Pengalaman Karena Coca Cola Zero


Coca cola zero

            Seorang teman menceritakan perjalanannya ketika hendak membeli sebuah coca cola. Dia menceritakan bahwa dia sangat ingin minum coca cola yang zero, karena pada waktu masih baru diiklankan dan dia sungguh-sungguh ingin mencobanya.

            Dia sempat melihatnya di sebuah toko kecil, dilihatnya harga yang dikemas dalam bentuk kaleng itu berkisar antar Rp 3.000,-, tetapi karena buru-buru, maka dia memutuskannya untuk nanti saja membelinya. Selanjutnya, dia berencana untuk pergi ke luar negeri, maka untuk ada barang-barang yang harus dibelinya di supermarket, dan lagi-lagi dia melihat coca cola zero tersebut tetapi harganya lebih mahal sedikit dari toko kecil yang dia pernah kunjungi sebelumnya, tetapi dia tetap belum membelinya, karena dia berpikir “nanti saja”.

            Keesokan harinya, ketika berada didalam airport, lagi-lagi dia melihat ada sebuah toko yang menjual coca cola zero tersebut, tentu saja dengan harga yang lebih mahal lagi daripada di supermarket yang terakhir dia lihat, namun tetap saja dia tidak membeli, karena untuk masuk didalam pesawat dia tidak boleh membawa segala yang berbentuk cairan.

            Singkat cerita, dia sampai di airport di negara yang ditujunya, dan dia pun kembali melihat di sebuah toko yang menjual coca cola zero tersebut, dan harganya pun jauh lebih mahal lagi karena sudah dalam bentuk dollar. Dan tetap saja, dia tidak membeli karena taxi sudah menunggunya untuk mengantarkannya ke hotel.

            Sesampainya di hotel, dia melihat tersedia coca cola zero di kamarnya, dan dari list harga yang tercantum, harganya sangat jauh…sangat amat mahal sekali jika dikurskan rupiah.

            Dari cerita yang sederhana ini, dia mendapatkan bahwa sesuatu itu memiliki nilai yang berbeda-beda, tergantung dari tempat dan waktunya.

            Saya berpikir ulang mengenai apa yang dia ceritakan ini dan saya pun menyetujui bahwa segala sesuatu itu memang akan berbeda nilainya jika berada di tempat dan waktu yang berbeda.

            Tidak hanya harga barang, tetapi pengalaman demi pengalaman, dan cara berpikir kita yang dulu pun tidak bisa selalu digunakan untuk masa sekarang, dan yang masa sekarang pun belum tentu bisa digunakan untuk masa depan.

            Oleh karena itu tidak heran, kadangkala anak-anak muda mengatakan bahwa orang tua itu kuno atau kolot. Mengapa? Karena seringkali orang tua membandingkan pengalaman mereka yang dulu ketika mereka masih muda dan menerapkannya dengan anak muda dijaman sekarang. Tak salah jika anak-anak muda akhirnya protes dengan sikap orang tua yang menurut mereka kuno.

SOGO Late Night Shopping

            Seandainya dulu jam 9 malam semua jalanan sudah sangat sepi, sehingga untuk jam malam jaman dulu adalah jam 8 sudah harus tiba di rumah, maka sekarang jam 12 malam pun masih baru berakhir yang namanya acara late night shopping.

            Apakah orang tua bisa dikatakan cukup bijak jika melarang anaknya pulang larut malam, sedangkan hampir seluruh penduduk di kota Surabaya berduyun-duyun datang untuk menikmati acara late night shopping tersebut? Belum tentu menjadi sebuah keputusan yang bijaksana tentunya, semua tergantung dari situasi dan kondisi yang hanya mereka sendiri yang mengetahuinya, misalnya saja tergantung dari usia berapa anak-anaknya, dan apakah ia sedang sakit atau mungkin ada masalah lain sehingga akhirnya mereka dilarang untuk keluar sampai larut malam. Tetapi secara normal, bagi anak-anak usia dewasa,  tidak cukup bijak jika orang tua nya masih memperlakukan mereka seperti anak kecil: dilarang ini, dilarang itu.

            Lihatlah anak-anak jaman sekarang, SD kelas satu sudah diajarkan pelajaran yang cukup sulit, harus menghafalkan kata-kata dalam bahasa Mandarin, yang belum tentu kita orang dewasa mampu melakukannya. Tuntutannya sudah jauh berbeda dengan orang-orang di masa dahulu.

            Jika orang tua hanya dapat mengandalkan pengalamannya di masa lalu, maka mereka akan stress dan anak-anaknya pun tidak akan berkembang dengan baik, hingga akhirnya anak-anak pun ikut stress, karena teman-temannya semua maju, dia sendiri ‘dilarang’ untuk maju.

Yenny Indra

            Saya cukup kagum dengan seorang penulis warta jemaat MDC Surabaya, yang namanya tak asing lagi: Yenny Indra. Dia sempat sharing dengan saya, bahwa ada banyak buku yang dia baca, termasuk buku mengenai business juga, agar dia dapat mengarahkan anak-anaknya kelak. Dan sampai detik ini pun dia masih banyak membaca buku dan belajar banyak hal sehingga dia bisa menyampaikan kepada anak-anaknya sebuah gambaran yang baik dipandang dari sudut pandang dia sebagai orang tua, tetapi modern (tidak ketinggalan jaman). Dia juga membiarkan anaknya memilih jurusan-jurusan sekolah yang disukai dan mendukungnya. Tugas dia sebagai orang tua dan sebagai seorang ibu hanyalah membimbing dengan membekali dirinya berbagai macam pengetahuan, kemudian mengarahkan anak-anaknya, serta mendukung mereka ketika mereka memutuskan sesuatu yang mereka sukai.

            Anak-anak muda, apa pun yang terjadi, orang tua adalah orang yang sudah menjalani kehidupan ini terlebih dahulu, karenanya mereka selalu bilang bahwa mereka itu sudah makan asam garam jauh lebih baik, yang artinya pengalaman mereka itu jauh lebih banyak. Jadi alangkah baiknya jika anak-anak muda mendengarkan apa yang orang tua mu katakan (Amsal pun mengatakan hal yang sama: dengarlah didikan ayah dan ibu mu supaya lanjut usia mu di muka bumi ini).

            Tetapi sebaliknya, dari sisi orang tua, alangkah baiknya untuk tetap terus belajar dan terus menerus menggali segala informasi yang berguna (bukan sekedar bergosip), sehingga tidak sampai dipandang kuno dan akhirnya anak-anak tidak ada yang mau mendengarkan lagi.

            Tidak pernah ada salahnya mengembangkan diri dengan membaca berbagai tulisan dan menggali begitu banyak informasi yang berguna, karena dari situ, kita pun akhirnya lebih bijaksana didalam berkata-kata dan bertingkah laku dengan lingkungan yang modern ini. Sehingga orang lain pun tidak memandang hanya sebelah mata dan merendahkan.

Bible

            Alkitab, satu-satunya pengetahuan yang dapat dipakai untuk segala jaman. Semuanya tetap harus berdasarkan Firman Tuhan. Tetapi…ada kalanya juga orang membaca Alkitab dan menerapkan hanya sisi yang dia suka, atau jangan-jangan malah hanya menerapkan bagian dari perjanjian lama saja. Tidak bisa seperti itu! Kita harus membaca keseluruhan dari Firman Tuhan perjanjian lama dan perjanjian baru, dan itulah sebabnya mengapa kita masih harus terus menerus membacanya sekali pun kita sudah membacanya dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu, karena dalam pemahaman dan penerapannya, Tuhan akan berbicara sesuai dengan perkembangan jaman. Jadi tidak akan pernah sama.

            Kita anak-anak muda, ke depannya kita pasti juga akan menjadi ‘kuno’, karena pasti akan ada anak-anak muda yang lainnya lagi.

            Oleh karena itu, agar nilai hidup dan nilai diri kita terus menerus berarti dan malahan semakin meningkat, maka kita sendiri yang harus menggali berbagai macam pengetahuan, tetapi tidak melupakan sisi rohani juga. Mari kita sama-sama terus menerus meningkatkan nilai kita dengan banyak belajar!

            Dan satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan adalah memberikan tongkat estafet kepada generasi muda. Percayai mereka untuk melanjutkan usaha kita, percayai mereka untuk mengambil keputusan demi keputusan untuk masa depan mereka, percayai mereka untuk pegang kendali dalam pelayanan, percayai mereka untuk pegang kemudi bagi kelangsungan hidup bangsa ini.

Depot 369

            Seperti contohnya depot 369, yang sekarang sudah dipegang oleh anaknya, tempatnya jauh lebih baik, lebih bagus, lebih menarik, dan kembali hidup, didatangi lebih banyak pengunjung, mengapa? Karena orang tuanya, mempercayai anaknya untuk mengelola dan mengembangkan, sesuai dengan ide jaman sekarang.

            Beri generasi muda kesempatan untuk menjadi lebih maju dan mendapatkan pengalaman-pengalaman hidup, agar mereka tidak menjadi generasi yang manja dan akhirnya mereka pun bisa merasakan dan mengalami yang dikatakan jalan bersama Tuhan.

            Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s