Menjadi Jawaban Kemustahilan


Jawaban

            Seseorang yang mengalami kemenangan dibidang olah raga tertentu, ketika diwawancarai oleh wartawan surat kabar tertentu mengatakan bahwa kemenangan ini dia peroleh karena semangat, dukungan, dan cinta yang diberikan oleh keluarganya.

            Dan tak ada yang akan memungkiri bahwa dukungan dan kasih sayang dari keluarga itu memang sangat diperlukan dan berguna bagi setiap pribadi. Jika seorang pribadi mengalami suatu kehancuran, maka bisa kita lihat bahwa keluarganya juga pasti mengalami kehancuran.

            Tiada yang lebih membahagiakan ketika kita bisa membahagiakan anggota keluarga yang paling kita sayangi. Dan tidak lebih membahagiakan ketika kita mengetahui bahwa keluarga kita sangat mendukung dan mengasihi kita.

            Suatu hari, ketika saya pulang dari suatu acara bersama teman, dan entah bagaimana caranya, tiba-tiba kita bisa melewati jalan yang tidak perlu kita lewati (ada jalan lain yang mungkin lebih dekat). Dan ketika kita melewati jalan tersebut, tiba-tiba kita melihat seorang anak perempuan yang masih muda, berjalan sendirian dengan cepat dan membawa barang yang cukup banyak.

            Saya dan teman saya adalah orang yang sangat suka membantu, akhirnya kami sepakat untuk mencoba memberikan tawaran buat dia untuk kami antar sampai ke rumah. Tentu saja hal itu mengejutkannya, karena kami tidak pernah bertemu, tetapi entah bagaimana, dia pun segera masuk ke dalam mobil dan kami pun mengantarkannya sampai ke rumah, yang ternyata jarak antara rumah dan tempat dimana kami bertemu itu sangatlah jauh. Dengan mengendarai mobil mungkin kami hanya memerlukan waktu tidak sampai lima belas menit, tetapi dengan berjalan kaki mungkin saja memerlukan waktu kurang lebih satu jam.

            Di jaman sekarang ini mungkin bukanlah hal yang normal jika kita menawarkan suatu kebaikan kepada orang yang tak dikenal, tetapi ketika saya dan teman saya menyadari sepenuhnya bahwa itu adalah keinginan Tuhan dan Tuhan yang telah menentukan arah kita, maka tak ada yang bisa menandingi kebahagiaan kita pada waktu itu. Karena kita telah menjadi alat Tuhan untuk memberkati orang lain.

            Cerita lain adalah pada waktu seseorang memerlukan bantuan dan kali ini dia mengatakannya kepada saya. Baginya sudah merupakan jalan buntu dan benar-benar sudah tidak ada cara lain lagi. Kepada saya pun dia tidak benar-benar berharap saya bisa membantunya. Hanya saja, karena kami dekat, maka dia berusaha menceritakannya kepada saya, dan ternyata saya pun dengan senang hati bisa menjawab dan membantu dia keluar dari masalahnya itu. Sampai dia sendiri terheran-heran dan tidak menyangka bahwa saya ternyata bisa membantu dia.

            Bagi saya mungkin merupakan sesuatu hal yang mudah, karena saya sering mengalami dan saya bisa membantu, tetapi ketika saya mengetahui bahwa saya adalah jawaban mujizat bagi teman saya itu, maka hati ini rasanya begitu sangat bahagia sekali.

            Seringkali kita bersikeras menutup jalan bagi orang lain, apalagi kalau kita tidak merasa suka dan tidak setuju. Karena kenyataannya memang tidak semua orang bisa membantu masalah kita, tidak semua orang bisa setuju dengan pendapat kita, dan tidak semua orang mengerti maksud kita. Apalagi di jaman sekarang ini, kepercayaan seorang terhadap yang lain semakin tipis, karena memang sudah banyak terjadi penipuan, sehingga sikap saling menolong sudah semakin berkurang, semua lebih banyak memikirkan keuntungan diri sendiri.

            Harapan dan tempat kita bersandar hanyalah kepada Tuhan, tetapi pernahkah kita bayangkan betapa membahagiakan ketika kita bisa menjawab mujizat yang diharapkan oleh orang lain? Apalagi jika mujizat itu diharapkan oleh anggota keluarga kita, dan kita sebagai anggota keluarga ‘yang katanya’ sangat mengasihinya akhirnya bisa menjawab kemustahilan itu, bukankah hal itu akan sangat menggembirakan?

            Semakin banyak orang yang tidak mempunyai jawaban atas persoalannya, dan mereka sudah lari kepada Tuhan, tetapi ada kalanya juga, Tuhan ingin memakai anak-anakNYA untuk menjadi jawaban bagi orang-orang itu.

            Pertanyaannya apakah kita mau?

            Lihat sekeliling kita saat ini! Siapa yang sedang memerlukan bantuan? Jika bisa, apakah kita bisa membantunya? Dan yang terpenting, apakah kita mau melakukannya? Bagaimana perasaan kita kalau kita sendiri yang memerlukan bantuan itu dan ada begitu banyak yang bisa membantu tetapi mereka tidak mau membantu kita? Lalu selanjutnya, bagaimana jika yang memerlukan bantuan itu orang yang tidak kita sukai? Kita bisa membantunya, tetapi apakah kita mau?

            Biarlah hati nurani kita yang berbicara.

            Sebenarnya, kekerasan hati dan ego kitalah yang menjawab semua pertanyaan itu. Tetapi ketika kita berhasil mengalahkannya, maka sukacita yang kita peroleh itu akan jauh melebihi dari semua keuntungan yang pernah kita dapatkan.

            Kita sebenarnya bisa berdiri disamping orang-orang yang memerlukan bantuan, memberikan bantuan, dan membela mereka. Karena Tuhan itu tidak buta, tidak tuli, DIA memberikan balasan juga bagi orang-orang yang berhati mulia. Tetapi semuanya itu kembali kepada hati, kepercayaan, dan keyakinan kita sendiri. Jika kita merasa takut atau malu, maka kita pun tidak akan pernah mendapatkan dan merasakan sukacita yang sesungguhnya. Atau mungkin kita berpikir bahwa kita terbatas, tetapi satu hal saya percaya bahwa semuanya itu tidak akan melebihi kemampuan kita.

            Kita punya Tuhan yang bisa memberikan bantuan, dan DIA punya caraNYA sendiri didalam membantu kita, tetapi kadangkala Tuhan juga ‘menuntut’ kita untuk memberikan bantuan kepada orang lain, yaitu menjadi jawaban kemustahilan bagi orang lain.

            Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s