“Ada Amin???”


            Sebenarnya hal ini hanyalah sebuah susunan sebuah kalimat tanya jawab dalam tatanan bahasa Indonesia yang benar saja, misalnya saja untuk pertanyaan-pertanyaan “ada beras?”; “ada baju?”; “ada makanan?”; “ada bapak Donal?”; “ada ibu Mini?”; “ada uang?”; dan seterusnya…dan jawaban yang benar adalah “ada” atau “tidak ada”. Tetapi bagaimana dengan pertanyaan “ada amin?”, semua umat akan menjawab “aminnnn”.

            Sejak saya masih kecil, itu menjadi suatu pertanyaan buat saya dan belum pernah terjawab bahkan tidak ada yang bisa menjawabnya sampai sekarang. Saya pun sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena mungkin hanya saya satu-satunya orang didunia ini yang complain atau mempermasalahkan hal ini dan sepertinya hanya orang yang menganggur yang memikirkan dan mempermasalahkan hal ini.

            Jadi mari kita memikirkan dan merenungkan mengenai ilustrasi berikut dibawah:

            Seperti yang hampir semua orang sudah mengetahuinya mengenai Facebook, ada seorang teman yang menuliskan sebuah kalimat di wall nya, kira-kira begini bunyinya: ada seorang teman yang selalu mengingkari janjinya, sebaiknya saya harus bersikap bagaimana ya?

            Dari penulisan tersebut, karena memang diijinkan untuk teman-temannya berkomentar dan membaca komentarnya maka sempat terbaca beberapa komentar dari orang-orang yang mungkin seiman, salah satu isinya “berdoa saja agar Tuhan ubahkan” dan mungkin ada beberapa komentar yang isinya kurang lebih juga sama tentang sesuatu kalimat yang berbau sangat rohani sekali.

            Cerita lain lagi mengenai beberapa orang yang kalau menulis SMS, selalu diselipkan kalimat-kalimat yang berisikan hal-hal yang rohani, contohnya: Tuhan besertamu, Tuhan mengasihimu, dan sebagainya. Bukanlah sesuatu hal yang salah, tetapi aneh menurut saya karena kadangkala tidak pas untuk diselipkan, jadi contoh keseluruhan isi SMS itu misalnya saja si Bintang bertanya kepada si Bulan “hai…kamu ada dimana?”, kemudian si Bulan menjawab “hai…saya ada di rumah…kamu dimana? Tuhan beserta dan menjagamu selalu…Tuhan memberkati kamu selalu juga yah…”.

            Sama sekali tidak ada yang salah dengan semua kalimat tersebut. Bahkan mungkin artikel ini bagi beberapa orang yang membacanya, seolah-olah seperti sebuah artikel yang sangat anti kepada umat Tuhan. Tetapi maksud saya adalah penempatan kalimatnya dan waktunya itu tidak tepat sehingga terdengar sangat aneh.

            Jangan pernah berpikir bahwa dengan pengucapan kalimat-kalimat yang rohani terus menerus di setiap saat itu akan membuat orang jadi meneladani hidup anda atau membuat orang jadi mengenal Kristus! Bisa jadi kalau anda terlalu ‘mengobral’ kalimat-kalimat rohani yang tidak pada tempatnya, orang akan menjauhi anda atau nantinya anda bisa menjadi bahan tawaan.

            Seperti yang pernah saya katakan dalam artikel saya sebelumnya bahwa hampir semua hal yang saya alami dan dapatkan tidak ada yang dapat masuk diakal manusia biasa. Jadi saya adalah seorang yang sangat amat rohani sekali.

            Tetapi hei…jika ada seorang yang ingkar janji terus menerus maka orang itu harus ditegur, diberi peringatan, dan jika perlu jangan pernah berjanji-janji lagi dengannya agar kita tidak terus menerus dibuatnya kecewa dan jengkel! Tidak bisa hanya didoakan dan Tuhan ubahkan, apalagi kalau yang bersangkutan sendiri tidak bersedia untuk diubahkan dan tidak menyadari kelemahannya itu. Jika memang tidak bisa ditegur, maka bukan berarti dengan kasih lalu kita tetap terus menerus membuat janji dengannya, tetapi sebaliknya bukan berarti kita memusuhinya. Bersikaplah seperti biasa saja tetapi jangan menjerumuskan diri dengan hal-hal yang bisa dihindari! Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak mencobai Tuhan, dan jangan juga mencobai diri sendiri tentunya.

            Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita berdoa, kita tidak perlu berdoa diujung jalan lalu mengucapkan doa kita sekeras-kerasnya, itu berarti kita tidak perlu ‘mengobral’ ratusan kata yang menunjukkan bahwa diri kita ini rohani. Karena saya percaya, jika kita memang benar punya hubungan yang baik dan benar dengan Tuhan, maka itu semua akan keluar secara alami yang pada akhirnya akan membentuk karakter serta integritas yang baik pada diri kita. Perubahan yang ada didalam diri kita yang tidak dibuat-buat itu akan terlihat atau terpancar keluar secara alami, seperti yang Firman Tuhan katakan bahwa apa yang ada didalam hati akan terpancar keluar.

            Percuma saja jika kita mengatakan “Tuhan memberkatimu”, tetapi jika hati kita masih dipenuhi dengan rasa cemburu, curiga, iri hati, maka perkataan kita itu tidak dikatakan dengan tulus. Percuma saja jika kita menghibur orang yang sedang bersusah hati dengan beraneka ragam kalimat yang sangat rohani tetapi jika dengan bibir lidah yang sama kemudian kita bergosip.

            Kita semua masih seorang manusia biasa, jika kehilangan dan mengalami suatu masalah tentu kita bersedih dan menangis, jika dibuat jengkel tentu kita marah, jika mendapat hadiah tentu kita bersorak gembira , jika dipuji tentu kita tersenyum senang, dan sebagainya.

            Jadi yang terpenting adalah bagaimana kita belajar untuk hidup seturut dengan Firman Tuhan tetapi tetap menjadi wajar. Biarlah perubahan itu benar-benar terjadi mulai dari dalam hati dan diri kita kemudian terpancar keluar secara alami sehingga kita bisa menjadi berkat dan dinilai oleh orang lain. Ungkapkanlah kalimat-kalimat pada waktu yang tepat dan dengan susunan kalimat yang tidak dipaksakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s