Menjadi Anak Terang


Menjadi anak terang

            Di hari kedua Raphael keponakan saya bersekolah, menurut cerita kakak saya, dia menangis. Raphael menangis karena awalnya ada seorang temannya yang menangis, kemudian beberapa temannya juga ikutan menangis, akhirnya Raphael pun ikut menangis.

            Saya mendengar cerita tersebut awalnya hanya tertawa kecil, membayangkan kedua keponakan saya memang sangat lucu sekali pun mereka dalam keadaan menangis.

            Tetapi ketika saya bercerita kepada beberapa orang teman saya dan salah seorang dari mereka mengatakan “anak kecil saja bisa terpengaruh, apalagi kita orang-orang yang sudah dewasa”.

            Satu kalimat yang sangat sederhana dan tetapi akhirnya membantu saya menemukan satu bahan untuk membuat artikel setelah hampir tiga minggu saya kehilangan ide untuk menulis.

            Yah…hanya sesuatu hal yang kecil dan sederhana, yaitu seorang anak kecil yang menangis, tetapi kemudian bisa mempengaruhi seorang anak kecil yang lain, bahkan hampir seluruh kelas akhirnya menjadi terpengaruh.

            Tahukah kita semua bahwa lingkungan itu sangat mudah mempengaruhi kita?

            Perkataan seseorang dapat mempengaruhi kita, acara di televisi dapat mempengaruhi kita, model-model pakaian yang dipakai oleh seorang artis atau seseorang di mall atau dimana pun juga dapat mempengaruhi kita, buku bacaan dapat mempengaruhi kita, tokoh-tokoh kartun atau tokoh-tokoh politik, mau pun tokoh-tokoh apa pun juga semuanya dapat mempengaruhi kita, mulai dari tingkah laku, dandanan, sampai kepada kebiasaan kita pun dapat dipengaruhi oleh banyak hal yang ada disekitar kita..

            Bahkan di jaman yang sangat modern ini, seorang leader di kantor mau pun di mana pun seseorang itu menjadi leader, ia dapat mempengaruhi kehidupan pribadi seorang anak buah nya, sampai-sampai saya melihat seseorang itu hampir-hampir tidak dapat menjadi dirinya sendiri. Wow…

            Bible mengatakan bahwa pergaulan yang baik dapat membuat suatu kebiasaan yang baik dan bahayanya adalah pergaulan yang buruk dapat membuat suatu kebiasaan yang baik menjadi kebiasaan yang buruk. Karena itulah hebatnya pengaruh.

            Seperti yang pernah saya katakan dalam artikel saya tahun lalu bahwa gosip itu sangatlah berbahaya, karena jika ditelusuri bergosip itu akan berakhir dengan mempengaruhi. Dengan bercerita (bergosip) akhirnya membuat seseorang itu percaya (mempengaruhi).

            Demikian pula media-media yang ada di sekitar kita, dengan kita membaca, melihat, mendengar, cepat atau lambat hal itu akan mempengaruhi kita juga. Tak heran jika ada begitu banyak anak muda di jaman sekarang yang sikapnya dapat berubah mulai dari tata rambut, make up, sampai ke sikap (cara mereka terkejut, tertawa, dan sebagainya) sudah seperti artis-artis film-film korea, sinetron, dan lain-lain.

            Mall, acara televisi, VCD, DVD, bioskop, semua disediakan sebagai sarana kita untuk menjadi seorang yang up to date, tidak kuno, dan sekaligus sebagai dunia hiburan. Tetapi dengan berbagai perkembangan jaman, kita juga harus ingat pada apa yang telah dikatakan oleh bible bahwa kita harus bijaksana didalam menata pergaulan kita dan yang seharusnya terjadi adalah kita sebagai anak-anak terang membawa dampak, memberi terang bagi kegelapan yang ada di sekitar kita.

            Menjadi pengaruh yang buruk itu adalah hal yang sangat mudah, satu menit saja cukup untuk memberikan pengaruh yang buruk kepada seseorang, apalagi jika seseorang itu labil. Tetapi untuk memberikan pengaruh yang baik dan mempertahankannya itu adalah sesuatu yang sangat amat sulit sekali.

            Seorang teman yang setelah setahun bekerja, suatu hari diberi informasi oleh atasannya bahwa Pak GM (General Manager) sejak awal telah melihatnya sebagai seseorang yang sangat berpotensi, mampu berbicara dalam bahasa inggris dengan sangat baik, dan terpancar keluar ketulusan hatinya, maka akhirnya dia diberi tanggung jawab yang lebih di perusahaannya.

            Tentu saja bukan sesuatu hal yang mudah, ada banyak hal yang mengoyakkan dia, membuat dia keluar dari kenyamanannya, dan ada banyak hal baru yang kembali harus dia pelajari. Sesuatu yang sudah dia kuasai harus ditinggalkannya, kenyamanannya harus ditinggalkannya.

            Sikap yang manusiawi pastinya ingin berontak agar bisa menetap pada posisinya semula. Tetapi dia tidak demikian. Dia memiliki integritas, dia mau belajar, dia mau tunduk pada otoritas, dan dia mau menjalani kesulitan-kesulitan dan rasa tidak nyaman yang ada.

            Tidak hanya mengenai hal itu saja, sikapnya baik di rumah, di gereja, mau pun di kantor itu sama sehingga pandangan dan pendapat setiap orang terhadap pribadi dia pun sama baiknya, tidak berubah-ubah dan itulah pengaruh yang baik, sudah seharusnya selalu menjadi berkat dan dampak dimana pun ia berada.

            Kita semua masih manusia dan masih dapat berbuat salah. Tetapi jika kita dapat mempertahankan integritas kita, maka diri kita, pribadi kita ini akan berpengaruh bagi sekitar kita dan akan membawa dampak yang baik.

            Pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan menjadi seseorang yang mudah terpengaruh ataukah menjadi seseorang yang mempengaruhi? Jika kita ingin menjadi seseorang yang mudah terpengaruh, apakah kita ingin dipengaruhi sesuatu hal yang baik ataukah kita sangat senang jika dipengaruhi sesuatu yang buruk? (mungkin dengan demikian kita berpikir bisa menjadi lebih keren dan jagoan). Sebaliknya jika kita menjadi pengaruh, akankah kita mempengaruhi seseorang atau lingkungan kita dengan sesuatu yang buruk atau kah sesuatu yang baik?

Bible

            Dan sebaiknya, dalam setiap pengambilan keputusan, kembalilah kepada ajaran Tuhan Yesus sebagai Pribadi yang selalu dapat menjadi panutan bagi segala generasi. Karena dari situ kita bisa menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

            Tuhan memberkati.

Iklan

2 thoughts on “Menjadi Anak Terang

  1. halo…..salam kenal, kebetulan lagi searching2 di gugel dan nemu tulisan ini…

    yups, sadar atau nggak sadar kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sekitar kita…. dan emang kita mau terpengaruh oleh yang baik atau buruk itu adalah pilihan, terkadang merupakan suatu pilihan yang agak sulit…karena terpengaruh yang buruk sepertinya lebih menyenangkan… tapi terpengaruh oleh hal yang baik, awalnya terlihat kurang asik…tapi akhirnya berdampak luar biasa…hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s