Saatnya Untuk Klik


The Key

            Saya mempunyai seorang teman, usianya beberapa tahun di bawah saya. Orangnya cantik, pintar, cukup cuek, bicara seadanya, jujur sesuai dengan apa yang ada di hati dan pikirannya saat itu dan pandai berakting. Tetapi saya tahu bahwa dia adalah seseorang yang baik hati, karena sejak dia kecil saya sudah cukup dekat dengannya.

            Suatu saat, dia harus berangkat ke Jakarta selama beberapa waktu tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan. Dan beberapa saat lamanya kemudian dia kembali pulang ke Surabaya, lalu berangkat lagi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah.

            Suatu hari, saya bertemu dengannya dalam suatu pembicaraan melalui internet, yang biasa kita kenal dengan istilah chatting dan dia bercerita kepada saya bahwa ada suatu sifat dan pemikiran yang ada pada dirinya yang berubah karena seorang teman di Jakarta pernah memarahinya.

            Temannya itu berkata kepada teman saya ini dengan nada marah yang luar biasa “kamu itu seorang yang tidak punya hati, kasar, cuek, dan tidak punya perhatian terhadap orang lain”, demikian kira-kira pernyataannya. Dan pada waktu temannya itu marah-marah dengannya, teman saya ini sama sekali tidak bisa berbicara apa-apa, padahal dia adalah seorang yang cukup pandai menjawab pernyataan apa pun tentang dirinya.

            Teman saya merenungkan dan memikirkan apa yang dikatakan temannya itu, hingga akhirnya ia menemukan suatu klik pada dirinya, bahwa memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam dirinya. Sikap cuek, berbicara seadanya, ternyata tidak selalu baik dan malahan mungkin menjadi semakin parah sehingga ia menjadi seorang yang tidak bisa mengerti atau memahami orang lain lagi. Dan akhirnya teman saya pun berubah, menjadi lebih berhati-hati dalam bicaranya, lebih tidak cuek, dan sebagainya.

            Demikian pula suatu kunci akan terbuka, ketika ada suatu bunyi klik tanda bahwa kunci telah terbuka dan pintu atau jendela atau suatu box atau dompet atau televisi atau radio dan banyak benda yang lain dapat dibuka atau dibunyikan.

            Dan tidak hanya benda-benda mati saja yang memiliki kunci dan berbunyi klik yang bisa terbuka, tetapi perasaan, hati nurani, dan pikiran setiap orang pada suatu titik tertentu akhirnya pun bisa klik dan terbuka.

            Kadangkala kita memberitakan atau menceritakan tentang kebaikan Tuhan didalam hidup kita (bersaksi), atau mungkin seorang sales dalam pekerjaan berusaha menawarkan suatu produk ke customer, atau seorang bawahan sedang berusaha menjelaskan suatu perkara kepada atasannya, atau seorang anak menjelaskan sesuatu kepada orang tuanya, namun rasanya semuanya itu sia-sia, tidak ada yang tergugah hatinya, orang-orang tetap mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada, customer tidak juga membeli produk mereka, atasan tetap bersikeras kepada keputusannya, orang tua tetap memaksakan kehendak kepada anaknya.

            Tetapi suatu saat, ketika ada sesuatu yang akhirnya klik dalam hati dan pikiran mereka-mereka itu, maka pada saat itulah kemenangan dan sukacita keluar, menjadi nyata, dan kelihatan.

            Seringkali manusia lebih memilih masuk dalam suatu perdebatan-perdebatan yang tidak seharusnya dilakukan. Seringkali manusia lebih memilih memaksakan orang lain menerima apa yang menjadi pendapatnya saat itu juga. Seringkali manusia lebih memilih kekerasan daripada sikap sabar. Dan hasil yang mereka peroleh adalah kebencian, dengki, amarah, permusuhan, dan sakit hati. Akibatnya tubuh menjadi lelah, lemah, dan penyakit berdatangan.

            Usaha-usaha yang dilakukan oleh seorang anak manusia itu semuanya tidak salah, tetapi juga tidak ada benarnya. Ada hal-hal yang memang harus dipertahankan dan diperdebatkan, tetapi yang terpenting adalah dasar dan tujuan dari mempertahankan dan memperdebatkan sesuatu itu apa? Jika hanya untuk menunjukkan suatu kemenangan atau ke-aku-annya, maka semuanya itu adalah sia-sia.

            Kitab Kehidupan atau yang biasa kita sebut dengan bible adalah suatu kebenaran sejati, yang tidak terkalahkan oleh apa pun juga. Kita tidak memperdebatkan isinya, karena hanya Roh Kudus yang bisa membuat hati nurani kita klik dengan isi-isinya, sehingga akhirnya kita bisa mengakui kebenarannya. Dan hebatnya, seluruh kehidupan kita petunjuknya ada didalamnya.

            Jadi…jangan pernah berkecil hati ketika kesaksian kita dianggap biasa-biasa saja, karena suatu ketika kesaksian kita pasti akan membawa dampak atau menjadi berkat bagi minimal salah satu dari seseorang yang mendengarkan.

            Jangan berkecil hati ketika kita susah memenuhi target di tengah krisis yang ada, karena berkat itu selalu tersedia bagi orang-orang yang mengasihi DIA.

            Jangan pernah berkecil hati ketika atasan menghakimi dan bertindak semena-mena kepadamu atau memperlakukanmu dengan tidak adil, berpikiran negatif denganmu, karena ketika kita melakukan pekerjaan dengan setulus hati dan dengan integritas, maka peningkatan itu akan diberikan bagimu.

            Jangan pernah berkecil hati ketika orang tua bertindak semena-mena dan hanya mempertahankan pendapatnya sendiri, karena semuanya kembali kepada Firman Tuhan, hati raja-raja ada di tangan Tuhan, hati orang tua pun ada di tangan Tuhan, jika semuanya benar sesuai dengan apa kata Firman Tuhan, maka semuanya pasti akan dibalikkan. Sesuatu yang kelihatannya tidak benar di mata orang tua, maka suatu saat orang tua pasti juga akan melihat bahwa anak-anaknya pun sudah dewasa dan mampu bertanggung jawab atau sebenarnya anak-anaknya itu tidak bersalah dan Tuhan ternyata bisa berbicara juga kepada anak-anak.

            Semua hal, kembali kepada Firman Tuhan saja, kembali kepada kebenaran saja, jika semuanya itu benar, maka Tuhan yang akan membuka jalan dan tingkap-tingkap langit.

            Tunggu waktuNYA untuk membuka pintu jawaban bagi kita! Maka pada waktu itu, sorak sorai kemenangan layak digemakan.

            Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s