Blackberry VS Laptop


blackberry

            Ada begitu banyak orang yang mengatakan bahwa menggunakan blackberry ok karena lebih hemat, dengan tarif tertentu bisa chatting, browsing, dan lain-lain sampai sepuasnya. Selain itu didalam blackberry sendiri ada menu-menu yang tak dimiliki oleh handphone lainnya, microsoft office misalnya, dan sebagainya.

Laptop

            Sebaliknya, ada begitu banyak orang yang mengatakan bahwa daripada menggunakan blackberry alangkah lebih baiknya jika membeli laptop, karena dilihat dari sisi harga blackberry dan laptop itu sendiri. Dan tentu saja keduanya tidak bisa dibandingkan begitu saja, semuanya tergantung dari kebutuhan masing-masing orang dan dari sudut pandang mana mereka melihatnya.

            Saya memiliki keduanya, yaitu blackberry dan laptop. Oleh karena itu, saya bisa mengatakan bahwa keduanya sama-sama ok, tergantung dari penggunaan, kebutuhan, dan sudut pandang masing-masing orang.

            Blackberry yang saya miliki mungkin tidak terlalu canggih, tetapi menurut saya, sekali pun saya dapat menggunakan seluruh fasilitas blackberry yang saya miliki, saya tetap memerlukan yang namanya laptop.

Facebook

            Misalnya saja untuk melihat facebook, saya suka jika di profile facebook saya terlihat rapi menurut ukuran saya dan hal itu tidak akan bisa dilihat dengan jelas ketika saya menggunakan blackberry, jadi saya harus online dengan menggunakan laptop agar saya bisa melihat keseluruhan dari tampilan facebook saya. Selain itu, ada begitu banyak informasi yang ternyata tidak bisa saya lihat ketika saya menggunakan blackberry, misalnya saja iklan-iklan yang tampil di sisi kanan facebook, yang kadangkala dapat memberikan informasi yang baik.

            Perbedaan yang nampak jelas adalah layar blackberry dan laptop saja sudah berbeda, yang satu kecil dan yang satu lagi ‘layar lebar’, jadi kalau melihat melalui tampilan laptop, maka rasanya lebih ‘lega’.

            Demikian juga kita selama hidup ini, kadangkala pandangan kita terhadap sesuatu itu hanya pada sisi di layar yang sempit, seperti pada layar blackberry yang sangat terbatas, tak semuanya bisa tampak dengan jelas.

            Misalnya saja cara pandang terhadap seseorang, kalau menurut kita orang itu mbencekno, maka apa pun yang dia lakukan, bagi kita ya sudah mbencekno itu, tidak ada yang lain, kecuali mbencekno. Sebaliknya kalau kita sedang mengagumi seseorang, maka yang kita lihat dari seseorang itu adalah sisi yang baik, menyenangkan, pokoknya yang asyik-asyik saja, sampai-sampai ‘melupakan’ bahwa setiap hal itu ada sisi negatif dan pasti punya sisi positif juga.

            Pandangan yang demikian bisa saya katakan sebagai pandangan yang tidak adil. Pastinya tidak adil bagi yang ‘dipandang’, khususnya bagi orang yang sudah dipandang buruk, karena hal itu pastinya tidak menyenangkan sekali: diremehkan, tidak dihormati, tidak dihargai, hanya dipandang sebelah mata. Menjadi sulit baginya untuk membuktikan bahwa dia punya potensi yang layak untuk dipandang oleh seluruh mata kita dan mungkin layak untuk mendapatkan standing applause.

Pemandangan

            Alangkah baiknya jika kita memiliki pandangan yang lebih luas, tidak hanya seluas layar laptop, tetapi seluas-luasnya (jika bisa sebagaimana Bapa kita di surga memandang segala sesuatu nya, demikian pula sebaiknya kita punya pandangan yang sama seperti pandangan Bapa kita itu). Jadi kita tidak mudah menghakimi orang lain.

            Alkitab mengatakan “sebagaimana kamu memperlakukan orang lain, maka kamu akan diperlakukan demikian juga”.

            Saya tidak berhak untuk menghakimi siapa pun juga dalam hal ini, tetapi mungkin saja orang-orang yang mendapatkan bad images dari orang lain itu adalah orang-orang yang memang selalu memiliki bad images tentang orang lain, karena realitanya hukum tabur tuai itu memang ada. Jika kita tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain, maka jangan harapkan orang lain akan menghormati dan menghargai kita juga!

            Karenanya ada pepatah mengatakan “jangan mengatakan isi buku berdasarkan dari cover depan buku itu!”, maksudnya adalah jangan menghakimi sesuatu hanya dari penampilan tampak luarnya saja. Jangan menghakimi sesuatu dari kulit luarnya saja! Karena kita tidak pernah tahu jika kita tidak menelusuri secara keseluruhan. Dan jika memang diharuskan, alangkah baiknya jika kita bisa memberikan pendapat yang positif tentang sesuatu itu sebelum benar-benar melihat isi secara keseluruhan. Kalau pun kita menemukan sesuatu yang buruk, maka bukan berarti di kemudian hari ia tetap akan buruk.

            Misalnya saja penjual apel, yang baru saja apelnya kita beli, pada saat itu mungkin kita menemukan apel yang busuk yang kita beli, tetapi belum tentu di kemudian hari, ia akan kembali menjual apel yang busuk pada kita. Tetapi sebaliknya jika memang demikian realita yang kita temui (berulang kali kita membelinya dan selalu mendapatkan yang busuk), maka kita boleh menegur atau menginformasikan kepada si penjual atau menjadi hak kita juga untuk tidak membeli kembali di tempat itu.

            Melalui artikel ini, saya hanya ingin memberikan suatu pemikiran bahwa alangkah baiknya jika kita bisa memiliki pikiran yang positif terhadap segala sesuatu, memberikan kesempatan bagi setiap hal untuk bisa menjadi lebih baik (walau pun pada satu titik tertentu kesempatan itu pasti tidak bisa diberikan lagi), dan jangan menghakimi atau memastikan tentang sesuatu sebelum kita pun akhirnya dihakimi oleh orang lain.

            Kita sebagai anak-anak Tuhan tentunya ingin menjadi pribadi yang menyenangkan, yang baik, dan sempurna, tetapi untuk menjadi pribadi yang demikian tentunya diperlukan usaha untuk memperbaiki setiap aspek karakter dan sifat yang ada didalam diri kita. Dan jangan lupa bahwa semuanya perlu waktu dan kesabaran yang luar biasa!

            Saya berharap dari artikel ini, ada pemikiran-pemikiran yang baru yang boleh diubahkan. Karena bersama Tuhan, tidak ada sesuatu tidak ada yang tidak mungkin. Kita semua pasti bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan percayalah bahwa di sekitar kita ada orang-orang yang baik yang sudah Tuhan tempatkan bagi kita.

            Tuhan memberkati.

One thought on “Blackberry VS Laptop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s