Tiga Kisah – Tiga Sikap


Three

            Ada 3 (tiga) kisah yang hampir serupa kejadiannya dan yang membedakan adalah sikap dan keputusan yang diambil oleh masing-masing:

            Kisah yang pertama dari seseorang yang bernama Setia. Selama ini Setia melakukan pekerjaan yang sangat sederhana, sehingga dia memiliki cukup banyak waktu senggang selama jam kantornya. Hingga suatu hari karena di department lain ada seseorang yang akan cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan penuh, maka untuk selama 3 (tiga) bulan tersebut, Setia dimintai tolong untuk membantu pekerjaan yang ada di department lain. Dan sekali pun demikian, Setia diberikan tugas yang berkaitan dengan yang ada di department dia saat ini.

            Namun Setia merasa pekerjaannya jadi bertambah banyak dan dia merasa tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan tersebut. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk keluar (resign). Padahal Setia masih baru mencobanya sehari dan dia sebenarnya hanya membantu selama 3 (tiga) bulan saja, kemudian tugas yang harus diselesaikannya akan kembali seperti semula.

            Kisah yang kedua dari seseorang yang bernama Dio. Pekerjaan yang dilakukan oleh Dio selama ini adalah pekerjaan yang cukup mudah tetapi sulit, dalam arti mudah bagi Dio tetapi mungkin sulit dan banyak bagi orang lain. Namun karena Dio dilihat mampu mengerjakan semua pekerjaan itu, maka tidak ada seorang pun yang mau tahu bahwa sebenarnya Dio sudah maksimal didalam mengerjakan tugas-tugasnya itu, bahkan tak jarang Dio menjadi overload. Jadi sehari-hari Dio selalu saja ditambahi pekerjaan dan masih ‘diganggu’ (disuruh ini itu) dalam pekerjaannya, sehingga pekerjaannya tak kunjung selesai. Dan jika Dio tidak berhasil menyelesaikan, maka ada begitu banyak orang yang memarahinya dan memberikan nilai kurang bagi Dio.

            Hal ini sangat berat bagi Dio, karena sebenarnya Dio adalah seorang pekerja yang baik, tetapi lingkungan sekitarnya kurang menghargainya. Dio sebenarnya sudah sangat tidak tahan bekerja di tempat itu, tetapi apa daya jika Dio memang harus tetap bekerja karena kebutuhannya dan belum ada lapangan pekerjaan yang baru untuknya diluar kantornya. Sehingga akhirnya dalam keadaan yang mengeluh dan berbeban berat, Dio tetap berusaha menjalani hari-harinya didalam kantornya itu dan tentu saja hari-hari Dio menjadi sangat berat dan melelahkan.

            Kisah yang ketiga dari seseorang yang bernama Frank. Frank beruntung sekali karena dia mendapat pekerjaan yang ternyata sangat dia sukai sekali. Frank banyak belajar di pekerjaannya itu dan didalam satu tim mereka sangat kompak, jadi semuanya serba mendukung, lingkungan menyenangkan dan pekerjaan pun meski berat namun karena mengasyikkan, maka semuanya dapat dikerjakan dengan sangat baik.

            Hingga suatu hari kenyamanannya dirombak, karena atasan tertinggi melihatnya sangat berpotensi. Tutur bahasa dan body language nya menarik perhatian atasannya, sehingga atasannya itu menganggapnya mampu untuk mendapat posisi yang lebih baik.  Hal ini adalah berita yang cukup baik kedengarannya, tetapi mengingat posisi yang lebih tinggi tentu saja ada tanggung jawab dan harga yang jadi lebih mahal untuk dibayar.

            Didalam tugasnya yang baru, Frank dituntut untuk belajar hal yang baru lagi, dituntut untuk tunduk pada otoritas yang baru, bahkan jam kerja nya pun di rombak total, yang tadinya bekerja sesuai dengan jam kantor, sekarang harus bekerja sesuai dengan shift. Dan semuanya itu sangat berat dan tidak mudah bagi Frank.

            Sempat Frank merasa sangat sedih dan bingung, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk tetap melakukan bagiannya yang terbaik dan dia tetap terus belajar dan mau tunduk pada otoritas yang ada diatasnya sekarang. Frank berusaha untuk tidak mengeluh, bahkan dia mengisi mulut dan hatinya dengan puji-pujian ketika perjalanan ke kantor. Dan hasilnya, Frank lagi-lagi mendapat pujian, di department yang baru ada suasana yang lebih baik yang selama ini belum pernah ada sebelum kehadiran Frank.

            Ada tiga kisah yang hampir serupa, namun ditanggapi dengan sikap yang berbeda, maka hasilnya pun menjadi berbeda.

            Segala sesuatu yang dikerjakan dengan kerendahan hati dan penuh sukacita, maka akan ada peningkatan-peningkatan yang diberikan.

            Jika kita ingin menjadi seorang yang sukses dan bisa memperoleh hari-hari yang indah, maka kita harus banyak belajar, mau tunduk pada otoritas, hidup saling menghormati, dan mengasihi, serta tetap terus bersukacita, karena Amsal mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat, hati yang gembira memberikan semangat bagi tubuh kita, hati yang gembira membawa dampak yang baik bagi diri kita dan orang-orang disekitar kita.

            Ada pepatah mengatakan bahwa umur tetap akan terus bertambah, tetapi untuk menjadi dewasa ada harga yang harus dibayar. Peningkatan datangnya dari Tuhan, ada kalanya kita sudah berusaha bekerja dengan baik tetapi peningkatan tidak kita dapatkan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjadi dewasa, memiliki integritas, dan meningkat dalam kepribadian dan hubungan dengan Tuhan.

            Tuhan memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s