Be Focus


focus

            Di suatu sore hari, seorang anak kecil yang sedang berjalan-jalan, mengelilingi kampung bersama-sama ayahnya, tiba-tiba terpaku melihat beberapa kuda yang berjejer bersama pemiliknya masing-masing. Para pemilik kuda tersebut memang ‘menyewakan’ kudanya untuk ditunggangi oleh pengunjung daerah tersebut yang mungkin tidak ingin berjalan kaki atau sekedar ingin mencoba merasakan naik kuda.

            Tak lama kemudian si anak bertanya kepada ayahnya: “ayah, kenapa kuda-kuda tersebut disamping matanya ada penutupnya?”, “pasti kuda-kuda tersebut tidak bisa menoleh kanan dan kiri ya Yah?” lanjutnya.

            Ayahnya berusaha menjelaskan dengan bahasa dan kalimat yang sesederhana mungkin bahwa ‘penutup mata’ kuda tersebut memang sengaja diberikan agar kuda tersebut bisa fokus dan berjalan dengan lurus, sesuai dengan yang diinginkan ‘si penumpang’, karena jika kuda tersebut dibiarkan tanpa ‘penutup mata’, maka kuda tersebut mungkin saja pergi ke arah yang diinginkannya sendiri dan itu akan membahayakan ‘si penumpang’. Dan si anak pun menerima jawaban ayahnya itu.

            Ada beberapa orang yang berusaha untuk mendapatkan berbagai macam pekerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan lebih. Mungkin saja sebenarnya pekerjaan utamanya sudah ada, misalnya dari pk 08.00-17.00 dia bekerja di suatu perusahaan tertentu, kemudian sepulangnya itu, dia bekerja di tempat lain hingga malam hari. Atau mungkin sudah memiliki usaha sendiri, namun ia masih kerja ikut orang lain lagi.

            Tujuan dari memiliki beberapa pekerjaan itu ada yang karena uang, ada juga yang dikarenakan untuk sekedar mencari kegiatan karena dia hidup sendiri dan ‘malas’ pulang ke rumah karena kesepian. Atau mungkin ada tujuan-tujuan yang lain lagi.

            Demikian pula pelayanan didalam gereja, seringkali beberapa orang mempunyai dan atau menghandle di beberapa bidang pelayanan.

            Tidak ada yang salah dengan semua hal itu, apalagi jika kita bisa melakukannya dengan sangat baik, membagi waktu untuk masing-masing kegiatan dengan sangat bijaksana, dan dapat menyelesaikan semua tugasnya dengan sangat baik. Orang akan terkagum dengan kita, karena dianggapnya kita ini hebat, canggih, pintar, cerdas, istimewa, superman atau superwoman.

            Tetapi sebaliknya jika hal itu justru ‘merugikan’ kita, maka sia-sialah semua yang sudah kita bangun. Contohnya jika kita lalu menjadi sakit keras, bahkan harus masuk rumah sakit karenanya, untuk apakah uang yang sudah kita kumpulkan selain untuk membayar biaya obat, dokter, dan rumah sakit? Atau jika hubungan suami istri, atau hubungan dengan keluarga menjadi buruk, untuk apakah usaha dan kerja keras yang kita bangun serta pelayanan yang kita lakukan selain hanya menjadi batu sandungan saja?

            Kita sebagai seorang manusia biasa, sangatlah sulit untuk melakukan begitu banyak pekerjaan dan pelayanan seorang diri. Waktu yang tersedia dalam satu hari adalah dua puluh empat jam dan selama itu, apa saja yang ingin kita lakukan dan apa saja yang sudah kita lakukan?

            Kehidupan kadangkala menuntut banyak hal. Kondisi keluarga, pekerjaan, gereja, dan pelayanan kadangkala menuntut banyak hal. Tetapi bukan berarti kita harus menghandle semuanya sendiri.

            Yang pertama kita harus belajar untuk bisa mendelegasikan apa yang ada pada kita, dalam hal ini jika kita adalah seorang pemilik suatu usaha dan atau sebagai seorang pemimpin. Karena tidak mungkin kita berada di semua tempat di suatu waktu yang sama dan tidak mungkin juga kita bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di tempat-tempat dan kondisi yang berbeda-beda. Kita perlu memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang cukup bijaksana, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya tentunya untuk membantu kita.

            Dan yang kedua, kita perlu menentukan ke arah mana kita akan fokus. Memang akan ada banyak hal yang harus kita kerjakan. Tidak perlu menjadi seorang pemilik usaha atau seorang pemimpin untuk memiliki begitu banyak hal yang harus dikerjakan atau diselesaikan. Oleh karenanya, masing-masing dari kita perlu menentukan arah langkah kita. Jangan sampai kita berbelok ke tempat-tempat yang ‘tidak penting’ sehingga itu hanya membuang waktu kita saja! Tentunya hanya kita seorang yang tahu letak atau kadar penting atau tidak nya sesuatu hal itu.

            Mengapa bible mengatakan bahwa ketekunan akan menghasilkan suatu kesuksesan? Ketekunan itu adalah melakukan suatu hal yang sama tetapi dengan sabar kita terus menerus melakukan dan menyelesaikannya. Dan bagaimana kita bisa menekuni sesuatu hal jika kita tidak fokus pada sesuatu hal tersebut?

            Bible juga mengatakan bahwa kita tidak bisa mempunyai dua tuan. Karena kita harus berfokus pada salah satunya.

            Mungkin ada berbagai hal yang harus kita handle saat ini dan belum saat nya atau bahkan tidak mungkin kita mendelegasikan ke orang lain. Hal itu tidak masalah, karena yang penting kita fokus pada tujuan akhirnya dan dalam menyelesaikan masing-masing tugas itu kita harus tetap fokus sampai semuanya selesai dengan baik.

            Seperti dalam proses membuat makanan yang dinamakan pastel tutup, fokusnya adalah sebuah pastel tutup, tetapi dalam proses nya kita harus menyelesaikan beberapa hal, misalnya saja harus membuat tutup atasnya yang terbuat dari kentang rebus yang dihancurkan dan diberi beberapa bumbu, kemudian isinya sendiri kita juga masih harus memasaknya, hingga kemudian akhirnya dijadikan satu, barulah keduanya di oven dan menjadi pastel tutup yang sudah jadi.

            Tetapi didalam membuat tutupnya dan isinya itu, kita tetap harus fokus, tetap harus berkonsentrasi, jangan sampai menjadi bingung yang mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dan akhirnya karena kebingungan, pastel tutup nya batal dibuat.

            Jadi, dalam hal apa pun juga, alangkah baik jika kita belajar untuk menjadi fokus. Termasuk dalam hal berdoa, berkomunikasi kepada Tuhan, berilah satu waktu untuk kita benar-benar fokus berbicara kepadaNYA saja. Karena sebagaimana seorang yang ketika ia ingin didengarkan dan akan marah jika kita melihat-lihat ke arah yang lain atau malah sibuk SMSan atau telpon dengan orang lain. Maka Tuhan pun ingin ketika kita datang kepadaNYA, kita juga fokus kepadaNYA, tidak disibukkan dengan pikiran-pikiran kita sendiri atau suara-suara lain.

            Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s