Kisah Lima Bersaudara


            Ada 5 (lima) orang bersaudara yang tinggal serumah, saudara yang pertama bernama ibu jari, yang kedua bernama jari telunjuk, yang ketiga bernama tengah, yang keempat bernama manis, dan yang kelima bernama kelingking.

Picture of Fingers

            Hidup mereka sangat rukun dan selalu bekerja sama dalam segala hal. Mereka adalah saudara-saudara yang sangat kompak dan sangat rajin. Mereka mengetahui tugasnya masing-masing dalam rumah dan tidak pernah lalai dalam mengerjakannya.

            Hingga suatu saat iblis, dengan berbagai cara, ingin merusak kebahagiaan dan kerukunan mereka, karena demikianlah kesukaannya. Oleh karena Sang Tuan yang selama ini bertugas menjagai kelima bersaudara itu begitu sangat mempercayai bahwa iblis takkan bisa memecah belah mereka, maka diberikan kepada si iblis ijin untuk mencobai mereka. Dan iblis yang begitu mendapatkan ijin yang selama ini sulit didapatkannya, maka ia segera saja berusaha untuk memecah belah mereka dengan cara memberikan kepada mereka sebuah oleh-oleh yang terbungkus dengan indahnya, namun isinya adalah suatu barang yang disebut dengan ‘kesombongan’. Dan itu dibungkus dengan rapi dan diberikan pada masing-masing dari mereka, sesuai dengan namanya.

            Kelima bersaudara ini selalu menganggap bahwa semua orang disekitar mereka adalah orang-orang yang sangat baik, sehingga tanpa meminta ijin dari Sang Tuan, mereka membuka oleh-oleh tersebut dan menyimpannya di tempat yang aman menurut masing-masing dari mereka.

Tak lama yang terjadi adalah Ibu jari ini tiba-tiba merasa yang paling kuat dan merasa yang paling dibutuhkan oleh adik-adiknya dan jika adik-adiknya tidak memohon-mohon kepadanya, maka ia tidak mau mengerjakan apa yang menjadi tugasnya.

Si telunjuk juga tiba-tiba dengan angkuhnya, mulai suka memerintah adik-adiknya, menyuruh mereka melakukan apa yang menjadi tugasnya. Meskipun ia sangat mengetahui bahwa tugas-tugas yang ada pada mereka adalah tugas-tugas yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing, namun ia tetap bersikeras suka memerintah adik-adiknya itu.

Si tengah merasa dirinya yang paling tinggi dan adik-adiknya takkan bisa menamparnya, maka ia suka sekali mencemooh orang lain, suka berkata-kata kasar dan tidak sopan kepada saudara-saudaranya. Perkataannya benar-benar menunjukkan keangkuhan.

Si manis, ada saudara yang paling dipercayai untuk menyimpan benda-benda berharga oleh saudara-saudaranya yang lain, karena ia adalah saudara yang paling bisa berhati-hati, merasa dirinya yang paling berharga, paling bisa dipercaya, dan ia mulai tidak mempercayai saudara-saudaranya yang lain. Parahnya lagi, ia mulai menjadi seorang yang serakah, ia mulai memandang bahwa harta adalah segala-galanya dan saudara-saudaranya takkan bisa berbuat apa-apa apabila tak memiliki perhiasan atau benda-benda berharga lainnya.

Si kelingking, merasa dirinya rendah, dia tidak bisa lagi menghargai dirinya. Rasa sombong yang ada didalam hatinya ternyata membuat dia justru merasa rendah diri/minder dan hanya bisa membuatnya memandang dirinya sendiri. Ia menjadi seorang yang sangat egois dan mudah sekali mengeluh akan dirinya. Dia tidak lagi mempercayai bahwa Sang Pencipta menciptakannya sebagai seorang yang berharga dan bernilai.

Selama seminggu keadaan didalam rumah mereka yang tadinya tenang, damai, dan penuh dengan kegembiraan, berbalik menjadi keadaan yang menjemukan, yang menegangkan, penuh kemarahan, emosi yang meluap-luap, dan tidak ada damai sejahtera. Mereka tak lagi mau mendengarkan nasehat dari Sang Tuan dan hidup mereka sungguh teramat kacau dan terpecah belah. Masing-masing dari 5 (lima) saudara tersebut tak saling berbicara karena masing-masing dari mereka merasa dirinya yang paling benar dan harus dihormati (sombong). Begitu banyak pekerjaan yang tak dikerjakan karena tidak ada yang mau saling membantu lagi.

Hingga suatu hari, Sang Tuan yang mendapat laporan (doa) dari para tetangga yang merasa sangat ‘terganggu’ oleh teriakan-teriakan dari kelima saudara itu dan oleh karena cintaNya kepada mereka semua, akhirnya mencari akal, bagaimana caranya agar mereka menyadari bahwa mereka telah ditipu oleh iblis dan membuang barang kesombongan itu dari tempat penyimpanannya.

Maka, secara diam-diam Sang Tuan mengumpulkan 5 (lima) barang kosombongan milik 5 (lima) saudara itu yang berasala dari si iblis itu dan menaruhnya didalam dus yang sangat besar agar kelima-limanya cukup. Kemudian Sang Tuan membelikan mereka buah-buah Roh yang terdiri dari: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23), lalu meletakkannya juga pada 1 (satu) dus besar.

Lalu Sang Tuan memanggil kelima bersaudara itu dan menunjukkan buah-buah yang sangat ranum dan kelihatan enak rasanya itu. Kelima saudara itu berteriak kegirangan karena sudah lama di rumah mereka tidak ada buah-buah segar. Namun Sang Tuan meminta mereka agar membuang 1 (satu) dus kesombongan itu terlebih dahulu, baru mereka bisa memindahkan 1 (satu) dus itu masuk kedalam rumah.

Namun karena keangkuhan mereka, tak ada seorang pun yang beranjak untuk memindahkan kedua dua besar tersebut. Sang Tuan mengatakan pada mereka bahwa tubuh mereka semakin kurus dan mudah terserang penyakit, jadi mereka perlu buah-buah segar untuk membangun sel-sel tubuh yang sudah rusak. Akhirnya si ibu jari takut kekuatannya hilang dan adik-adiknya benar-benar tak membutuhkannya lagi, memutuskan untuk mengangkat 1 (satu) dus kesombongan itu keluar dari rumah. Tetapi begitu besarnya dus itu, ia tak mampu mengangkatnya sendiri.

Sang Tuan mengatakan bahwa mereka harus bersama-sama mengangkatnya, karena jika tidak demikian maka tak seorang pun yang kuat mengangkatnya. Tetapi tak seorang pun mempercayainya. Satu per satu dari mereka mencoba untuk mengangkatnya sendiri, karena kesombongan telah membuat mereka menjadi tak mau bekerja sama. Dan tak satu pun dari mereka yang berhasil.

Sang Tuan mengambil air kerendahan hati dan meletakkannya pada 5 (lima) gelas dan memberikannya kepada mereka, sambil berkata “minumlah ini, karena kalian pastinya lelah telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengangkat 1 (satu) dus kesombongan itu”. Lalu kelima saudara yang memang kelelahan itu menerima segelas air kerendahan hati yang diberikan Sang Tuan dan meminumnya.

Setelah meminum air tersebut, 5 (lima) bersaudara itu saling memandang, kemudian mengangguk, tanda setuju bahwa mereka akan mengangkat 1 (satu) dus besar kesombongan itu keluar dari rumah mereka secara bersama-sama. Lalu membawa masuk buah-buah segar yang telah dibeli oleh Sang Tuan kedalam rumah mereka dan memakannya bersama-sama sambil berbincang-bincang dan tertawa bersama-sama.

Sang Tuan tersenyum gembira melihat kebersamaan dan kerukunan yang telah kembali di tengah-tengah mereka. Perlahan-lahan, Ia meninggalkan mereka keluar rumah dan membakar seluruh isi dus kesombongan yang diberikan oleh iblis sehingga mengacaukan 5 (lima) saudara tersebut. Lalu kembali berkumpul bersama-sama 5 (lima) saudara tersebut dan ikut serta bergembira bersama-sama mereka.

Pada malam hari sebelum mereka semua tidur, Sang Tuan berpesan pada 5 (lima) bersaudara itu agar tidak sembarangan menerima pemberian dari orang yang tak dikenalnya (tidak membuka celah untuk si penipu), karena Sang Tuan tidak mau mereka mengalami sakit dan atau timbul kekacauan di antara mereka. Namun jika mereka tidak mengerti lalu menerima sesuatu dari suatu tempat atau berasal dari pemberian orang lain, maka sebaiknya mereka bertanya terlebih dahulu pada Sang Tuan tentang sesuatu itu, karena Sang Tuan lah yang Maha Tahu yang dapat menghindarkan mereka dari bahaya (rajin berdoa dan membaca Firman). Lalu mereka mengangguk tanda mengerti dan segeralah mereka tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s