X~Men


XMen2X-Men adalah satu film yang ditayangkan di bioskop, yang berkisahkan tentang dua orang bersaudara, Logan (Wolverine) dan Victor (Sabretooth). Mereka berdua yang sudah berjuang, berperang, dan mereka selalu melakukan perjuangan tersebut bersama-sama. Sampai suatu ketika, salah seorang dari antara mereka tidak mau lagi berurusan dengan yang namanya kekerasan dan ingin hidup sebagai manusia biasa (karena mereka dapat dikatakan sebagai golongan mutant).

Seperti biasa, jika ada yang ingin ‘hidup benar’, pasti ada yang berusaha untuk ‘mengganggu’nya. Beberapa temannya sudah terbunuh, tetapi dia tetap saja tidak terpancing untuk melakukan pembalasan. Sampai suatu ketika, wanita yang dikasihinya diketahuinya telah ‘dibunuh’ oleh Victor.

XMenOleh karena keinginan untuk membalas dendam, akhirnya dia menerima suatu tawaran dari mantan ‘boss’ nya Kolonel William Stryker, agar bagian dari tubuhnya diberi ‘senjata’ yang ‘tak terkalah’kan oleh saudaranya.

Sebagai informasi: senjata yang dia miliki saat ini adalah dari bagian belakang telapak tangannya, jika hendak digunakan, maka bisa mengeluarkan ‘cakar’ yang sangat panjang dan tajam. Jadi oleh ‘boss’nya, ‘cakar’ tersebut hendak diganti dengan logam Adamantium, besi yang sangat kuat dan tajam.

Walau pun ternyata tawaran tersebut semata-mata untuk keuntungan pribadi sang kolonel, namun karena logam tersebut sudah disuntikkan kedalam tubuhnya, maka akhirnya sang Kolonel pun menjadi ‘musuh’nya.

Dari cerita ini, yang menarik bagi saya adalah pada bagian pergantian anggota tubuh Wolverine yang lama menjadi anggota tubuh yang baru. Sang Kolonel berkata: jika tubuhmu ingin digantikan dengan bagian-bagian tubuh yang baru, maka tubuh yang lama harus dihancurkan terlebih dahulu.

Dalam prosesnya, si ‘X-Men’ ini disuntik logam Adamantium dengan menggunakan beberapa jarum suntik, yang ditusukkan dari bagian kepala hingga bagian kaki. Cairan tersebut dimasukkan semuanya, sampai pada titik jantungnya sudah tidak berdetak lagi, tetapi akhirnya jantungnya bisa kembali berdetak (tanda tubuh yang baru sudah terbentuk).

Saya merenungkan dan berpikir, serta teringat akan bacaan dalam Firman Tuhan yang berkata bahwa Roh dan daging itu berbeda, tetapi kedua-duanya ada didalam diri kita. Roh itu adalah hidup dan damai sejahtera, sedangkan daging adalah maut (Roma 8:6).

Realitanya tubuh kita ini terdiri dari daging, jadi seringkali keinginan daging ini bisa menjadi lebih kuat daripada Roh kita. Walau pun Roh Tuhan itu hidup didalam kita, namun karena daging ini lemah, maka Roh Tuhan yang hidup didalam kita itu seringkali mudah ‘ditaklukkan’ oleh kedagingan kita.

Jadi dari pernyataan yang saya peroleh dari film X-Men tersebut diatas, maka saya mengambil kesimpulan bahwa agar kita bisa hidup oleh Roh, maka daging ini harus benar-benar ‘mati’.

Tetapi bukan berarti kita harus bunuh diri tentunya! Tetapi didalam Roma 8:13 dikatakan “…jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup”.

Jadi terhadap hal-hal yang kita hadapai dalam kehidupan sehari-hari, kita bersama-sama belajar untuk memikirkan: “apakah ini memang apa yang Tuhan inginkan, ataukah hanya sekedar oleh karena ego ku?”.

Sebagai contoh: di bulan Mei ini diadakan big sale (discount besar-besaran) di hampir semua mall di Surabaya, untuk memperingati hari ulang tahun Surabaya. Biasanya nih…untuk kalangan para wanita, bisa saja tergoda untuk shopping, dengan alasan “mumpung discount”.

Tetapi pertanyaannya adalah apakah barang yang hendak dibeli itu penting? Apakah di kemudian hari tidak akan ada kebutuhan yang lebih penting yang perlu dibeli? Jangan-jangan setelah shopping, kita malah jadi kekurangan?

Kadang-kadang Roh Kudus sudah memperingatkan kita didalam hati: “ingat…besok masih ada tagihan kartu kredit yang belum dibayar”, tetapi dasar yang namanya daging ini kepingin baju baru dan ‘mumpung discount’, akhirnya suara hati itu tidak lagi dituruti, dan belanjalah kita baju baru.

Jika sikap kita tidak taat pada suara Roh Kudus, maka ‘mati’lah kita, dalam arti: bisa-bisa kita kebingungan bayar kartu kredit (yang mungkin sudah menunggak).

Tetapi sebaliknya, jika kita taat pada suara Roh Kudus, maka kita akan aman, dalam contoh tersebut, paling tidak jumlah tagihan kita tidak akan bertambah untuk hal-hal yang mungkin masih bisa ditunda.

Seringkali kita ingin berbuat baik pada orang lain, tetapi kadangkala ego atau daging ini berkata dalam hati: “ah…orang itu tidak tahu balas budi kok, tidak usahlah berbuat baik segala”, dan akhirnya membatalkan niat kita untuk berbuat baik.

Oleh karena itulah, daging dan Roh yang ada didalam satu tubuh ini tidak bisa bekerja bersama-sama sekaligus. Salah satunya harus mengalah dan bahkan dapat dikatakan harus ‘mati’.

Dan berhubung kita ini ‘mengaku’ sebagai anak Allah, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus hidup didalam Roh (Roma 8:14). Hidup didalam Roh, tentu saja tidak mudah, kita harus punya hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan.

Jika kita hidup sembarangan selama ini, maka suara hati dan pimpinan Roh Kudus itu tidak akan terdengar lagi. Tetapi jika kita mau menggalinya, mau menghidupinya, maka kita pasti bisa kembali mendengarkan dan mendapatkan pimpinanNYA. Semuanya kembali kepada pilihan kita, jika kita mau memiliki kerendahan hati dan keinginan untuk dipimpin oleh Roh Tuhan, maka kita pasti bisa hidup didalam Roh itu. Tetapi jika kita berkeras hati dan tidak mau menurutiNYA, maka DIA pun tidak akan pernah memaksa kita. Jadi semuanya terserah pada kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s