Kesan Pertama Begitu Menggoda…Benarkah?


            Begitu banyak orang dan sudah merupakan suatu hal yang umum mengenai suatu kalimat bahwa kesan pertama itu yang paling menentukan apakah kita bisa ‘lulus’ pada tahapan-tahapan selanjutnya.

KesanPertama1

            Seorang karyawan, di hari pertamanya bekerja, ia pasti akan berdandan sebaik dan serapi mungkin agar berkesan baik di lingkungannya yang baru. Ia akan berusaha berkata-kata dengan sangat sopan dan mungkin masih sedikit takut atau ragu atau kuatir karena tidak mengetahui karakter atasan dan lingkungannya masing-masing.

KesanPertama2

             Seorang wanita hendak diperkenalkan kepada orang tua dari si pria yang adalah kekasihnya. Karena itu merupakan pertemuan awalnya, maka si wanita akan berusaha tampil secantik mungkin, agar terlihat cantik di depan orang tua, calon mertuanya. Ketika berbicara, si wanita akan berbicara sesopan mungkin, lebih banyak diam dan tersenyum. Semua dilakukan yang terbaik untuk menunjukkan dan memberikan ‘kesan pertama’.

KesanPertama3

             Seorang pria atau wanita pada kencan pertamanya, akan berusaha untuk tampil seganteng dan secantik mungkin agar memberikan penampilan yang terbaik pada kencan pertamanya itu. Seorang pria akan mencuci motor atau mobilnya agar terlihat berkilat ketika menjemput sang wanita.

             Suatu hal yang wajar dan memang demikianlah yang seharusnya terjadi jika dalam setiap perjumpaan atau pertemuan pertama, setiap orang berusaha untuk menunjukkan suatu penampilan yang terbaik karena realitanya perjumpaan pertama itu yang paling menentukan langkah selanjutnya. Jika kesan pertama seseorang sudah memberikan kesan yang buruk, maka untuk melangkah di tahapan berikutnya pasti akan menjadi sulit. Sebaliknya jika kesan pertama baik, maka untuk melangkah di tahap berikutnya akan jauh lebih mudah.

             Tetapi sayangnya setiap kebaikan hanya diciptakan pada awalnya saja, tetapi selanjutnya apakah akan menjadi tetap baik atau lebih baik atau sebaliknya menjadi lebih buruk, tergantung pada karakter, sifat, dan pembawaan masing-masing orang tentunya. Sehingga kita seringkali mendengar orang mengatakan: “ternyata anda adalah seorang yang…”.

             Ide dari tulisan saya ini adalah dari seorang teman baru saya di kantor yang bernama Erna. Pada awalnya kami masing-masing memiliki pendapat pada pandangan pertama. Tetapi realitanya, sekarang kami bisa sama-sama dekat dan bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa tidak semua kesan pertama itu benar.

             Diawal perjumpaan untuk memberikan kesan pertama, semua orang bisa menciptakannya sedemikian rupa agar mempermudah langkah selanjutnya, dalam arti agar dia bisa diterima, orang menyukainya, orang mengaguminya, dan sebagainya. Tetapi seringkali orang lupa bahwa dia memiliki sifat atau karakter yang terdiri dari serangkaian kelemahan dan kelebihan.

             Jadi sebenarnya kesan pertama memang sangatlah perlu diciptakan dengan sebaik mungkin, tetapi jangan dilupakan bahwa kesan berikutnya juga menentukan apakah kita seterusnya bisa di terima oleh lingkungan kita atau sebaliknya lingkungan hanya akan terkaget-kaget lalu menolak kita?

             Alangkah baiknya jika kita bisa memberikan kesan pertama yang baik dan selanjutnya sikap kita pun tetap baik. Atau jika kesan pertama mungkin kurang baik, maka selanjutnya kita harus bisa segera menciptakan kesan yang terbaik, tetapi bukan untuk suatu kepura-puraan, melainkan untuk menjadi seorang pribadi yang memang seharusnya menjadi lebih baik lagi.

             Tuhan Yesus adalah Pribadi yang patut diteladani. Mungkin DIA terlihat begitu banyak memberikan berkat dan mujizat kepada orang yang lahir baru (masih bayi), tetapi selanjutnya DIA tampak seperti membiarkan kita terpuruk, sulit mendapatkan mujizat dan berkat tak kunjung datang. Padahal sebenarnya DIA hanya ingin kita menjadi semakin dewasa dan benar-benar melekat padanya, bertumbuh menjadi seperti DIA.

             Hanny Layantara menulis suatu kalimat di Facebook nya, bahwa seringkali orang Kristen disorot oleh agama lain, karena orang Kristen ‘mengagungkan’ atau memperdengarkan ajaran tentang kasih dan iman. Tetapi realitanya ketika ada orang lain yang mengalami kesulitan, hampir semua orang sulit untuk ditemui dan memberikan begitu banyak alasan untuk menghindari pertemuan. Selain itu dengan mudahnya orang hanya bisa mengatakan “banyaklah berdoa dan beriman, Tuhan pasti menolong”, padahal realitanya orang yang mengalami kesulitan sebenarnya tidak hanya membutuhkan sekedar doa, apalagi jika seseorang itu tidak mengenal Tuhan, maka orang itu membutuhkan pertolongan yang nyata.

                Hari ini, Minggu 04 Oktober 2009, Joseph Pratama mengatakan dalam kotbahnya bahwa gereja sudah kehilangan fungsinya. Itulah sebabnya ada begitu banyak aliran sesat yang bermunculan dan tak sedikit pengikutnya, karena ada begitu banyak orang yang merasa kecewa dengan orang Kristen, kesan pertama yang diberikan adalah kasih dan iman, tetapi dalam perjalanannya, apalagi ketika dihadapkan dengan masalah, kasih dan iman itu sudah tidak ada lagi.

                 Tuhan Yesus, sejak lahir di dunia ini, sampai akhir hidupNYA, telah menunjukkan ‘kestabilan’NYA dalam karakter bahwa DIA memang begitu sangat mengasihi umatNYA, sehingga apa yang diajarkanNYA mengenai kasih, telah dibuktikanNYA diatas kayu salib. Apakah kita harus menjadi seperti Tuhan Yesus yang rela mati untuk sesama?

                 Tidak…kita tidak harus menjadi seperti itu. Tetapi yang patut kita teladani adalah karakterNYA yang sesuai dengan apa yang dikatakanNYA.

                Marilah kita bersama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Jangan hanya memberikan kesan pertama ‘yang menggoda’, tetapi ingatlah bahwa yang terpenting adalah kesan pada setiap langkah berikutnya!

                Tuhan memberkati.

KesanPertama4

2 thoughts on “Kesan Pertama Begitu Menggoda…Benarkah?

    • hehe…cepet banget kamu bacanya?🙂
      Iya donk…my appreciation to you sudah kasi aku ide setelah beberapa ide nya sedikit berkurang…
      Yup…we will be friends forever🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s