Kehidupan Rohani


Tangan pegang bible

            Pada suatu hari, ada dua orang yang sedang berbincang-bincang mengenai sesuatu bahasan yang ringan. Seorang yang satu bernama pak Ahmad dan seorang yang kedua bernama pak Amin.

            Pak Ahmad mengungkapkan berbagai pendapat pribadinya berdasarkan kehidupan realita, dari apa yang selama ini telah dialaminya dan apa yang yang dilihatnya. Sedangkan sebaliknya pak Amin mengungkapkan pendapat pribadinya berdasarkan kehidupan kerohaniannya, berdasarkan pengalamannya bersama Tuhan, dan berdasarkan imannya.

            Oleh karena bahasan mereka ringan dan hanya sekedar berbincang-bincang, maka tidak diperlukan solusi, tetapi pembicaraan mereka akhirnya ‘kosong’, dalam arti pak Ahmad mungkin tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh pak Amin, dan sebaliknya pak Amin sebenarnya mengerti maksud pak Ahmad, tetapi karena dia hidup secara rohani dan oleh iman dia menjalani hidup ini, maka sulit bagi dia untuk mengerti kesulitan yang sesungguhnya yang dikatakan oleh pak Ahmad.

            Kalau hanya pembicaraan ringan mungkin bisa dianggap sambil lalu (diabaikan), tetapi bagaimana jika pembicaraan tersebut serius dan memerlukan jalan keluar? Saya rasa tidak akan perlu ditemukan solusi atau jalan keluarnya, bahkan mungkin sekali berakhir dengan pertengkaran.

            Untuk memudahkan, bayangkan saja jika seseorang yang belum mengenal Tuhan Yesus, kemudian diajak bicara mengenai mujizat, keajaiban Tuhan, hidup kekal, dan sebagainya, maka seseorang itu tidak akan mengerti dan jadi bingung (tidak nyambung).

            Lalu bagaimana solusinya?

            Saya tidak punya solusi untuk hal ini. Tetapi saya ingin menjawab, jika memang diharuskan untuk mengalami hal itu, maka satu-satunya cara seorang yang ‘rohani’ harus bisa mengalah dan meminta hikmat Tuhan, bagaimana caranya untuk berbicara tanpa melibatkan kerohaniannya.

            Tetapi realitanya memang demikianlah kehidupan seorang Kristen, yang memiliki kehidupan rohani, hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Mereka tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang-orang yang tidak mengerti mengenai sesuatu hal yang rohani. Itulah bedanya antara orang yang rohani dan bukan rohani.

            Jika kita mau hidup didalam Tuhan, maka yang terjadi adalah Tuhan akan membawa kita kepada kehidupan yang tidak biasa, yang mungkin bagi orang-orang itu adalah hal yang biasa, suatu kebetulan, atau suatu keberuntungan. Padahal yang dialami sebenarnya adalah suatu keajaiban yang hanya Tuhan yang bisa membuatnya demikian. Untuk mendapatkan sesuatu hal yang menurut orang adalah hal yang biasa itu sebenarnya membutuhkan suatu iman yang besar, dan tidak cukup hanya modal kemampuan atau kepandaian yang dimilikinya. Dan inilah yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang-orang yang tidak punya kehidupan yang rohani.

            Pengalaman hidup saya, tidak ada sedikit pun yang bisa saya mengerti dengan akal sehat, karena papi dan mami khususnya selalu mengajarkan kepada saya hal-hal yang rohani dan dukungan mereka pun hanya berdasarkan doa, iman, dan pengharapan kepada Tuhan saja.

            Saya bukan orang yang pintar, nilai saya di sekolah selalu membuat orang tua saya berdebar-debar: akankah saya naik kelas? Tetapi realitanya nilai saya baik-baik saja, dan saya pernah mendapatkan ranking 5 di kelas, ranking 10, dan nilai Tugas Akhir sebagai Sarjana Teknik Industri adalah AB (dengan nilai paling tinggi A).

            Saya bisa bekerja disuatu perusahaan asing yang cukup dikenal di dunia, juga bukanlah suatu hal yang biasa-biasa saja, mengingat IPK saya tidak bagus. Saya bisa menari dan menulis, juga bukanlah hal yang biasa-biasa saja, mengingat hampir setiap minggu selalu ada saja yang bisa saya jadikan bahan tulisan.

            Dan ada begitu banyak hal lain didalam hidup saya, yang bagi saya, jika saya bisa mendapatkan semuanya maka hanya oleh karena anugerah dan kasih karunia Tuhan saja.

            Tidak ada maksud saya untuk menyombongkan diri saya. Tetapi dari sini saya ingin membuktikan bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa mengerti kesaksian hidup saya ini, tetapi ada begitu banyak orang juga yang tidak akan pernah mengerti mengenai apa yang saya alami walau pun saya menjelaskannya begitu rupa, mungkin mereka hanya bisa mengerti bahwa itu semua karena saya belajar, saya beruntung, dan saya memang layak mendapatkan itu.

            Contoh lain lagi yang paling sederhana, misalnya seorang anak Tuhan yang masuk di sebuah toko, yang awalnya toko itu sangat sepi, tetapi karena ada anak Tuhan yang mampir ke toko tersebut, dan tiba-tiba toko itu menjadi ramai dengan pengunjung. Dengan iman saya katakan bahwa itu bukanlah sekedar suatu hal yang kebetulan, tetapi anak-anak Tuhan ke mana pun ia berada seharusnya ia menjadi berkat.

            Seorang teman yang hidupnya sungguh-sungguh didalam Tuhan, dalam pekerjaannya ia ditempatkan di suatu department yang baru. Setiap hari dia berdoa agar tingkat keuntungan perusahaan terus menerus meningkat dan realitanya ada begitu banyak pengunjung, sehingga dapat dilihat dari system bahwa ada begitu banyak keuntungan yang masuk. Dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengerti bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang kebetulan.

            Tujuan dari artikel ini ingin menyatakan bahwa hidup anak-anak Tuhan memang tidak akan pernah sama dan tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang-orang yang tidak mengerti tentang kehidupan rohani sesungguhnya dan hal ini tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun agar orang lain dapat mengerti.

            Tugas anak-anak Tuhan adalah tetap hidup dengan rendah hati dan menyaksikan dengan kata-kata yang tepat tentunya (mudah dimengerti oleh orang-orang yang belum bisa menerima atau mengerti atau pernah mengalami hal-hal rohani) setiap mujizat dan anugerah yang sudah Tuhan berikan didalam hidup kita.

            Tuhan itu ada dan realitanya didalam hidup ini memang ada begitu banyak konflik dan persoalan yang secara mata manusia sulit atau bahkan tidak bisa kita hadapi. Tetapi realita yang paling penting adalah dari hari ke hari kita membutuhkanNYA dan hanya dengan mata iman kita dapat melihat dan menikmati kemurahanNYA.

            Jika kita ingin menikmati berkat-berkat Tuhan (kesehatan, materi, dan kehidupan yang tidak biasa-biasa saja), maka kita harus masuk lebih dalam lagi ke kehidupan rohani bersama Tuhan. Jangan pernah katakan “realitanya…tidak bisa…”! Karena bukan demikian hidup bersama Tuhan itu. Tetapi katakan: “aku percaya bersama Tuhan aku bisa”!

            Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s