Have a pure heart


Teman sejati

“Ingin tahu apakah seseorang itu adalah teman yang sejati? Lihatlah bagaimana dia pada saat kamu sedang menghadapi suatu masalah”

            Suatu hari, Corry menghadapi suatu masalah yang cukup berat. Ceritanya: kekasih Corry ditemukan sedang bersama wanita lain. Dan ketika Corry mencoba untuk mengajaknya bicara, sang kekasih ternyata tidak merasa bersalah, malahan mengarang cerita yang lain, yang sebenarnya tidak pernah ada.

            Corry sangat sedih. Dari dalam hatinya, sebenarnya Corry hanya ingin kekasihnya bisa kembali kepadanya, tetapi Corry pun ingin kejujuran dari sang kekasih. Tetapi realitanya kekasihnya ini tidak mengakui perbuatannya, bahkan membalikkan kenyataan dan menuduh bahwa Corry lah yang mencari-cari masalah.

            Karena bingung, Corry berusaha mencari teman yang dekat dengannya dan yang bisa diajaknya bertukar pikiran. Tetapi ternyata keadaan semakin buruk, kekasih Corry sampai-sampai tega meneror Corry dengan cara mengikutinya terus menerus, bahkan tak segan-segan dia memukul Corry pada waktu mereka perang mulut.

            Corry yang tidak tinggal dengan orang tuanya (kost), terpaksa memohon kepada teman dekatnya itu agar diijinkan tinggal sementara dirumahnya, memohon perlindungan.

            Tetapi teman Corry menolak, karena temannya ini takut untuk terlibat lebih jauh lagi. Temannya tidak mau sampai mengalami masalah dan bahkan tega membiarkan Corry berjalan kebingungan di tengah malam mencari tempat berlindung.

            Demikianlah cerita di atas, dan memang seperti kisah sinetron saja kelihatannya, tetapi realitanya, didalam hidup ini, ada begitu banyak orang yang hanya mau menerima orang lain ‘enaknya’ saja. Pada saat seseorang itu baik-baik saja, banyak orang mau mendengarkan dia, mau menerima dia, mau berada didekatnya. Tetapi ketika seseorang itu ditimpa masalah, banyak orang tiba-tiba menjadi sibuk, tiba-tiba berada di luar negeri, tiba-tiba berada di luar kota, tiba-tiba sakit, tiba-tiba tidak bisa dihubungi, dan banyak terjadi tiba-tiba yang lain yang dijadikan sebagai alasan agar tidak dibuat sibuk dengan masalah seseorang itu.

21 Alasan Mengapa Hal Buruk Dialami Orang Percaya

            Suatu hari saya membaca buku “21 Alasan Mengapa Hal Buruk Dialami Orang Percaya” oleh Dave Early, beberapa bab disana menceritakan tentang kisah Ayub yang ada didalam alkitab. Dan dikatakan disana, intinya: “Ayub berkata: masa hanya hal baik yang dari Tuhan yang mau kuterima, sedangkan tidak mau untuk hal buruk?”

            Waktu saya baca itu, saya merasa sangat kagum sekali kepada Ayub. Dan beberapa hari kemudian, seorang teman juga mengatakan kepada saya bahwa dia akhir-akhir ini diingatkan mengenai Ayub untuk hal yang sama.

            Ya…masa kita hanya mau menerima hal yang baik dari Tuhan, tetapi tidak untuk hal yang buruk?

            Tuhan tidak akan pernah memberikan hal yang buruk kepada anak-anakNYA. Itu pasti! Tetapi…sekarang, seandainya kita diberikan hal-hal yang buruk oleh Tuhan…apa yang akan kita lakukan?

            Jaman sekarang, hampir tidak pernah saya temui seseorang yang bisa berlaku seperti Ayub: mampu mengucap syukur sekali pun 10 (sepuluh) orang anaknya meninggal. Bahkan saya berani mengatakan bahwa saya pun beberapa kali sudah mengeluh mengenai pekerjaan saya. Saya mengatakan: Tuhan tidak adil, dan lain-lain.

            Tetapi dalam artikel ini, saya ingin mengajak para pembaca semuanya, untuk kembali belajar melakukan apa yang dilakukan oleh Ayub, yaitu bersyukur.

            “Tidak mudah. Sangat sulit. Tidak akan pernah bisa dilakukan, apalagi di jaman yang sangat sulit ini”…ya itu adalah pernyataan yang sangat tepat sekali.

            Saya pun belum tentu bisa melakukannya. Tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan, karena memang tugas kita di dunia ini adalah menyenangkan hatiNYA. Manusia saja jika diberikan suatu apresiasi dengan ucapan terima kasih, hatinya sudah berbunga-bunga, karena paling tidak apa yang dilakukannya, itu artinya berarti bagi orang lain, sampai dia mendapatkan ucapan terima kasih. Apalagi Tuhan. Tuhan pasti akan sangat gembira sekali jika kita mau bersyukur.

            Bacalah kisah Ayub! Dalam dialog antara Tuhan dengan iblis, Tuhan sangat membanggakan Ayub, bahkan DIA percaya bahwa Ayub pasti tidak akan berpaling dariNYA. Dan begitu gembira hati Tuhan akan setiap tindakan Ayub, akhirnya Ayub pun diberkatiNYA dua kali lipat dari kepunyaannya sebelumnya.

            Apa yang kita alami mungkin tidak sama seperti yang dialami Ayub. Bahkan mungkin tidak lebih parah dari apa yang dialami oleh Ayub. Tetapi begitu sulitkah bagi kita untuk mengatakan: “Tuhan…terima kasih untuk hari ini”?

            Tidak usah berpikir tentang berkat-berkatNYA, anggaplah kita tidak diberiNYA berkat, tetapi lihatlah diri kita sekarang ini, kasihNYA lebih dari cukup, apa yang diberikan kepada kita itu jauh lebih dari cukup, dan katakan: “terima kasih Tuhan…karena Engkau selalu ada denganku”. Amin.

2 thoughts on “Have a pure heart

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s