Support vs Sirik


SWITCH (Last Minute)            Sudah mendengar berita terbaru tentang Last Minute’s crew?

            Yah…mereka berhasil memenangkan rekor Muri untuk kontes menari hip hop terlama (selama 2,5 jam) dan untuk dua penari hip hop cilik.

            Wow…keren banget bukan?

            Di Facebook beberapa teman memamerkan foto mereka, berkomentar tentang mereka, tentu saja pernyataan kagum terhadap mereka.

            Dan saya pun, sangat mengagumi mereka, keren banget, apalagi mengingat perjuangan Ferdi dan Tiky merintis dari awal. Waktu itu mereka masih minta ijin sana sini untuk boleh membuat sanggar, kemudian menari di acara-acara pernikahan, bahkan sampai ke luar kota pun masih dilakoni (dijalani).

            Diawali dengan enam sampai tujuh anggota saja, yang setiap bulannya masing-masing ‘membayar iuran’ untuk bisa membeli dan membayar berbagai keperluan yang ada (yang hanya berjalan beberapa bulan, kemudian tidak diadakan lagi iuran tersebut), dan ditambah dengan ‘musuh-musuh’ yang sempat tidak menyukai mereka (yang katanya, bahkan sampai detik ini pun masih banyak yang gosipin sana sini). Sampai akhirnya mereka memiliki crew yang hebat, bahkan sekarang enam sampai tujuh orang itu pun sudah tidak ada.

            Perjuangan selama bertahun-tahun, yang menurut saya tidaklah mudah.

            Mengapa tidak mudah?

            Kalau kita melihat mereka saat ini, rasanya kalau membayangkan, kalau melihat tariannya, bisa sampai merinding-merinding, dan terkagum-kagum. Tapi pada waktu pertama kali mereka berjuang, apakah pernah kita semua bayangkan, bagaimana mereka menerjang arus, bagaimana mereka tetap bertahan ditengah semua gosip dan ‘terpaan badai’ yang sempat membuat mereka jatuh? Dan untungnya mereka terus bangkit dan terus maju sampai mereka bisa sampai bisa seperti saat ini.

            Meski pun sampai saat ini mereka berkata istilahnya semakin tinggi, semakin banyak terpaan angin dan badai yang menyerang, jadi semakin mereka tenar, semakin banyak juga gosip dan cercaan yang menghantam, tetapi saya yakin bahwa orang-orang yang gosipin dan mencerca itu hanya karena ‘sirik tanda tak mampu’ (hanya karena iri hati saja).

            Berbeda dengan dulu sewaktu mereka mulai merintis, orang banyak yang tidak setuju, tidak mendukung, dan menganggap bahwa semuanya itu sia-sia serta ide gila yang buruk.

            Saya jadi ingat dengan artikel saya yang mengatakan bahwa kita sebaiknya menjadi orang-orang gila, tetapi bisa membuat sesuatu yang keren. Karena adanya teknologi yang ada sekarang ini dan berbagai ide yang ada, bahkan tokoh-tokoh alkitab yang kita kagumi pun adalah orang-orang ‘yang gila’. Ide mereka yang gila itu yang membuat kita bisa menjadi seperti sekarang ini dan bisa menikmati semua fasilitas serta belajar tentang banyak hal.

            Kalau kita melihat Last Minute’s Crew saat ini, akan ada jauh lebih banyak yang mempercayai mereka dan mendukung mereka (lihat diiklannya Switch, berapa banyak yang mendukung mereka?).

            Pertanyaannya adalah “mengapa menunggu sesuatu atau seseorang itu tenar atau menjadi luar biasa atau hebat baru ada begitu banyak orang yang mendukungnya?”

            “Apakah yang mendukung itu karena ingin ikut numpang beken?” atau “apakah yang mendukung itu ingin menumpang ikut atas keberhasilan mereka” atau apa?

            Tidak hanya untuk Last Minute saja, karena artikel ini dibuat bukan untuk mempromosikan Last Minute, tetapi melalui artikel ini saya ingin membuka lembaran baru pada paradigma pembaca mengenai arti sebuah support atau dukungan.

Support            Support atau dukungan bisa diberikan dengan berbagai macam cara, misalnya saja yang paling mudah adalah mendoakan. Berdoa, sesuatu yang tidak bayar, tidak membuang banyak energy, tidak perlu memeras pikiran, dan tidak menyusahkan, tetapi kenapa untuk itu saja orang merasa kesulitan atau keberatan?

            Ok, mungkin ada yang menjawab “la wong mendoakan diri saya sendiri saja sudah tidak tahu harus berkata apa, apalagi untuk orang lain?”.

            Ya sudahlah, kalau tidak mau berdoa, bagaimana kalau tidak perlu berkomentar apa-apa? Diam saja, tidak perlu menggosipkan, atau memburukkan orang lain?

Ssttt            Dengan tidak ikut menggosipkan atau membicarakan sesuatu atau seseorang, itu sebenarnya sudah sangat membantu atau memberikan dukungan pada seseorang, yang bukan berarti setuju atau tidak setuju. Dan sebaliknya, dengan bersikap buruk atau menggosipkan seseorang itu justru mengartikan bahwa si penggosip itu ‘sirik tanda tak mampu’, jadi karena sirik atau iri hati tetapi tidak mampu menandingi, maka akhirnya jadi si penggosip dan menjelek-jelekkan seseorang.

            Saya sudah berusaha mempraktekkan hal ini dengan teman baik saya, saya tidak menyetujui keputusan dia, tetapi saya tidak membicarakannya dengan orang lain mengenai dirinya, saya juga tidak selalu mendoakan dia, dan saya juga tidak meninggalkan dia. Saya tetap berusaha mempercayai setiap langkah dan setiap keputusan yang dia buat, sekali pun menurut saya itu tidak baik, apalagi saya tahu bahwa dia sudah besar, bisa berpikir, bisa melihat lingkungan sekitar, tahu Firman Tuhan, jadi tidak perlu saya mengajarinya dan menentangnya dengan sangat.

            Saya tidak pernah tahu apa yang akan Tuhan kerjakan didalam diri seseorang.

            Kita semua tidak pernah tahu apa yang akan Tuhan kerjakan didalam diri seseorang.

            Kita bisa menentangnya dan membenci seseorang itu habis-habisan, tetapi siapa yang tahu, suatu saat dia bisa menjadi seorang presiden? Siapa yang tahu kalau seseorang itu nantinya bisa menjadi arti terkenal? Siapa yang tahu bahwa seseorang itu akan membuat hidup kita menjadi lebih baik (berjasa)? Siapa yang tahu bahwa seseorang itu akan menjadi pembicara tenar?

            Kalau sudah menjadi beken dan keren gitu, baru kita support dan minimal kita mau diam. Dan boleh saya katakan bahwa saat itu, dukungan yang diberikan sudah terlambat. Dukungan yang sudah tidak diperlukan lagi, baru kita berikan, apa masih berarti?

            Mari kita sama-sama saling mendukung. Support atau dukungan, jika saya melihat artinya didalam kamus bahasa Inggris, artinya seperti menopang, jadi kalau saya bayangkan seperti sebuah telapak tangan yang terbuka dan menopang punggung seseorang yang hendak jatuh terlentang.

            Kalau saya tidak salah berdasarkan Firman Tuhan, didalam beberapa ajaran atau kotbah diajarkan bahwa sebagai tubuh Kristus, kita harus saling menopang, kita harus saling mendukung satu dengan yang lain. Dan apakah kita sebagai tubuh Kristus, sebagai orang-orang yang mengaku anak Tuhan, apakah kalian sudah saling mendukung atau justru sebaliknya saling menggosipkan, saling menjatuhkan, dan saling memusuhi (berusaha menyaingi)?

            Mari kita kembali mengingat ajaran yang baik tersebut dan berusaha untuk melakukannya. Tidak perlu bersusah-susah didalam memberikan dukungan, minimal berdiamlah, tidak perlu berkomentar sana sini untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Tetapi jika kita memang memiliki sesuatu yang lebih dan ingin mengekspresikan sebagai tanda bahwa kita mendukung, ya lakukan itu!

Family            Kita, sebagai anggota tubuh Kristus, sebagai anak-anak Tuhan, sebagai seorang teman, seorang sahabat, apalagi sebuah keluarga, kalau saling mendukung, dan (apalagi) mendoakan, itu benar-benar bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

            Mau tahu apakah yang saya katakan ini benar atau salah?

            Praktekkan itu!

4 thoughts on “Support vs Sirik

  1. Thanks utk reportase “last minutes”nya. Memang kita semua jangan cuma bisa sirik dgn keberhasilan seseorang. Do something, jangan cuma duduk & mengkritik, ya! Dengan “hanya” berdoa & bersyukur atas keberhasilan seseorang (dan tidak sirik) saja, kita sudah mendukung mereka! Bravo, Lia!

  2. likes this one…😀

    Everything is need a SUPPORT SYSTEM..

    Decide which one you want to support..

    Then Support with all ur heart..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s