Dibalik Itu Semua


God's way

            Suatu ketika saya mendapatkan email yang dikirim oleh seorang teman, seperti sebuah email yang berisi cerita, gambar, dan email yang saya dapatkan kali ini berisi tentang hal-hal kecil yang menjengkelkan tetapi ternyata akhirnya mereka terselamatkan dari bencana terorisme WTC di New York beberapa waktu lalu.

            Hal-hal kecil yang menjengkelkan contohnya: seseorang yang terkena tumpahan kopi akibat ulah istrinya yang kurang berhati-hati sehingga dia harus ganti pakaian dan menjadi terlambat datang ke kantor, seseorang yang terjebak macet karena dia salah memilih jalan pintas ke kantor, seseorang yang lupa mematikan lampu mobil semalaman sehingga mobil tidak bisa dijalankan di pagi hari, dan masih banyak lagi hal kecil lainnya yang sangat membuat jengkel seseorang karena akibatnya dia harus datang terlambat ke kantor, tetapi akibatnya seseorang itu terselamatkan dari bencana besar pada waktu itu.

            Saya secara pribadi seringkali mengalami hal-hal kecil yang sangat menjengkelkan (dalam hal ini yang tidak disengaja tentunya), yang berakibat saya harus datang terlambat ke gereja atau ke kantor, atau sampai kepada hal-hal yang besar sekali pun, yang tidak sesuai dengan prediksi saya, yang menyebabkan pekerjaan saya jadi terhambat dan tidak bisa terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Tetapi kadangkala hal-hal kecil itu ternyata membawa ‘keberuntungan’ tersendiri buat saya dan pada waktu saya melihat itu, saya akhirnya menyesal karena sudah marah-marah sebelumnya.

            Itulah realita kejadian sehari-hari yang ada di sekitar kita dan tidak ada yang bisa memprediksikannya. Wajar saja jika kita mau marah atau kecewa karena sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Dan sangatlah wajar jika kita menyesali semua kemarahan dan kekecewaan kita karena ternyata semuanya itu ada kebaikan-kebaikan yang kita alami.

            Semua makhluk hidup di muka bumi ini memiliki berbagai macam keinginan. Apalagi kita sebagai manusia, sangatlah alami jika memiliki harapan, cita-cita, dan keinginan untuk sesuatu yang terbaik bagi diri kita, saudara-saudara, dan teman-teman yang kita sayangi. Seperti orang tua tentu saja menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya, dan sebaliknya anak-anak juga pasti ingin membahagiakan orang tuanya. Tetapi seperti lagu yang dinyanyikan oleh Saikoji bahwa diatas langit masih ada langit, jadi diatas manusia masih ada Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi.

            Tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak itu adalah titipan Tuhan untuk orang tua, dan sebagai anak-anak kita harus taat sama orang tua karena orang tua adalah otoritas tertinggi yang Tuhan berikan. Seperti bawahan kepada atasan, maka anak-anak kepada orang tuanya, dan orang tua pun masih punya orang tua lagi di atas mereka. Tetapi yang seringkali orang lupa adalah bahwa di atas manusia masih ada Tuhan. Sehingga seringkali orang-orang suka egois memikirkan dirinya sendiri dan memaksakan kehendak. Dan ketika kehendaknya tidak terpenuhi, akhirnya mereka mencari jalan pintas, asalkan kehendaknya terpenuhi baru mereka akan berhenti.

            Saya adalah anak paling kecil, dan dalam pelajaran psikologi, sebagai anak paling kecil dalam keluarga, kebanyakan memiliki sifat manja, egois, dan semena-mena yang cukup tinggi. Jadi saya sangat mengerti bagaimana kecewa, jengkel, dan marahnya hati ini jika keinginan tidak tercapai. Tetapi terima kasih kepada Tuhan, jika sejak kecil memang ada begitu banyak keinginan saya yang tidak tercapai, sehingga saya bisa menjadi seorang yang lebih pengertian.

            Dalam hal ini saya ingin menegaskan kembali bahwa Tuhan itu berdaulat. Sekeras apa pun hati kita, jika DIA yang sudah punya kehendak, maka apa pun usaha kita untuk memenuhi keinginan hati kita, semuanya akan sia-sia, bahkan bisa membawa dampak yang buruk bagi diri kita kedepannya.

            Saya sama sekali tidak melarang seseorang untuk memiliki cita-cita atau harapan atau keinginan, dan menjadi sekedar pasrah. Tetapi saya ingin mengatakan bahwa adakalanya kita harus sadar, sesadar-sadarnya, apakah kehendak kita itu sejalan dengan kehendakNYA atau tidak?

            Tuhan kadangkala tidak mengijinkan keinginan kita itu tercapai, untuk mengikis kesombongan dan keangkuhan kita, untuk mengikis ego kita, untuk mengikis kebanggaan kita, dan ketergantungan kita akan hal-hal yang tidak abadi di dunia ini.

            Semua hal diijinkanNYA terjadi untuk meletakkan kembali posisi Tuhan menjadi yang terutama didalam hidup kita. Tuhan ingin kita benar-benar sepenuhnya hidup dalam kerendahan hati dihadapanNYA, tidak sedikit pun kebanggaan kita akan apa yang ada pada kita itu boleh menggeser kebanggaan kita akan DIA yang Empunya Hidup ini.

            Walau pun begitu, satu hal perlu kita ingat bahwa seburuk-buruknya yang menurut kita Tuhan beri buat kita, itu sebenarnya sama sekali tidak ada yang buruk atau ada niatNYA yang buruk kepada kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa segala yang diberikanNYA adalah yang terbaik diantara yang terbaik, apa yang buruk buat dunia itu akan diangkatNYA menjadi sesuatu yang mulia, yang indah, dan berkenan dihadapanNYA. Apa yang lebih indah daripada perkenananNYA bagi kita?

            Tuhan tidak akan pernah mempermalukan anak-anakNYA, tetapi hal-hal yang membuat kita malu adalah ego, kesombongan, dan keangkuhan kita sendiri. Karena kita merasa pemberian Tuhan buruk, maka kita malu. Padahal Tuhan sendiri mengatakan bahwa tidak bapa yang memberikan ular ketika anaknya meminta roti, jadi coba pikirkan apakah Tuhan sudah membuat kita malu dengan memberikan hal-hal yang berbeda dengan keinginan atau diluar harapan kita?

            Realita kehidupan memang ada dan kadangkala tidak sejalan dengan kehidupan rohani kita, tetapi realita lain yang perlu diketahui adalah bahwa itulah perbedaan antara orang-orang yang hanya mengandalkan kekuatan dan realita hidup ini dengan orang-orang yang berjalan dan mengandalkan kekuatan Tuhan dan mempercayai kedaulatan Tuhan.

            Realita kehidupan membuat kita tertekan dan akibatnya harus mempertahankan dengan berbagai cara, menggunakan segala kemampuan dan kekuatan kita untuk bisa terus mencapai keinginan kita, tetapi sebaliknya kehidupan bersama Tuhan membuat kita bisa mengalami hal-hal yang mustahil menjadi tidak mustahil lagi karena yang membuat semuanya itu Tuhan sendiri dan itulah yang membuat hidup ini indah bersama Tuhan. Hal-hal yang mungkin tidak pernah dialami dan disadari oleh orang-orang yang hanya berdiam dalam realita yang ada.

            Mari kita sama-sama belajar untuk lebih memahami kedaulatan Tuhan dan tidak terburu-buru marah dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi sampai harus menyakiti orang-orang yang kita kasihi, karena kadangkala semua diijinkanNYA terjadi, sekali lagi untuk membuat kita kembali berpaling kepadaNYA dan melihat bahwa dibalik semua itu ada sesuatu yang baik untuk kita.

            Tuhan memberkati!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s