan para guru di sekolah, di mana pun mereka berada di seluruh muka bumi ini, tentunya tidak akan pernah lupa untuk mengajarkan kepada anak-anaknya dan anak didiknya untuk mengucapkan “terima kasih” apabila diberi sesuatu oleh orang lain. Ucapan terima kasih itu telah menjadi sesuatu yang spontanitas/langsung dikatakan apabila kita diberi sesuatu.

Tetapi mengapa dalam suatu survey dikatakan bahwa salah satu kata yang paling sulit diucapkan adalah “thank you (terima kasih)”?

            Ada seseorang yang entah mengapa, saudara-saudara kandungnya dan teman-teman sekolahnya kebanyakan tidak menyukainya. Seseorang itu bernama Zera. Zera adalah seorang anak yang sangat baik hati, rajin membantu orang tua, dan rajin belajar. Ia di didik oleh kedua orangnya untuk benar-benar taat pada ajaran Firman Tuhan dan tidak boleh lupa untuk berdoa. Jadi sekali pun Zera disakiti atau dibenci oleh lingkungan sekitarnya, Zera tetap tersenyum, mengampuni, dan tetap menyapa teman-temannya dengan baik.

            Oleh karena kebaikan hati dan ketaatan Zera pada orang tunya, maka Zera tidak pernah luput dari penjagaan dan penyertaan Tuhan didalam hidupnya. Tuhan selalu memberkatinya, mengabulkan apa pun yang diinginkan hatinya, dan semuanya serba tercukupi, sehingga akhirnya sekitarnya menjadi iri hati dan kemudian memilih sikap untuk memusuhi.

            Zera sangat dikasihi orang tua, paman bibi, dan para guru di sekolah. Zera memiliki seorang sahabat yang juga sangat mengasihinya dengan tulus, tetapi oleh karena melihat sahabatnya itu diancam oleh teman-temannya, maka Zera memutuskan untuk menjaga jarak dengan sahabatnya.

            Suatu hari, listrik di sekolah Zera mengalami konsleting dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Pada waktu itu, tukang kebun di sekolah Zera telah selesai mengumpulkan sampah, dan seperti biasa, ia akan membakar semua sampah, agar tidak berserakan. Dan tempat pembakaran itu sangatlah dekat dengan listrik yang sedang mengalami konsleting. Di tambah lagi ada angin kencang yang menyebabkan api akhirnya menyulut listrik itu dan terjadilah kebakaran.

            Kejadian itu tepat pada saat semua murid sedang mengerjakan ujian akhir, sehingga tak seorang pun memperhatikan adanya api, sampai seorang guru melihat api ketika hendak menuju toilet. Lalu guru itu berteriak memberikan peringatan bagi semua warga sekolah. Namun malangnya api begitu cepat menjalar sehingga ada kelas yang sudah dipenuhi oleh api sebelum murid-murid itu melarikan diri.

            Di dalam kelas itu, ada 2 (dua) orang kakak kembar Zera yang berteriak-teriak ketakutan dan tidak dapat melepaskan diri lagi. Dan karena rasa kuatir didalam hati Zera api akan membunuh kedua kakaknya itu, maka tanpa pikir panjang, Zera segera mencari apa saja yang dapat melindungi badannya dari api, dan Zera menemukan kain karung yang kemudian dicelupkan ke dalam air dan dikenakanlah kain karung itu oleh Zera sehingga paling tidak Zera dapat masuk ke dalam kelas itu untuk menyelamatkan kedua kakaknya.

            Singkat cerita, berkat Zera, akhirnya kedua kakaknya selamat, dan murid-murid yang lain pun berhasil diselamatkan oleh orang-orang yang ketika melihat keberanian Zera, mereka pun turut ambil bagian untuk menyelamatkan yang lainnya.

            Namun, sulit sekali bagi kedua kakak Zera itu untuk mengucapkan terima kasih kepada Zera, adiknya, yang selama ini mereka benci, tetapi telah menyelamatkan mereka. Demikian pula teman-teman Zera yang selama ini tidak menyukai Zera tanpa alasan itu tidak memberikan komentar apa pun juga, termasuk ucapan terima kasih.

            Untunglah Zera berhati mulia, sehingga tidak mempermasalahkan perihal ucapan terima kasih itu. Tetapi kedua orang tua Zera lah yang memaksa agar kedua anak kembar mereka itu bisa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Zera. Dan akhirnya mereka pun berbaikan.

            Dari contoh cerita tersebut di atas, mengapa seseorang sulit mengucapkan rasa terima kasih?

Karena yang menolong atau yang memberikan sesuatu kepada seseorang itu adalah seseorang lain yang mereka benci, seseorang yang mereka tidak sukai, dan mungkin adalah seseorang yang bagi mereka adalah pesaing mereka, sehingga mereka enggan sekali untuk mengucap terima kasih ketika menerima bantuan atau sesuatu.

Coba bayangkan seorang lawan bagi kita, memberikan suatu hadiah atau pertolongan bagi kita. Karena ada rasa malu campur gengsi, maka untuk mengucapkan “terima kasih” kepada ‘lawan’ itu menjadi sangat sulit. Bisa-bisa yang keluar adalah kalimat “saya tidak butuh bantuanmu, mengapa kamu membantu saya?” atau “saya tidak butuh barangmu” lalu menyuruhnya pergi atau meninggalkannya pergi.

Seseorang sulit mengucapkan terima kasih, juga dapat dikarenakan merasa dirinya paling hebat, paling cantik/ganteng, paling kaya, memiliki jabatan atau posisi yang sangat tinggi, dan atau menganggap ia adalah orang tua nya atau seseorang yang memiliki usia yang lebih tua (sombong/angkuh). Kesombongan dan keangkuhan itu dapat membuat seseorang sulit untuk mengucapkan terima kasih.

Dan ada berbagai macam alasan lainnya lagi yang dapat membuat seseorang sulit untuk mengucapkan kata “terima kasih”, padahal sedari kita lahir, orang tua kita pasti telah mengajarkan kepada kita untuk selalu mengucapkan terima kasih apabila ada seseorang yang telah memberikan sesuatu atau telah menolong kita.

Didalam Firman Tuhan juga diajarkan bahwa dalam segala hal, kita harus mengucap syukur. Mengucap syukur adalah ungkapan terima kasih dan penghargaan kita kepada Tuhan, dalam segala situasi yang diberikanNya kepada kita, baik itu buruk mau pun hal yang baik.

Dengan adanya kita mengucapkan rasa terima kasih kepada orang yang telah memberikan sesuatu atau berbuat sesuatu kepada kita, akan membuat seseorang itu merasa dihargai.

Bukankah kita tidak mengetahui bagaimana seseorang itu mungkin telah berkorban atau bersusah payah untuk memberikan sesuatu untuk menyenangkan kita atau membantu kita? Sekali pun mungkin kita tidak memintanya, tetapi kita dapat melihat bahwa inisiatifnya itu dapat memberikan 1 (satu) point nilai positif. Dan sekali pun hanya sekedar mengucapkan terima kasih, minimal kita telah menunjukkan bahwa kita menghargai usaha/inisiatifnya itu.

Ucapan terima kasih tidak hanya diucapkan pada saat kita menerima sesuatu yang berupa barang dan atau bantuan dari orang lain, tetapi dapat juga pada saat seseorang telah memuji kita. Kita harus mengucapkan terima kasih karena telah dipuji, karena seseorang itu berarti telah memberikan penghargaan bagi kita melalui pujiannya. Dan sebaliknya, termasuk pada saat seseorang mungkin telah berlaku buruk pada kita, kita pun harus berterima kasih, karena setiap hal itu diijinkanNya terjadi bukannya untuk membuat kita menjadi terpuruk, tetapi bisa saja untuk menguji kita dan membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi, dan oleh karenanya kita tetap harus berterima kasih. Sama seperti bersyukur kepada Tuhan dalam segala keadaan dan situasi, demikian pula kita harus berterima kasih kepada sesama kita sekali pun mungkin itu untuk sesuatu hal yang menyakitkan.

Ketika kita mampu memberikan penghargaan kepada orang lain atau dengan kata lain menghargainya, maka orang lain pun tidak akan segan-segan menghargai kita. Apa yang ingin orang lain perbuat pada kita, perbuatlah demikian juga kepada orang lain dengan segenap hati dan bukan karena terpaksa.

Melalui artikel ini, ijinkan saya juga untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jemaat yang bersedia membuka dan membaca isi warta jemaat ini, termasuk yang telah membaca dan memberikan masukkan bagi artikel-artikel saya selama ini. Terima kasih juga tak lupa saya ucapkan kepada kedua orang tua, saudara, jemaat, dan teman-teman saya yang telah mendukung dan mendoakan saya untuk tetap terus menulis. Kiranya setiap tulisan/karya yang ada ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s