Enjoy His Love


            Selama ini, saya hanya melihat film Passion of The Christ dari cuplikan-cuplikan saja, tidak pernah melihat secara full, sekalipun papa dan kakak saya pernah melihat DVDnya. Dan setiap kali melihat penyiksaan Yesus, saya pun melihat ke arah yang lain, karena saya tidak pernah mau melihat film yang berisikan kesadisan, kejahatan, dan yang lainnya yang buruk-buruk. Setiap kali melihat hal tersebut, saya tidak berani melihat dan saya selalu memalingkan muka saya.

            Sampai suatu ketika saya datang ke image-kebaktian pemuda dan ditayangkan cuplikan tentang bagaimana perjalanan Yesus menuju salib. Dalam hati saya, muncul sebuah pertanyaan “bagaimana kalau seseorang yang disalibkan itu adalah orang tua, saudara, atau kekasihmu yang karenamu, dia disalibkan?”.

            Sejujurnya selama ini, saya sangat mengetahui bahwa Tuhan Yesus sungguh sangat mengasihi saya sampai-sampai Dia mengorbankan diriNya untuk disalibkan, demi untuk menebus dosa dan semua kesalahan termasuk segala penyakit saya. Tetapi karena Tuhan Yesus tidak nyata, tidak tampak nyata berdiri berada didekat saya seperti orang tua, kakak, dan sahabat-sahabat saya, jadi kadangkala juga saya tidak benar-benar dapat merasakan bahwa Tuhan Yesus benar-benar mengasihi saya.

            Tetapi jika saya diberi pertanyaan tersebut, maka tentu saja reaksi saya adalah menangis dan sangat sedih, berjanji sejanji-janjinya bahwa saya tidak akan berdosa, berbuat jahat, menyakiti, dan lain-lain, agar orang-orang yang mengasihi saya, tidak sampai disiksa dan disalibkan begitu.

            Demikianlah yang saya rasakan dan ingin saya bagikan melalui artikel ini bahwa akhirnya saya dapat merasakan bahwa Tuhan itu sungguh sangat mengasihi kita semua, sampai-sampai Dia bersedia mati disalibkan demi menebus semua dosa, kesalahan, sakit penyakit, dan kelalaian kita semua.

            Tidak semua orang dapat merasakan kasih Tuhan secara nyata, karena Tuhan tidak ada secara kasat mata di dunia ini. Tetapi perlu kita sadari bahwa Tuhan ada didalam hati kita, dan Dia melihat segala perbuatan baik dan buruk kita setiap waktu. RohNya selalu berada didalam diri kita dan selalu hadir di setiap kita membutuhkanNya.

            Dalam suatu persekutuan yang rutin diadakan, ada 2 (dua) anak kecil, yang pertama seorang anak perempuan yang berusia sudah  lebih dari 5 tahun dan yang satu lagi adalah adiknya laki-laki yang berusia kurang dari 5 tahun. Mereka berdua memberanikan dirinya untuk bersaksi pada persekutuan tersebut.

            Anak yang pertama itu bernama Gaby dan bersaksi bahwa dia menginginkan baby water, yaitu seperti sebuah permainan yang berbentuk bola-bola kecil, dan jika diberi air, maka bola-bola itu akan membelah menjadi bola-bola yang baru, demikian seterusnya, sehingga bola-bola yang berjumlah sedikit, karena diberi air maka bisa menjadi banyak.

            Tetapi karena orang tuanya tidak memiliki cukup uang untuk membeli sebuah mainan yang masih bisa ditunda untuk membelinya, jadi Gaby hanya berdoa dan minta kepada Tuhan tentang keinginannya itu. Dan apa yang terjadi? Seorang teman orang tuanya tiba-tiba datang dari Singapore dan membelikan baby water itu. Padahal teman orang tuanya ini tidak tahu menahu tentang keinginan Gaby itu.

            Cerita kedua datangnya dari adiknya Gaby yang bernama Abel. Pada suatu malam dia menginginkan ayam goreng, yang menurut kesaksiannya itu, ada tempat yang dekat dengan rumahnya dan memang enak rasanya. Tetapi pada saat itu Abel kurang enak badan dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, sehingga karena takut tenggorokannya menjadi semakin sakit dan juga karena sedang lagi hujan, maka mamanya ini ingin agar keluarganya makan yang hangat-hangat, jadi mamanya Abel ini berniat untuk membelikan untuk makan malam saat itu cap jay.

            Setelah diberikan pengertian, akhirnya Abel tidak memaksa mamanya untuk membeli ayam goreng. Dan mamanya menelpon depot yang juga dekat dengan rumah mereka untuk mengirimkan pesanan cap jay itu. Selang beberapa menit kemudian setelah menutup telp, ternyata ada orang yang meng-bel rumah mereka. Dikiranya pesanan cap jay itu datang. Tetapi ternyata ada orang yang datang mengirimkan ayam goreng (acara 1 bulan usia seorang bayi-anak dari teman papanya Abel).

            Mamanya Abel ini sudah lupa bahwa anaknya Abel menginginkan ayam goreng. Jadi mamanya hanya meletakkan ayam itu di meja makan, lalu menunggu pesanan cap jay itu. Tak lama, Abel melihat-lihat meja makan dan membuka tutup saji dan dia menemukan ayam itu. Lalu dia berteriak memanggil mamanya “lho ma, jadi beli ayam goreng?”. Mamanya menjawab “o tidak, itu dikirimi temannya papa”. Abel bertanya lagi “ini ayamnya buat batuk tidak?”. Sekali lagi mamanya menjawab “tidak, ayamnya itu dimasak kecap, jadi bukan ayam goreng”.

            Lalu apa jawaban Abel? “Ma, Tuhan itu buaik ya? Tahu Abel kepingin ayam goreng, Tuhan beri dan diberi ayamnya itu yang tidak buat batuk (bukan ayam goreng)”. Dan mamanya baru menyadari bahwa ternyata hal sederhana seperti itu, dari seorang anak kecil, yang mana sebenarnya hal itu dapat ditunda lain kali (tidak penting untuk dijawab sekarang), tetapi Tuhan memperhatikan dan menjawab, serta memberikan tepat pada waktuNya.

            Kesaksian tersebut sungguh membuat saya terharu dan memberkati saya serta menyadarkan saya bahwa Tuhan itu ada, nyata, dan mendengarkan dengan jelas keinginan dan kebutuhan kita. Hanya saja, waktuNya untuk memberi itu yang kadang-kadang membuat kita tidak sabar dan beranggapan bahwa Dia jahat, Dia tidak mendengar, dan Dia tidak peduli.

            Andaikan kita mau benar-benar menyadari bahwa Tuhan Yesus benar-benar mengasihi kita semua, Dia benar-benar memperhatikan kita, dan menyediakan segala yang kita perlukan, serta pertolonganNya selalu ada untuk kita, dan bersabar dalam menantikan jawabanNya, maka berkat-berkatNya yang sering tak terduga itu dapat kita rasakan.

            Hal yang sederhana, dari seorang anak kecil saja Dia perhatikan, apalagi kebutuhan-kebutuhan kita yang jauh lebih penting, pasti juga akan Dia penuhi.

            Miliki hati yang yang sederhana seperti seorang anak kecil. Miliki hati yang murni dihadapan Tuhan seperti seorang anak kecil. Maka kita dapat melihat betapa besar perbuatanNya dan keajaibanNya akan dinyatakan dalam setiap kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua hari ini dan selama-lamanya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s