Don’t Worry


Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga,

tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah

dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal,

akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus

(Filipi 4:6-7)

 

            Setiap hari dalam hidup manusia pasti menghadapi masalah, mulai dari masalah yang paling sederhana misalnya saja terlambat bangun, susu tumpah di kemeja, atau yang lainnya, sampai dengan masalah yang paling rumit, yang mungkin membutuhkan energi extra atau bahkan hanya mujizat yang bisa menyelesaikannya, dengan kata lain secara manusia sudah tidak ada jalan keluarnya.

            Biasanya, dengan adanya masalah, selalu ada kekuatiran walau pun sedikit, misalnya saja terlambat bangun, maka kekuatirannya sepertinya kuatir terlambat datang sekolah, kuatir terlambat datang ke kantor, dan seterusnya.

            Setelah seseorang itu kuatir, maka selanjutnya dia akan menjadi panik, kemudian akibatnya bisa saja semua orang yang berada di dekatnya akan kena marah yang tak beralasan. Dan tidak berhenti sampai di situ, bisa saja ada akibat-akibat yang lain, misalnya saja pertengkaran atau permusuhan, dan sebagainya.

            Dari sini kita bisa lihat bahwa akibat kekuatiran ternyata ada banyak hal yang bisa terjadi. Sedangkan sebagai manusia biasa, setiap hari kita selalu dihadapkan dengan masalah. Di sisi lain, sebagai seorang pemercaya, Firman Tuhan mengatakan bahwa kita tidak boleh kuatir.

            Seringkali orang membaca atau menyebutkan Firman Tuhan hanya sepenggal-sepenggal, jika kita mengatakan kepada seseorang yang sedang bermasalah “janganlah kamu kuatir, berdoa saja!”, maka reaksi seseorang itu bisa saja menerima dan bisa saja menjadi marah dengan mengatakan secara langsung atau dalam hatinya: “situ enak bicara…coba kalau situ yang mengalami?”.

            Saya sendiri secara pribadi sering mengatakan kepada diri saya sendiri agar tidak kuatir jika sedang menghadapi masalah, tetapi sisi manusia saya tentu saja tidak bisa terima, karena masalah itu buat saya berdebar-debar, buat saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dan sebagainya, lalu bagaimana saya bisa tidak kuatir?

            Tetapi ketika saya membaca Firman Tuhan tersebut dalam dua ayat yang berurutan sekaligus, maka saya menjadi mengerti maksud Tuhan mengatakan agar kita tidak hanya sekedar jangan kuatir, tetapi kita diijinkanNYA untuk menyatakan keinginan kita kepadaNYA dalam doa, tetapi tidak lupa juga untuk tetap mengucap syukur, setelah itu damai sejahtera daripada Tuhan sendiri yang melampau segala akal itu yang akan meliputi hati dan pikiran kita, dan semuanya itu ada dalam tangan Tuhan saja.

            Jadi bukan berarti kita tidak boleh kuatir sama sekali, melainkan utarakanlah permasalahan kita itu beserta keinginan kita kepada Tuhan dan biarkan Tuhan yang bertindak. DiberikanNYA damai sejahtera kepada kita setelah kita mengutarakan kepada Tuhan, agar kita lebih bisa mendengar apa yang dikatakanNYA, atau lebih bisa berpikir, sehingga jika ada ide-ide baru yang diberikanNYA, maka kita bisa melaksanakannya dengan baik.

            Sebenarnya hal ini cukup sederhana, walau pun mungkin hanya sekedar teori, tetapi realitanya, Sang Pencipta kita itu yang mengatakannya, sehingga tidak ada salahnya kita mencobanya, bukankah Firman Tuhan itu adalah kitab kehidupan atau kamus kita didalam menjalankan hidup ini?

            Setelah membaca Firman Tuhan itu, saya merenungkannya, dan sekaligus mencoba untuk melakukannya, ketika saya mengalami suatu masalah, saya mencoba untuk berdoa dan mengutarakan semua hal yang menjadi kekuatiran saya itu, sembari saya meminta kedamaian yang melampaui segala akal itu turun bagi saya, dan ternyata berhasil. Dengan begitu, saya lebih mempunyai kekuatan untuk menjalani dan menyelesaikan masalah, serta lebih bisa beriman, percaya bahwa Tuhan akan pegang kendali dan bisa membantu saya.

            Kalau kita kuatir, maka itu berarti kita tidak percaya kepada Tuhan lagi. Jadi sebelum ketidakpercayaan kita itu bertumbuh lebih besar lagi, maka segeralah kita datang menghadap kepadaNYA, letakkan masalah kita di bawah kakiNYA, dan biarkan kedamaian serta kemampuan untuk menghadapi segala sesuatunya itu turun ke atas kita.

            Bukan suatu hal yang mudah untuk melakukan Firman Tuhan dalam hidup ini, tetapi jika kita mau belajar dan mencobanya, maka bisa kita lihat dan buktikan kebenaran Firman Tuhan itu.

            Tuhan memberkati kita semua…amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s