By HIS Grace


Baby with God

(Matius 19:16-26)

          Grace atau anugerah, jika kita mencari arti katanya, diterjemahkan dari bahasa Inggris kedalam bahasa Indonesia, maka salah satu arti katanya adalah kelonggaran. Sebaliknya jika diterjemahkan dari bahasa Indonesia itu sendiri, maka salah satu arti katanya adalah suatu hadiah. Sebagai contoh jika kita melihat acara penghargaan atas suatu karya film, maka kita akan mendengar pembawa acara mengatakan “piala akan dianugerahkan kepada…”, yang artinya bahwa “piala akan diberikan kepada…”

          Seringkali kita juga mendengar kotbah atau mungkin membaca artikel atau buku bahwa hidup kita ini adalah anugerah, yang berarti bahwa hidup kita ini adalah pemberian. Marilah kita bayangkan jika kita memperoleh sejumlah uang yang cukup besar didalam rekening tabungan kita. Betapa bahagianya kita jika uang tersebut kita peroleh dengan cuma-cuma, anggap saja sebagai hadiah tak terduga yang diberikan oleh seseorang yang sangat mengasihi kita dan mengetahui kesusahan kita saat ini. Jadi uang tersebut bukan hasil jerih payah kita atau yang biasa kita sebut dengan upah, juga bukan hasil lotere, dan juga bukan sebagai pembayaran hutang seseorang kepada kita. Uang tersebut murni pemberian dari seseorang. Lalu apa yang akan kita lakukan dengan uang tersebut?

          Pertama-tama, jika kita mempunyai hutang, maka pastinya kita harus membayar hutang kita itu. Lalu kita harus membeli kebutuhan pokok untuk kebutuhan kita sehari-hari. Demikian selanjutnya kita pasti akan membelanjakan uang tersebut menurut prioritas kita masing-masing dan pada akhirnya tidak lupa kita akan menabung sisanya untuk kebutuhan di hari selanjutnya atau membuka suatu usaha tertentu. Pastinya kita akan menggunakan semaksimal mungkin uang tersebut, agar kita tidak lagi terjerumus dalam masalah keuangan misalnya.

          Demikian pula dengan hidup kita ini, yang adalah anugerah atau pemberian Tuhan bagi masing-masing dari kita. Lihatlah rambut, kepala, mata, hidung, mulut, telinga, lalu turun ke bagian anggota badan kita, sampai dengan ujung jari kaki! Itu semua adalah pemberian Tuhan yang diberikan kepada kita secara gratis. Tidak hanya sekedar itu, Tuhan pun memberikan sel-sel darah, urat, jantung, paru-paru, usus, dan seluruh perlengkapan yang ada di bawah kulit, yang bertujuan untuk menggerakkan seluruh organ tubuh kita, sehingga kita tidak hanya sekedar menjadi patung atau sebagai boneka yang hanya tampak bagus terlihat dari luarnya saja.

          Selain itu, Tuhan juga memberikan berbagai-bagai talenta, kepandaian, akal budi, hati nurani, cinta, dan bahkan sebagai ‘teman hidup’ kita diberikanNYA Roh Kudus. Semua diberikan kepada kita untuk memperlengkapi hidup kita ini.

          Diceritakan didalam Matius 19:16-26 mengenai seorang yang kaya, yang menurut bacaan tersebut dikatakan bahwa orang kaya ‘sulit’ masuk dalam Kerajaan Surga. Dalam hal ini tentu saja bukan diartikan secara terang-terangan bahwa orang yang miskin bisa dengan mudah masuk dalam Kerajaan Surga. Tetapi Tuhan ingin menyampaikan bahwa sebenarnya semua manusia di muka bumi ini tidak bisa dengan mudah masuk didalam Kerajaan Surga, karena ada berbagai hal yang ada di dunia ini yang akhirnya manusia tidak mengerti dan mengenal siapa Tuhan mereka.

          Kerajaan Surga itu milik Tuhan, dan sebagaimana mestinya, kita harus mengenal ‘pemilik rumah’ untuk bisa masuk kedalam rumah tersebut. Pertanyaannya: seberapa banyak orang yang benar-benar mengenal Tuhan? Dan sampai seberapa jauh ‘kehausan’ atau keinginan seseorang untuk mengenal Tuhan?

          Ketika seorang menjadi kaya, tanpa disadarinya, mereka ‘sulit’ untuk benar-benar bisa bergantung kepada Tuhan, karena mereka memiliki uang, sehingga untuk makan, mereka hanya tinggal mensyukurinya, untuk membeli setiap barang yang diinginkan dan kebutuhannya, mereka tinggal membeli dan mensyukurinya. Berbeda jika seorang yang miskin, untuk makan, membeli kebutuhan, biaya sekolah anak, dan sebagainya, mereka mungkin harus berdoa sungguh-sungguh agar Tuhan membantu mereka (lebih mengandalkan Tuhan dengan sungguh).

          Ketika seorang pandai, untuk meraih juara kelas atau kesuksesan adalah suatu hal yang mudah. Sebaliknya untuk seorang yang bodoh dan terlebih lagi mudah dibodohi, maka untuk meraih suatu kesuksesan, dia perlu benar-benar belajar, berkonsentrasi, dan berdoa sungguh-sungguh agar Tuhan menolongnya (lagi-lagi ketergantungan dengan Tuhan lebih dibutuhkan). Dan seterusnya…

          Ada begitu banyak kisah yang terjadi di muka bumi ini. Manusia bisa melakukan ini dan itu dengan segala kemudahan yang ada, dengan harta yang mereka miliki, dan dengan segala kemampuan yang mereka miliki, sehingga mereka seringkali melupakan Tuhan atau tidak menyertakan Tuhan. Bahkan sayang sekali, di tengah kelemahan pun ada orang-orang yang justru meninggalkan Tuhan dan berjuang dengan kemampuannya sendiri. Oleh karena itu, sebenarnya sulit membuat manusia itu bisa benar-benar mengenal Tuhan. Dan akibatnya kalau mereka tidak benar-benar mengenal Tuhan, maka jangan-jangan Tuhan juga tidak mengenal mereka (bukankah dalam hubungan pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan sudah seharusnya kita saling mengenal?), akhirnya itulah yang Tuhan maksudkan dalam FirmanNYA bahwa mereka tidak boleh masuk dalam Kerajaan Surga.

          Didalam Matius 19:26 dikatakan “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin”. Ayat ini sering digunakan untuk menyatakan bahwa Tuhan sanggup membuat mujizat untuk semua persoalan hidup dan sakit penyakit kita. Hal itu bukannya salah. Tetapi jika kita merenungkan keseluruhan dari kisah tersebut, maka kita bisa menemukan arti kata anugerah itu yang sesungguhnya. Betapa Tuhan itu benar-benar penuh dengan kasih karunia!

          Kita sebagai manusia, dengan berbagai kesulitan dan kemudahan yang kita alami ini, namun oleh karena anugerahNYA, kita bisa masuk kedalam Kerajaan Surga hanya dengan modal percaya atau beriman dan menerimaNYA sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kebenaran ini kita ketahui, apakah kita masih mau bersombong ria dengan harta kekayaan, kepandaian, dan akal budi yang kita miliki? Apakah kita masih yakin dengan pengetahuan kita sendiri akan Tuhan itu yang membuat kita masuk dalam Kerajaan Surga? Sedangkan antar sesama manusia sendiri saja seringkali kita tidak mengenalnya, apalagi Tuhan yang tidak kelihatan. Sekali lagi semua hanya oleh karena anugerahNYA saja.

          Hidup kita dan setiap hal yang kita miliki ini adalah karena anugerahNYA saja. Kita lahir tidak bisa memilih dan jika kita bisa berada di tempat yang sudah ditempatkanNYA, maka itu semua adalah karena anugerahNYA. Akui DIA, bersyukurlah kepadaNYA, dan hiduplah dengan segala kerendahan hati dihadapanNYA, karena DIA Yang Empunya Hidup ini!

          Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s