Hanya Dekat Allah Saja, Aku Tenang


SafetyDalam artikel saya beberapa waktu yang lalu mengenai sakitnya mami, mengatakan bahwa saya secara pribadi, melalui kejadian mami, bisa mengambil hikmah atau belajar beberapa hal, yang salah satunya adalah belajar untuk mengandalkan Tuhan saja.

            Sejak itu, saya selalu mendengar dokter mengatakan bahwa semua pengobatan untuk penderita kanker hanyalah untuk memperpanjang umurnya. Walau pun tidak sedikit juga di masa sekarang ini, oleh dukungan dan kasih sayang dari keluarga, ada begitu banyak orang yang akhirnya bisa mengalami kesembuhan juga.

            Dan dengan pernyataan tersebut, jadinya setiap hari, saya selalu berusaha untuk mempersiapkan diri saya untuk kehilangan mami. Tetapi disisi lain, sebagai anak yang sangat amat dekat sekali dengan mami, saya tetap saja tidak bisa ‘terima’ dengan baik jika sewaktu-waktu mami harus pergi. Bahkan ketika sebulan terakhir mami sudah mengalami kejang dan tidak sesuainya antara apa yang dipikirkan dan yang diucapkan, saya pun dalam hati kecil masih berharap adanya mujizat. Walau pun secara keseluruhan saya sudah mengikhlaskan mami untuk pergi karena mami sudah sangat menderita.

            Sampai pada akhirnya, 11 Januari 2009, mami dipanggil Tuhan. Sebelumnya, saya sempat melihat mami dijemput oleh Tuhan dan malaikat-malaikatNYA. Jadi mami turun dan ranjang dan berjalan mengikuti Tuhan dengan begitu gembiranya, tetapi mami sempat menoleh kepada saya dan mengatakan “apakah mami boleh pergi?”. Saya bertanya pada mami dalam roh saya “apa mami happy (senang)?”. Mami menjawab “iya dek (adek adalah panggilan saya dalam keluarga), lihat mami bisa jalan, mami sehat, mami kuat, mami happy”. Karena melihat mami senang, maka saya pun mengiyakan. Dan secara roh saya dan mami berpelukan, lalu saya melihat mami pun pergi.

            Secara realita saya melihat bahwa tekanan darah mami berangsur-angsur mulai menurun hingga akhirnya mami tidak bernafas. Jalan mami pulang ke surga benar-benar mulus dan nafasnya tidak tersendat-sendat. Saya sempat membisikkan kepada mami “kalau memang Tuhan sudah menjemput, mami silakan pergi, selamat jalan mami”.

            Semua saya lakukan, seolah-olah saya sudah mengikhlaskan mami. Tapi siapa pun yang pernah mengalami yang namanya kehilangan seseorang yang sangat dikasihi, pasti akan mengerti bahwa sampai detik ini pun, saya masih menangis dan kangen sama mami.

            Kesibukan apa pun yang saya lakukan sehari-hari di kantor, mau pun ketika saya menemani kakak saya untuk pergi jalan-jalan, tidak akan pernah bisa menghapuskan kesedihan saya.

            Bahkan pernah saya berdoa bilang sama Tuhan bahwa saya kangen sama mami dan Tuhan sempat memperlihatkan saya bahwa mami memang sangat sehat di surga dan bersenang-senang, tetapi itu sama sekali tidak bisa mengobati kerinduan saya sama mami.

            Siapa pun orangnya, bahkan yang pernah mengalami yang rasanya kehilangan pun, tidak bisa menghibur saya.

            Saya jelas sangat mengerti dan tahu bahwa mami sudah lebih bahagia dan lebih baik mami berada di surga. Tetapi yang namanya perasaan sedih dan kangen di hati saya, tetap saja ada. Sekalipun saya kendalikan, suatu saat pasti akan muncul.

            Tetapi sebagai anak Tuhan, saya hanya bisa menangis dan kembali berdoa kepada Tuhan. Saya hanya bisa berseru kepada Tuhan dalam tangisan saya.

            Apalagi dalam menjalani kehidupan ini, kadangkala saya sempat takut, takut pada masa depan saya, takut bagaimana kedepannya tanpa mami. Saya yang biasa bercerita dalam hal apa pun juga dengan mami, jadinya saya hanya bisa bercerita dengan teman dekat saya dan itu pun tidak semuanya bisa saya ceritakan, karena apa pun yang terjadi, posisi seorang mami tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun juga, sekali pun teman dekat saya itu orangnya punya kemiripan dengan mami, tetapi saya tidak boleh menganggap dan tidak bisa menuntut dia untuk menjadi sama dengan mami juga, karena bisa-bisa suatu hari nanti dia akan menjadi capek dan saya pun bisa menjadi kecewa.

Dan demikianlah kenyataannya, dalam hal apa pun juga, tidak hanya untuk orang-orang yang kehilangan orang-orang yang dikasihinya, tetapi dalam hal apa pun juga, pertolongan kita datangnya hanya dari Tuhan.

            DIA MAHA KUASA, DIA MAHA AGUNG, DIA MAHA SEGALA-GALANYA!

            Hanya kepadaNYA kita bisa berseru. Hanya kepadaNYA kita bisa bercerita segala hal, tanpa ada sesuatu pun perlu disembunyikan. Hanya kepadaNYA kita bisa memperoleh jalan keluar. Hanya kepadaNYA kita memperoleh penghiburan dan kekuatan. Hanya kepadaNYA kita memperoleh jawaban dan kasih sayang.

            Tahun ini dan tahun-tahun kedepan bukanlah tahun-tahun yang mudah. Tidak semua orang Kristen atau yang ‘mengaku’ anak Tuhan bisa benar-benar berdiri tetap teguh ditengah badai ini, tetapi hanya orang yang sungguh-sungguh dekat denganNYA lah yang bisa tetap berdiri teguh, karena pertolonganNYA sempurna.

            Waktu berjalan dengan cepat, hidup terus berjalan, ada banyak yang harus dilakukan dan diperjuangkan. Setiap orang bisa memberikan penghiburan Setiap orang bisa memberikan solusi. Setiap orang bisa memberikan pendapat. Bahkan setiap orang juga bisa memberikan kata-kata positif dan menguatkan.

Tetapi…semua yang datang dari Tuhan sajalah yang terbaik buat kita semua. Bukan berarti kita tidak butuh sesama, tetapi perlu Tuhan untuk menyaring semua yang baik dan benar dan yang paling penting adalah yang kita perlukan, agar jangan sampai kita salah langkah dan hanya membuang-buang waktu percuma.

            Datanglah padaNYA dalam pujian, penyembahan, dan dalam doa-doa kita setiap waktu dan dimana pun kita berada. Datanglah mendekat kepadaNYA selalu…semakin kita mengalami persoalan, semakin kita harus mendekat padaNYA (serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNYA, sebab IA yang memelihara kamu – I Petrus 5:7 (yang adalah ayat favorite mami yang selalu diberikan untuk saya)). Maka kita bisa melihat dan mengagumi…betapa dahsyat dan luar biasanya Tuhan itu. Tuhan memberkati kita semua!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s