Fruit


            Seorang ibu suka sekali makan buah srikaya dan buah mangga. Hingga suatu hari si ibu mencari bibit pohon srikaya dan pohon mangga, lalu ditanamnya di halaman rumahnya. Setiap hari si ibu merawatnya dengan penuh sukacita dan berharap suatu hari nanti dia dapat menikmati buahnya.

            Beberapa waktu lamanya, akhirnya pohon srikaya dan pohon mangga itu pun masing-masing menghasilkan buah di musimnya. Dan dengan gembira nya si ibu menikmati buahnya serta dibagikan pula beberapa butir buah kepada semua tetangganya dengan kebanggaan tersendiri karena itu adalah hasil dari pohon yang telah dirawatnya selama beberapa waktu.

            Semua tetangga menerimanya dengan gembira dan juga mengagumi pohon srikaya dan pohon mangga serta kesetiaan dan ketekunan ibu itu untuk merawatnya. Hingga akhirnya tidak hanya si ibu sang pemilik pohon srikaya dan pohon mangga itu, tetapi para tetangga pun sering menanti-nantikan buah dari pohon srikaya dan buah dari pohon mangga yang buahnya sangat enak itu.

            Setelah beberapa kali menikmati buah hasil dari pohon srikaya dan pohon mangga, suatu hari ibu pemilik pohon mangga dan pohon srikaya itu menemukan ada begitu banyak ulat di daun-daunnya, sampai-sampai beberapa ulat ada yang masuk kedalam rumahnya (maklum saja, halaman rumah tidak terlalu besar, sehingga mungkin saja ada daun-daun yang menjulur ke dalam rumah dan ulat-ulat dapat lompat ke teras rumah hingga masuk kedalam rumahnya). Karena begitu sangat mengganggu dan cukup membahayakan anaknya, akhirnya dengan berat hari, si ibu memutuskan untuk menebang pohon srikaya dan pohon mangga itu setelah beberapa usahanya untuk membasmi ulat-ulat itu gagal.

            Semua tetangganya turut bersedih karena sebenarnya buah srikaya dan buah mangga yang dihasilkan dari pohon tersebut sangat manis dan enak dimakan. Rasanya sayang jika harus di tebang. Tetapi ulat-ulat tersebut tidak hanya masuk di rumah ibu si pemilik, tetapi juga sudah mulai masuk ke rumah tetangga sebelah rumahnya persis.

            Cerita tersebut di atas hanyalah sekedar ilustrasi dan khayalan yang sangat sederhana dari seorang yang tidak ahli dalam hal tanaman. Tetapi dari cerita itu ingin disampaikan bahwa hidup kerohanian kita dapat dibayangkan seperti pohon srikaya dan pohon mangga, atau mungkin pohon-pohon yang dapat menghasilkan buah-buah yang lain, yang disukai oleh masing-masing orang.

            Setiap kali kita membaca Firman Tuhan dan mendengarkan kotbah baik di gereja mau pun di persekutuan doa, itu berarti kita bekerjasama dengan Tuhan menanamkan benih FirmanNYA didalam hati kita. Jadi kemauan kita untuk datang dan mendengarkan Firman serta rutin membaca Firman Tuhan adalah suatu bentuk kerjasama bersama Tuhan untuk menanam dan merawat benih Firman itu didalam diri kita.

            Dengan berjalannya waktu, setiap rutinitas dan kesetiaan kita didalam mempelajari Firman Tuhan, merenungkan, dan melakukannya, akhirnya kita mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, sehingga semua orang di sekitar kita pun dapat merasakan perubahan yang baik didalam diri kita, serta ‘menikmati’ keberadaan kita yang pastinya akan menghadirkan sesuatu yang menyenangkan ketika kita ada.

            Tetapi suatu saat kita berpaling, melihat ternyata ada suatu keindahan yang tak pernah kita lihat sebelumnya dan merasa ingin menikmati keindahan dunia itu bersama teman-teman yang ‘tidak rohani’, sehingga akhirnya kita menjadi terpengaruh dan melupakan waktu-waktu kita untuk bersekutu dengan Tuhan.

            Mungkin saja kita masih menghasilkan buah-buah yang ranum, manis, dan enak…tetapi pada dasarnya pertumbuhan kerohanian kita, tanpa kita sadari telah ‘digerogoti’ perlahan-lahan oleh pengaruh-pengaruh duniawi itu, yang pada suatu saat nanti akan mengakhiri kehidupan jasmani dan kerohanian kita juga. Dan sebelum saat itu terjadi mungkin Tuhan telah memutuskan untuk ‘menebang’ kita sebelum buah-buah yang kita hasilkan akan ‘meracuni’ orang-orang di sekitar kita.

            Dosa itu mudah menjatuhkan kita dalam sekejab dan menghancurkan apa yang sudah susah payah kita bangun. Sebagaimana artis yang sudah tenar, ketenarannya dapat hancur dalam sekejab hanya karena dia tidak dapat menjaga gaya hidupnya. Demikian juga kita dapat saja hancur, karakter kita dapat berubah drastis dari yang baik hati menjadi sangat keras hati, dari yang rendah hati menjadi sangat sombong, dari yang lemah lembut menjadi sangat kasar, dan sebagainya, hanya karena kita menyimpan sakit hati, kemarahan, dan iri hati.

            Jika kita ingin menghasilkan buah, maka kita harus mau bekerjasama dengan Tuhan, mulai dari rajin membaca Firman Tuhan, mendengarkan kotbah, serta menjadikan pujian dan penyembahan sebagai kebiasaan sehari-hari, dan melakukan berbagai hal baik lainnya.

            Kita sebenarnya bukan orang yang rohani walau pun kita mengatakan hal-hal yang rohani, mendukung orang lain dengan kata-kata rohani, melayani, bersaksi tentang kebaikan Tuhan, atau rajin datang ke gereja apabila hubungan kita dengan Tuhan itu belum benar-benar serius. Mengenai hal ini yang tahu hanya diri kita sendiri dengan Tuhan, karena berkaitan dengan keseharian kita dengan Tuhan.

            Sikap-sikap yang selalu ingin tahu dan mencampuri urusan orang lain, menggosip, menyindir, dan membalas dendam diluar dan didalam gereja, hanya akan menimbulkan kepahitan bagi orang lain dan sama sekali bukan merupakan hasil dari pertumbuhan kerohanian. Karena jika benih yang ditanam sudah benar, perawatannya juga benar, maka pertumbuhan dan buah yang dihasilkan pasti juga benar.

            Jadi buah seperti apa yang ingin kita hasilkan? Karakter seperti apa yang ingin kita punyai didalam diri kita? Masih ada kesempatan untuk kita mulai membangunnya…

            Tuhan memberkati.

3 thoughts on “Fruit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s