Roh Kudus (Holy Spirit)


KingSebuah kisah dari sebuah keluarga, yang tinggal disuatu daerah yang dipimpin oleh seorang Raja yang sangat baik hati dan bijaksana. Pada suatu hari, Raja memerintahkan kepada seluruh prajuritnya, untuk mengirimkan undangan pesta perjamuan makan malam ke seluruh rakyatnya.

            Tetapi karena menyadari bahwa istananya ‘yang kecil’ tidak akan mampu menampung seluruh rakyatnya, maka Raja itu mengatakan bahwa pesta akan diadakan dalam waktu beberapa hari, sehingga secara merata rakyat dapat menikmati hidangan makan malam dan duduk bersama Raja, sesuai dengan jadwal yang sudah diatur dengan bijaksana bagi masing-masing rakyat.

            Keluarga Winnie dan seluruh warga di kampungnya mendapat giliran makan malam bersama Raja di hari Minggu bulan berikutnya. Maklum saja, rakyat dari Raja yang baik hati dan bijaksana ini, jumlahnya ribuan juta orang, jadi pestanya bisa sampai berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan.

            Selain itu, Raja tidak hanya sekedar mengundang rakyatnya untuk berpesta dan menikmati hidangan makan malam, tetapi Raja juga menyediakan mulai dari mahkota (hiasan kepala), pakaian, tas, celana panjang, rok, kaos kaki, sepatu, dan kendaraan untuk menjemput dan mengantarkan rakyatnya menuju ke Istana dan kembali pulang ke rumah masing-masing.

            Dan tidak hanya itu saja, Raja juga mempersiapkan (yang disebut) asisten pribadi untuk masing-masing keluarga, agar diajarkan kepada mereka bagaimana cara berpakaian, berdandan, bersikap saat bertemu dan menghormati Raja, dan juga bagaimana cara makan, serta berbagai tata cara, tata krama yang ada di Istana, sehingga ketika rakyat berjumpa sang Raja, semuanya benar-benar baik dan sempurna.

            Asisten pribadi Raja ini semuanya sudah dilatih dengan sangat baik dan sempurna, termasuk karakternya juga sempurna, bukan seorang yang pemarah, tidak sabaran, atau sombong.

            Oleh karena itu, keluarga Winnie pun harus menjalani proses ‘pembelajaran’ bersama asisten pribadi Raja ini. Proses ‘pembelajaran’ ini dilakukan selama sebulan penuh, pas sekali atau bertepatan sekali dengan hari h nya.

            Singkat cerita, salah satu ‘pembelajaran’ yang dilakukan adalah masing-masing keluarga diajak berkeliling ke seluruh Istana, dengan tujuan agar masing-masing keluarga tidak sampai tersesat dan tidak sembarangan masuk ke ruang-ruang yang ada didalam Istana tersebut.

            Keluarga Winnie merasa sangat amat gembira dan berantusias sekali mengikuti ‘pembelajaran’ tersebut. Tetapi yang namanya orang kampung, kadang-kadang merasa kesal dan tidak sabaran juga jika harus berlatih makan dengan garpu dan pisau, karena mereka terbiasa makan dengan tangan, jadi tak jarang mereka mengeluh dan marah-marah karena sudah sangat kelaparan tapi masih saja harus diatur-atur makannya.

            Kadangkala mereka pun merasa sangat capek, harus berjalan putar-putar berkeliling Istana, jadi pernah mereka berusaha mencari jalan sendiri agar cepat sampai ke tujuan. Tetapi karena tersesat, barulah mereka menyadari dan meminta maaf serta berjanji untuk taat sama si asisten pribadi ini.

            Asisten pribadi yang sudah sangat terlatih ini, tentunya begitu sangat perhatian, baik hati, dan sangat sabar, sekali pun keluarga Winnie suka mengeluh dan marah-marah bahkan berjalan semau mereka sendiri, dia hanya melihat saja dan menunggu sampai mereka mau kembali mengikuti ‘jalan’ dan ‘ajaran’nya.

            Asisten pribadi ini terus menerus mengingatkan bahwa sang Raja memang sangat baik hati dan bijaksana, tetapi jangan sampai ada rakyat yang membangkang dan tidak berkenan di hati Raja, karena selama-lamanya, dia akan menjadi musuh Raja.

            Sebenarnya, tidak ada rakyat yang tidak akan segan dan menghormati sang Raja yang demikian baik hati dan bijaksana, tetapi kenyataannya ada saja rakyat yang suka mendukakan hati Raja, sehingga dia menjadi musuh Raja.

            Sebelum rakyat tidak dikenan oleh Raja di hari h nya, maka asisten pribadi inilah yang terus menerus mengingatkan dan memberikan ‘pelajaran’ selama sebulan itu dengan penuh kesabaran.

            Hari ke hari berjalan sangat lambat dan melelahkan jika rakyat atau keluarga Winnie ini selalu mengeluh dan mencoba menjalani semuanya sendiri, dengan pengertiannya sendiri. Tetapi hari ke hari berjalan dan terasa sangat cepat dan indah, penuh dengan tawa sukacita, jika rakyat atau keluarga Winnie ini mau taat dan selalu mengikuti aturan dan tata cara yang diajarkan oleh si asisten pribadi.

            Keluarga Winnie yang berasal dari kampung, yang tidak pernah bisa menggunakan sendok dan garpu, bahkan tak tahu cara berdandan, dengan berjalannya waktu, mereka menjadi masing-masing pribadi yang lebih tahu tata krama, cara berbicara yang baik, bahkan mereka bisa berjalan dengan anggun, dan menjadi sangat cakep dan cantik. Bahkan ketika mereka melihat di cermin, mereka sendiri tak percaya bahwa itu mereka…sebuah pribadi yang sangat indah dan luar biasa.

            Mereka juga tak lagi tak sabaran, bahkan mereka menjadi lebih ramah dan bisa membawa diri. Mereka benar-benar hampir menyerupai anggota keluarga kerajaan dan pembawaannya penuh dengan damai dan sukacita.

            Sampai pada hari h, mereka benar-benar sudah siap, tanpa didampingi oleh asisten pribadi lagi, mereka bertemu, duduk di meja makan menyantap hidangan makan malam bersama Raja. Dan mereka benar-benar sangat amat bersukacita sekali karena usaha mereka yang cukup keras di masa-masa ‘pembelajaran’ itu tidaklah sia-sia. Mereka bisa mengenal dengan sangat dekat Raja mereka dan bersenda gurau dengan sang Raja, dan yang terpenting adalah mereka benar-benar dikenan oleh sang Raja.

Holy Spirit            Wow, cerita yang luar biasa, yang diceritakan oleh seseorang kepada saya, sebagai ilustrasi pekerjaan Roh Kudus didalam hidup kita. Asisten pribadi yang saya sebutkan dalam cerita tersebut diatas adalah Roh Kudus. Roh Kudus lah yang selama ini, selama kita hidup didunia ini, yang akan selalu memberikan berbagai pelajaran kepada kita. Roh Kudus lah yang akan menuntun kita, menjadi petunjuk jalan, agar kita tidak tersesat.

            Kalau kita berusaha berjalan sendiri, marah-marah karena kesal dengan hidup ini dan ‘pelajaran’ yang Tuhan berikan kepada kita melalui setiap FirmanNYA, Roh Kudus juga lah yang dengan sabar menanti kita sampai kita mau kembali dituntun dalam ‘pengajaran’NYA.

            Tidak mudah hidup dalam Roh, mengandalkan RohNYA, dan mempercayai RohNYA. Tetapi ketika kita berserah dan mengijinkanNYA untuk bekerja didalam hidup kita, maka hari-hari akan terasa lebih ringan, lebih indah, dan lebih luar biasa.

            Pada suatu hari, ketika kita ‘bercermin’ kembali, kita akan bisa mendapati diri kita menjadi lebih baik dan luar biasa, karena Roh Kudus lah yang mengubahkan dan memperbaiki setiap aspek kehidupan kita. Sampai pada akhirnya, pada ‘hari h’, jika kita benar-benar telah menjadi sempurna bagiNYA, maka kita akan dikenan olehNYA dan diijinkanNYA untuk menikmati IstanaNYA yang sangat amat indah itu dan bisa duduk berada didekatNYA, bahkan diijinkanNYA agar kita bisa berada didalam pangkuanNYA.

            Bayangkan jika kita menjadi keluarga Winnie, kita hanya diberi kesempatan selama 1 (satu) bulan penuh untuk belajar, mau tidak mau kita harus datang ke pesta perjamuan makan malam yang diadakan oleh Raja, padahal waktu itu sebenarnya kita punya rencana untuk berlibur ke luar negeri.

            Jadi kesenangan kita ‘diambil’ untuk bersenang-senang di Istana Raja, dan sebelumnya masih ada acara ‘belajar’. Tidak semua orang senang dengan undangan yang diberikan oleh sang Raja, apalagi ada ‘pembelajaran’ yang dapat dikatakan benar-benar melelahkan dan menjengkelkan.

            Pilihannya adalah menaati apa yang menjadi titah Raja atau menjadi musuh Raja?

            Mungkin ada pilihan lain yaitu ‘menunda’ dengan menukarkan undangan kita, sehingga masih sempat pergi ke luar negeri sesuai dengan rencana, tetapi akibatnya, mungkin saja Raja akan mengetahui tindakan kita itu dan tetap saja Raja akan mencoret nama kita dalam lists undanganNYA.

            Kadangkala apa yang dikatakan bahwa hidup ini adalah pilihan itu benar. Tetapi dilain sisi, ada kalanya kita bisa berkata bahwa ‘mau tidak mau, daripada jadi musuh Raja, yah terpaksa menurutiNYA”, jadi terkesan bahwa sudah tidak ada pilihan lagi.

            Satu hal yang bisa saya katakan: hidup kita ini milik Tuhan, Tuhan yang menciptakan kita, seperti dalam cerita tersebut diatas, rakyat berada dibawah kekuasan Raja, jadi apa pun yang Raja perintahkan, maka rakyat harus taat atau akan menjadi musuh Raja, demikian pula hidup kita ini ada didalam kekuasaan tangan Tuhan, Sang Pencipta. DIA berdaulat. DIA yang berkuasa. Jadi mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, maka kita harus taat padaNYA. Dan memang lebih baik taat kepadaNYA, agar tidak memperlambat waktu kita dan tidak membuat diri kita sendiri sakit lebih lama.

            “Biarlah mulai detik ini, menit ini, hari ini, Roh Kudus yang berdiam didalam diri kami semua, berkuasa dan memerintah serta mengajarkan berbagai hal yang tidak kami mengerti, dan membukakan setiap jalan yang tertutup bagi kami semua. Dalam nama Raja diatas segala raja, Sang Pencipta, yang berdaulat, kami berdoa. Amien”.

            Tuhan memberkati!

Holy Spirit2

 

**Ide cerita oleh Robert Jonas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s