Who Is Jesus?


Yesus

            Suatu waktu ketika saya menghadiri suatu acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pieter Yungren di Gelora 10 November Surabaya, awalnya saya cukup penasaran dengan “apa sih yang akan dikotbahkan atau diberitakan jika diadakan acara-acara semacam itu?”. Ternyata ketika saya mendatangi acara tersebut, saya mendengar bahwa pemberitaannya berisi mengenai “siapa Tuhan Yesus itu?”.

            Saya cukup bingung dengan pemberitaan yang semacam itu, karena saya sebagai penganut agama kristen, sejak kecil mengikuti sekolah minggu dan setiap hari membaca Firman Tuhan, saya pun selalu mendengar kisah-kisah tentang Tuhan Yesus. Tetapi dengan berjalannya waktu, saya jadi semakin mengerti bahwa sebenarnya kita perlu sekali mengenali siapa itu Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi, beserta isinya, termasuk diri kita ini.

            Jika kita bisa mengenali anggota keluarga kita, orang-orang yang kita kasihi, baik itu sahabat, teman, guru, dokter keluarga, atasan, dan siapa pun juga, maka sudah seharusnya kita mengenali Tuhan. Kita boleh merasa bangga jika kita bisa disayang dan memiliki hubungan yang dekat dengan anggota keluarga, guru, dosen, atau atasan kita di kantor, dan orang-orang penting lainnya, maka sudah seharusnya juga kita merasa jauh lebih bangga jika kita bisa mengenal dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan kita.

            Dikatakan didalam Firman Tuhan bahwa DIA lahir ke dunia ini menjadi sama seperti manusia, maka DIA pun memiliki silsilah keluarga, sama seperti setiap dari kita umat manusia (Matius 1). Tuhan Yesus juga memiliki orang tua, yang bernama Yusuf dan Maria, yang berarti kedua orang tua tersebut sudah dipilih oleh Bapa disurga untuk menjadi orang tua Tuhan Yesus dimuka bumi ini.

            Tidak semudah itu Yusuf dan Maria menerima kehadiran Tuhan Yesus. Bisa kita bayangkan jika sepasang kekasih tiba-tiba memiliki bayi dan mereka belum menikah. Tetapi Bapa di surga bertanggung jawab terhadap keselamatan terhadap orang-orang pilihanNYA. Ketika Yusuf hendak meninggalkan Maria, dikirimkanNYA malaikat Tuhan untuk berbicara dan meyakinkan Yusuf bahwa Maria bukanlah bermain serong dengan pria lain, sehingga Yusuf pun membatalkan niatnya untuk meninggalkan Maria (Matius 2:20-24), dan Yusuf tetap menghargai Maria dan menghormati pilihan Bapa (Matius 1:25).

            Sebagaimana manusia diijinkan untuk menerima ujian, maka Tuhan Yesus yang telah menjadi manusia pun pernah mengalami ujian tersebut (Matius 4:1-11). Jadi betapa beratnya kita ketika menjalani ujian, Tuhan pun pernah melaluinya.

            Kalau manusia bisa kesal dengan orang-orang suka bertele-tele, maka Tuhan Yesus pun mengatakan agar kita pun tidak bertele-tele didalam menyampaikan doa-doa kita. Dalam arti kita tidak perlu bersusah-susah mencari kata-kata yang bagus agar orang yang mendengarnya jadi terpesona, karena yang mendengar doa kita itu Tuhan dan DIA mengerti bahasa kita (Matius 6:7).

            Pada dasarnya manusia suka sekali diperhatikan, tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat perhatian. DIA tahu apa saja yang kita lakukan. DIA menghargai susah payah kita. Jadi kita tidak perlu memamerkan apa yang kita punyai atau kesedihan atau kesusahan yang sedang kita alami ke orang lain (Matius 6:18).

            Jika kita sebagai manusia tidak suka diduakan, maka Tuhan Yesus juga tidak suka diduakan, khususnya jika kita lebih mengutamakan harta daripada DIA. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita menyukai harta tetapi juga mengasihi Tuhan. Karena bagaimana pun harta bisa membuat kita lupa bahwa Tuhan itu berkuasa atas hidup ini, karena dengan memiliki banyak harta, masalah akan lebih mudah terselesaikan, sehingga tanpa kita sadari, kita pasti akan melepaskan ketergantungan kita dengan Tuhan (Matius 6:24).

            Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir. Sepertinya merupakan suatu teori yang sangat mudah. Tetapi Tuhan memperlihatkan kepada kita burung-burung di udara, yang tak seorang manusia pun memikirkan untuk menyediakan makanan untuk burung-burung itu, tetapi terbukti bahwa Tuhan memelihara burung-burung tersebut.

            Kadangkala kita juga bingung jika melihat orang lain bisa mempunyai baju baru, sedangkan kita sedang dalam kondisi tidak bisa membeli baju. Pada saat itu, kita bisa melihat tanaman-tanaman yang tidak dipelihara oleh manusia (rumput di ladang menurut kata Firman Tuhan), tetapi Tuhan mendandaninya. Tuhan tahu jika kita perlu baju baru, Tuhan melihat ketika sepatu kita sudah berlubang dan tak layak pakai, Tuhan melihat ketika jaket kita sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi kita tidak perlu bersaing atau merasa iri dengan apa yang orang lain miliki. Karena Tuhan katakan kita patut bersyukur karena kita masih diberi kehidupan dan tubuh yang sehat (Matius 6:25). DIA lah Sang Pemelihara hidup ini.

            Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Tahu. Kita tidak berhak menghakimi orang lain karena kita tidak pernah tahu apa yang ada didalam hati seseorang itu. Biarkanlah Tuhan yang menilai dan menghakimi seseorang sesuai dengan penilaian dan sudut pandangNYA (Matius 7:1).

            Tuhan itu juga mendengar doa kita, permintaan kita, selama kita mau meminta dan mengetuk pintu hati Tuhan (berdoa), maka DIA pasti mendengar doa-doa kita dan mau menjawab. Tidak semua dijawabNYA sesuai dengan apa yang kita mau, tetapi DIA memberikan jawab sesuai dengan caraNYA dan semuanya pasti yang terbaik diantara yang terbaik (Matius 7:11).

            Ada bedanya antara orang yang memiliki kehidupan yang benar didalam Tuhan dan yang hanya sekedar mengetahui teori. Semua bisa kita lihat dari buahnya (Matius 7:20). Orang-orang yang memiliki kehidupan didalam Tuhan dan mengerti Firman yang hanya sekedar teori akan menggunakan Firman itu untuk yang menyenangkan hatinya saja dan tidak mau tahu atau tidak mau mengakui jika Firman itu berisi teguran untuknya. Dan Tuhan itu sendiri adalah Firman, kita bisa melihatNYA bahwa DIA tidak pernah menggunakan Firman untuk yang membuat diriNYA nyaman, terbukti bagaimana DIA mau disalibkan untuk menebus dosa manusia, DIA tidak berbelit, DIA tidak berusaha menarik diri, DIA rela memikul salib untuk menebus dosa manusia.

            Dan jika benar pengenalan kita akan Bapa kita, maka apa pun yang terjadi, kita akan mampu mempercayaiNYA bahwa DIA bisa mengatasi untuk kita. Seperti misalnya kita bisa mempercayai seorang ahli untuk menyelesaikan pembangunan rumah kita, maka pada akhirnya kita bisa melihat betapa kokoh dan indahnya rumah kita. Tetapi sebaliknya jika kita tidak mempercayai seorang ahli dan kita yang tidak ahli ini ikut campur dalam pembangunan rumah kita, maka kita akan melihat betapa kacau bentuk rumah kita nantinya.

            Tuhan kita tidak terbatas. Jika saya hanya bisa menceritakan sebagian kecil dari pribadi Tuhan dari injil Matius, maka setiap dari pembaca bersama-sama saya, bisa terus melanjutkan pembacaan Firman agar dapat lebih mengenali Tuhan kita yang Luar Biasa itu, sampai kita benar-benar kenal dan bahkan memiliki hubungan yang akrab denganNYA. Sungguh merupakan suatu kebanggaan jika kita bisa ada denganNYA, Pribadi yang jauh lebih baik dari keluarga kita sendiri, lebih cakap dari guru mana pun dan kehebatannya melebihi dari dokter dan profesor di muka bumi ini.

            Tuhan Yesus memberkati dan mengasihi kita semua! Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s