Menjaga Hidup Sebagai Anak-Anak Tuhan


Yesus

            Sebagian besar acara televisi yang paling banyak diminati adalah acara sinetron dan entertaiment, yang biasanya lebih banyak membahas tentang kehidupan para artis dan keluarganya.

            Saya pernah menulis dalam sebuah artikel yang berjudul “Gosip…Digosok Makin Sip” yang secara singkat isinya adalah tentang gosip, bahwa gosip itu benar-benar jahat. Orang dapat membenci orang yang lain hanya karena gosip yang realitanya belum tentu benar.

            Realitanya lagi gosip sudah merupakan salah satu hal yang termasuk didalam hidup ini, mau tidak mau, suka tidak suka, diam atau berkata-kata, bersikap manis atau sebaliknya, gosip tidak akan pernah lalu dari hidup setiap orang.

            Sebuah cerita tentang seorang yang mencari pinjaman kemana-mana untuk membangun sebuah usaha yang baru. Dia adalah seorang yang beribadah didalam gereja sehingga untuk mencari pinjaman, tentu saja dia mencari ke teman-teman yang juga sering datang ke gereja dan melakukan pelayanan bersama-sama. Dan tiba-tiba saja di gereja itu tersiar berita bahwa seseorang ini berusaha untuk menipu, uang yang dipinjam tidak akan pernah dikembalikannya, usahanya itu tidak benar, dan lain sebagainya. Meski pun demikian, seseorang ini akhirnya memperoleh sebuah pinjaman. Hingga suatu ketika dilihat oleh orang-orang didalam gereja itu, seseorang ini berhasil, dia mampu membeli sebuah mobil, dia mampu membangun sebuah gedung bertingkat, dan sebagainya, maka mulailah orang banyak mendekatinya dan bersikap manis dengannya.

            Demikianlah hidup ini, ketika kita susah, tiba-tiba telepon di dengar jarang berdering, tiba-tiba teman-teman hilang tiada kabar, tiba-tiba orang memandang sinis dengan kita, dan sebalikanya ketika kita senang, tiba-tiba telepon sering berdering dan ajakan keluar makan malam begitu banyak, tiba-tiba yang bukan saudara mengaku menjadi seorang saudara, dan tiba-tiba semua orang mau tersenyum dengan kita.

            Pertanyaannya adalah bagaimana seseorang mau diajak ke gereja jika orang-orang yang ada didalam gereja tersebut perkataannya tidak bisa dipercayai? Bagaimana seseorang dapat mengenal Tuhan Yesus Kristus, jika anak-anak Tuhan sendiri tidak berhenti untuk membicarakan dan menjelek-jelekkan orang lain? Dan bagaimana seseorang yang berada diluar gereja bisa respect dengan orang-orang yang berasal dari dalam gereja jika sikap dari orang-orang yang didalam gereja tersebut hanya bisa memandang rendah dan menghina orang lain, yang sama-sama berasal dari dalam gereja mau pun yang dari luar gereja?

            Memang benar bahwa tidak semua orang yang berasal dari dalam gereja adalah orang-orang yang ‘tidak berperikemanusiaan’ atau ‘tukang gosip’. Tetapi realitanya ada begitu banyak orang yang kepahitan dan meninggalkan gereja karena melihat sikap dan perkataan dari sebagian besar orang-orang yang berasal dari dalam gereja itu yang tidak benar. Dan ketika mereka-mereka itu ditegur, dijawabnya “mereka yang kepahitan itu imannya lemah”.

            Hei…!!! Ini masalahnya bukan karena iman yang lemah! Tetapi masalahnya Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menjadi garam dan terang dunia, hidup kita tidak bisa menjadi sama dengan orang-orang diluar gereja sana. Perkataan dan tingkah laku kita harus benar-benar menjadi teladan bagi mereka-mereka yang diluar gereja sana.

            Memang benar bahwa kita masih manusia dan bisa melakukan kesalahan. Tetapi demikianlah tuntutan hidup anak-anak Tuhan, jika sikap kita sama saja (menyukai gosip dan marah-mara misalnya), maka Firman Tuhan mengatakan lalu apa beda kita dengan orang diluar sana? Firman Tuhan mengatakan jika kita bisa berbuat baik dengan orang yang berbuat baik dengan kita dan berbuat jahat dengan yang berbuat jahat dengan kita, maka dimana letak perbedaan kita sebagai anak-anak Tuhan atau anak-anak terang?

            Jangan heran jika misi penginjilan menjadi ‘sulit’ (ada begitu banyak orang yang menolak untuk datang ke gereja)! Karena bukan hanya karena iblis sedang membutakan mata rohani mereka. Tetapi kita harus teliti ada apa dengan kehidupan orang-orang yang ada didalam gereja itu. Kalau kehidupan mereka sama saja dengan kehidupan orang-orang diluar gereja, maka orang diluar gereja akan mengatakan “untuk apa susah-susah hidup didalam gereja?”.

Kasih Bapa

            Mari kita sama-sama belajar untuk menjaga setiap perkataan dan tingkah laku kita. Kita tetap manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, bisa menyakiti dan tersakiti. Tetapi ingat bahwa Tuhan Yesus ingin kita menjadi sebuah pribadi yang memiliki kehidupan yang berbeda dengan orang-orang yang ada diluar gereja, yang belum mengenal siapa itu Tuhan Yesus.

            Jangan sampai hidup kita, perkataan kita, dan tingkah laku kita menjadi batu sandungan bagi orang lain, khususnya yang diluar gereja!

            Jika didalam gereja kita mengatakan bahwa kita saling support satu dengan lain, maka diluar gereja pun kita tetap harus saling support dan bukannya malah membicarakan masalah seseorang itu dengan orang yang lain.

            Tetaplah jaga hati! Tidak perlu mengetahui atau mencampuri apa yang menjadi urusan orang lain! Karena sebagai keluarga Allah, kita seharusnya hidup bergandengan tangan, saling membantu, saling mendukung, saling menjaga rahasia, saling mendoakan, saling melindungi, saling menjaga, saling mengasihi, saling mengampuni, saling memuji, dan bersama-sama saling memuliakan nama Tuhan saja.

            We are family in Jesus Christ.

             I love you all.

             We have to love each other…and we love our Father…

              Maju bersama didalam Tuhan Yesus Kristus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s