We Are Still Human


            Secara keseluruhan artikel saya, saya berusaha untuk membuka lembaran-lembaran pemikiran masing-masing pembaca agar dapat lebih ‘menuju ke’ manusia rohani tetapi tetap real (sebagai manusia jasmani), sekaligus mengungkapkan apa yang ada didalam pemikiran saya yang tidak dapat saya katakan seara lisan, bahkan mengungkapkan teriakan-teriakan hati orang lain juga yang mungkin tak dapat mereka ungkapkan.

            Tidak hanya itu, tetapi saya berusaha memotivasi, mensupport, dan mengubahkan paradigma yang sering keliru, sehingga saya berharap setiap tulisan saya dapat membuka wawasan lebih lagi tidak hanya bagi pembaca tetapi bagi diri saya sendiri.

Teori

            Teori nya memang sangat mudah untuk diungkapkan, tetapi untuk mempraktekkannya itu tidaklah mudah. Walau pun beberapa hal sudah saya alami sendiri, tetapi di lain waktu bisa saja saya harus mempraktekkannya dengan cara yang berbeda.

            Dalam setiap hal, dalam prakteknnya, tidak bisa kita selalu menggunakan teori yang sama. Seperti rumus-rumus Kalkulus dan Fisika, serta pelajaran Kimia, tidak bisa semua soal dikerjakan dengan menggunakan rumus yang sama. Dan itulah uniknya kehidupan. Walau pun pada dasarnya semua sama, tidak ada yang baru menurut kitab Pengkotbah, tetapi kehidupan tetaplah unik.

Rumus kalkulus

            Sepanjang apa pun tulisan saya, setebal apa pun buku yang ditulis dan di baca, saya hanya bisa mengatakan bahwa kita semua masihlah seorang manusia. Seorang manusia yang bisa berbuat salah. Seorang manusia yang selama hidupnya masih bisa berdosa.

Manusia2

            Manusia tak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Manusia tak pernah luput dari yang namanya dosa. Seorang manusia, tak pernah luput dari yang namanya ego.

            Tetapi, bukan berarti seorang manusia boleh bermanja-manja dengan semua kelemahan yang ada didalam dirinya.

            Seringkali manusia rohani yang setiap hari Minggu ke gereja, namun berbuat salah dan diketemukan oleh manusia yang lain yang katakanlah dia tidak rohani, lalu membela dirinya dengan mengatakan “ya aku kan masih manusia?”

            Yeah…kita semua masih manusia dan manusiawi sekali kalau kita masih bisa berbuat salah dan berdosa. Tetapi kita diciptakan Tuhan bukan untuk menyerah kepada setiap kelemahan dan kelebihan yang ada pada kita, tetapi Tuhan ingin kita terus berkembang dan menjadi lebih maju, serta menjadi lebih baik dengan ‘mengalahkan’ setiap kelemahan kita dan terus mengembangkan kelebihan yang ada pada kita.

            Mengalahkan kelemahan itu bukan berarti kita terus mengandalkan kemampuan kita dan berjuang dengan segala yang kita punya untuk menghapuskan semua kelemahan kita, melainkan kita harus menyadari semua kelemahan kita, dan didalam prakteknya kita harus berjuangan serta mengandalkan kemampuan Tuhan. Karena didalam kelemahan kitalah, kuasa Tuhan itu nyata.

            Kita diijinkan punya kelemahan, karena Tuhan mau manusia itu mengandalkan kekuatan Tuhan. Jadi kelemahan bukan untuk membuat diri menjadi minder dan menyerah pada kelemahan sehingga tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi penyerahan total kepada Tuhan itulah yang menjadi tujuan dalam hidup ini.

            Sebaliknya, kelebihan bukanlah untuk mengagungkan dan membanggakan diri sendiri dihadapan orang lain, melainkan kita harus bersyukur dan terus mengembangkan setiap kelebihan (talenta) yang sudah Tuhan berikan bagi kita.

            Kelebihan tetap ada batasnya, karena Tuhan ingin menjadi segala-galanya didalam hidup manusia. Tuhan tidak ingin manusia menjadi sombong dan menganggap dirinya ‘tuhan’, sehingga DIA membatasi semuanya sesuai dengan batas-batas yang dimiliki oleh masing-masing manusia.

            Kita tetaplah manusia, yang tetap bisa melakukan kesalahan dan dosa. Kita tetap manusia yang selalu mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

            Tetapi hanya Tuhan yang bisa menilai hati manusia itu. Tidak ada seorang pun yang bisa menilai dengan tepat apa yang ada didalam hati manusia. Kelemahan dan kelebihan manusia itu bersumber pada hati. Jika hati manusia itu murni dan tulus, maka Tuhan bisa pakai semua kelemahan dan kelebihan manusia untuk kemuliaanNYA.

            Oleh karena itu, berjalanlah…berjalanlah maju…teruslah berjalan…dan belajar…teruslah belajar…sampai kita menjadi sempurna dan tugas kita selesai bagi kemuliaan Tuhan.

            Jangan kuatir…kita tetap manusia…manusia yang indah…manusia yang mulia…dengan semua kelemahan dan kelebihan yang kita miliki…kita tetaplah manusia yang indah…manusia yang unik dan luar biasa!

Semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s