It’s good to be at home


            Mall dan tempat-tempat rekreasi adalah tempat-tempat yang mengasyikkan. Rasanya senang dan gembira bercampur aduk menjadi satu jika kita bisa berada di tempat-tempat hiburan di waktu-waktu liburan kita atau pada saat kita sedang mengalami kejenuhan. Apalagi jika kita memiliki ‘budget’ lebih untuk shopping, khususnya para wanita, itu adalah hal yang paling menyenangkan.

            Ada perasaan yang aneh atau lebih tepatnya ada rasa kurang, jika sewaktu liburan kita menghabiskan seluruh waktu kita untuk berada didalam rumah, walau pun sesekali pasti keluar rumah juga, sedangkan di sisi lain teman-teman kita kebanyakan pergi ke luar kota atau keluar negeri atau keliling mall yang ada didalam kota, entah bersama keluarga mau pun bersama teman mereka yang lain.

            Pasti ada perasaan ingin keluar negeri kalau melihat orang lain bisa berlibur keluar negeri dan ingin keluar kota atau keluar pulau jika melihat orang lain bisa berlibur atau bepergian keluar kota atau keluar pulau. Apalagi jika kepala (pikiran) dan hati ini rasanya sudah sangat penuh dan lelah dengan segala aktifitas dan rutinitas sehari-hari didalam sekolah, kampus, dan kantor.

            Bagi yang sehari-hari sudah dirumah seperti sebagai ibu rumah tangga, wajar jika ia ingin bepergian sesekali waktu, apalagi jika suami dan anak-anaknya sedang ada waktu untuk liburan, rasanya ingin mengajak mereka untuk keluar rumah sejenak. Tetapi bagi yang sehari-harinya sudah sibuk sekolah, belajar, bekerja, dan berada di kantor (apalagi didalam kota saja), sebenarnya rumah adalah tempat yang cukup asyik juga untuk dibuat bersantai, beristirahat, bahkan untuk berlibur sekali pun.

            Tetapi realita atau permasalahannya adalah rumah belum tentu menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai, beristirahat, apalagi untuk berlibur.

            Beberapa kali saya pernah mendengar cerita orang tua mengeluh anak-anaknya tidak pernah ada dirumah, selalu bepergian dengan teman-temannya, atau seorang istri mengeluh karena suaminya tidak pernah dirumah, atau sebaliknya malah ada suami yang mengeluh istri dan anak-anaknya tidak pernah ada dirumah.

Home

            Rumah secara wujud nyata yaitu tempat dimana kita bisa berteduh dan jika ada dalam satu keluarga, rumah itu adalah sebagai tempat untuk saling mengayomi. Dan untuk benar-benar bisa menjadi sebuah rumah, maka suatu tempat itu harus atau sebaiknya diisi oleh beberapa anggota, yang biasa kita sebut namanya keluarga.

            Dan untuk menjadikan sebuah rumah itu sebagai tempat yang nyaman dan asyik, tentu saja harus ada suasana yang diciptakan agar rasa nyaman dan asyik itu bisa dirasakan oleh masing-masing anggota yang tinggal didalamnya.

            Bagaimana agar suasana menjadi nyaman dan asyik? Tentu saja semuanya itu tergantung dari masing-masing pribadi anggotanya.

            Sebuah lagu mengatakan “kita semua tubuh Kristus…sebagai keluarga Allah..bangunan dari batu yang hidup….” dan seterusnya. Tanpa atau dengan kita sadari, tubuh kita atau pribadi kita ini sebenarnya adalah rumah. Bagaimana sebuah rumah itu bisa menjadi nyaman dan asyik untuk ditinggali? Semua tergantung dari suasana hati dan pikiran dari masing-masing pribadi yang menempati rumah tersebut.

            Jika seseorang menjadi marah, penuh dengan kebencian, dan berbagai hal buruk ada dihatinya, maka orang lain bisa ikut merasakan suasana atau keadaan tersebut dan hal itulah yang membuat orang lain disekitarnya merasa tidak nyaman lagi berada didekatnya, apalagi kalau tinggal serumah.

            Coba bayangkan kalau isi didalam rumah itu dipenuhi oleh orang-orang yang hatinya penuh dengan kemarahan, dengki, iri hati, dan segala sesuatu yang buruk, saya yakin, siapa pun orangnya, tidak akan pernah ada yang betah tinggal didalam rumah tersebut. Dan kalau pun mereka tinggal disana, mungkin juga karena terpaksa “namanya keluarga, masa mau tinggal ditempat lain?”, tetapi jangan salah, ada kalanya seseorang bisa benar-benar tidak betah dan akhirnya pergi meninggalkan rumah itu.

            Sebaliknya mari kita bayangkan jika sebuah rumah itu diisi oleh orang-orang yang sehari-harinya suka menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan (berdoa dan baca Firman), perilakunya baik, ramah, hatinya murni dan tulus, dan terlebih lagi mereka mengutamakan Tuhan benar-benar dalam hidup mereka serta menjadikan Tuhan sebagai kepala dalam rumah itu, maka siapa pun akan bisa merasakan suasana yang nyaman dan asyik didalam rumah itu dan akhirnya betah untuk tinggal didalam rumah itu atau stay berlama-lama dalam rumah tersebut.

            Siapa pun orangnya, pasti akan mengakui bahwa rumah itu adalah tempat terindah dan paling asyik untuk didatangi. Tempat-tempat hiburan baik didalam mapun diluar negeri hanya sekedar tempat hiburan yang sementara, sedangkan rumah itu adalah tempat dimana kita tinggal, menyimpan barang-barang kita semuanya, bahkan menjadi tempat yang paling kita percayai. Tetapi semuanya kembali lagi kepada suasana atau atmosfir yang ada didalamnya.

            Kalau pribadi seseorang itu sudah mengasyikkan, tidak hanya didalam rumah, bahkan diluar rumah sekali pun, orang lain bisa merasakan rasa nyaman ketika berada didekatnya atau bisa merasa nyaman ketika seseorang itu hadir disuatu tempat, dimana pun dia berada tanpa perlu dia melakukan sesuatu yang menghebohkan atau luar biasa.

Tubuh Kristus

            Rumah…bagaimana pun adalah tempat yang paling nyaman dan paling asyik untuk kita berlibur dan menghabiskan waktu…tetapi semuanya itu tergantung dari suasana rumah yang diciptakan oleh masing-masing pribadi yang tinggal didalamnya.

            Tuhan Yesus memberkati!

 

**Ide topik oleh Frankly Reynold Malumbot (Angky)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s