Tuhan Menghargai Setiap Peran


            Suatu hari, kakak saya memberikan sebuah ilustrasi dalam pembicaraan kami, yang akhirnya menimbulkan sebuah ide tulisan dalam benak saya. Diceritakannya tentang sebuah pohon yang kira-kira bisa saya gambarkan sebagai berikut:

            Mari kita bayangkan bersama-sama, sebuah pohon yang sangat besar, daunnya berwarna hijau yang sangat indah dan sangat lebat, diantara dedaunan tersebut tampak beberapa buah yang terlihat sangat ranum dan menarik untuk di makan, bunga-bunga yang belum menjadi buah pun terlihat begitu indah, batangnya sangat kuat dan kokoh.

            Oleh karena pohon tersebut milik seseorang bapak yang bernama Pak Suwir, dan menurutnya pohon tersebut terlalu lebat sehingga membuat rumahnya tampak bergitu gelap dan menyeramkan, sehingga pak Suwir memutuskan untuk menebang pohon tersebut. Tetapi karena pak Suwir tidak menebangnya sampai ke akar-akarnya, maka beberapa tahun lamanya kemudian pohon itu pun tumbuh kembali dengan gagahnya.

            Sebaliknya, istri pak Suwir, yang biasa dipanggil oleh tetangga-tetangganya ibu Suwir, memiliki sebuah tanaman yang tingginya tidak sampai selutut. Tanaman tersebut ditanam di sebuh pot kecil. Suatu hari, karena bu Suwir membutuhkan sebongkah tanah, maka diambilnyalah sedikit dari dalam pot tersebut.

            Tanpa sengaja dan tanpa diketahui olehnya, ternyata bu Suwir memotong akarnya juga. Bisa kita bayangkan, beberapa hari kemudian, ketika bu Suwir hendak menyiraminya, dilihatnya tanaman tersebut sudah layu dan kering.

            Kisah dari kedua tanaman tersebut diatas dapat memberi sebuah pelajaran buat kita. Seringkali yang tampak dari luar itu yang dikagumi oleh orang, seperti setiap tanaman yang pernah kita lihat, kita bisa mengagumi batangnya, daunnya, bunganya, dan buahnya, tetapi apakah pernah terpikirkan oleh kita untuk mengagumi akarnya? Padahal sebenarnya dari akar itulah kita bisa melihat keindahan sebuah tanaman.

            Jika kita melihat seorang artis, worship leader, pemain musik, singer, pembicara, pemain drama, dancer, dan lain-lain yang ada didalam gereja, oleh karena semua keahlian, talenta, sampai pada urapan yang mereka miliki, maka kita dapat mengaguminya dengan sangat. Sponsor mungkin masih bisa diinformasikan. Dan jika ada orang-orang yang ‘terkemuka’ terlibat, walau pun mereka dibelakang layar, maka diusahakan bagaimana caranya agar keberadaan orang tersebut dapat diinformasikan kepada khalayak umum. Tetapi realitanya yang terjadi adalah kita seringkali melupakan “orang-orang kecil atau yang tidak terkenal” yang berada dibelakang layar, padahal kesetiaan mereka cukup teruji.

            Seringkali kita melupakan para pendoa yang sudah berdoa baik di rumah mereka masing-masing mau pun datang untuk berdoa bersama-sama. Acara demi acara dapat diselenggarakan dengan sangat baik itu semua sebenarnya juga oleh karena doa-doa yang mereka naikkan. Tetapi apakah pernah kita mengingat dan menghargai keberadaan mereka?

            Seringkali juga kita melupakan teman-teman yang melayani dibagian sound system, lighting, dan multimedia. Jika ada suatu kesalahan atau terjadi error, maka mereka-mereka yang kena marah, tetapi ketika acara itu berhasil, apakah pernah kita berterima kasih kepada mereka semua?

            Mereka-mereka yang mempunyai hati untuk bekerja di belakang layar sebenarnya sama sekali tidak memerlukan penghargaan yang sedemikian rupa, tetapi sebagai seorang yang mengaku bahwa kita adalah anak-anak Tuhan, maka ada baiknya jika kita sama-sama belajar untuk lebih menghargai keberadaan seseorang, apa pun peran mereka.

            Tuhan menciptakan berbagai peran dari setiap orang mulai dari peran yang terlihat hebat mau pun peran yang terlihat sangat kecil hampir tak berarti, sebagai orang kaya, mau pun orang miskin, sebagai orang bodoh mau pun orang yang pintar, semua ada maksudNYA dan manusia sama sekali tidak punya hak untuk membeda-bedakan.

            Tuhan menciptakan semua orang disekitar kita yang juga termasuk didalamnya, minimal untuk melengkapi kelemahan yang ada dalam diri kita. Alangkah baiknya jika kita saling menghargai satu dengan yang lain. Menyapa mereka semua, berjabat tangan, dan tersenyum dengan semua orang tanpa pandang peran apa yang mereka miliki, bukanlah suatu hal yang sulit.

            Diatas panggung seseorang dapat terlihat sangat hebat, tetapi apakah Tuhan dapat memandang kehebatan mereka jika sikap hati mereka begitu merendahkan orang-orang yang tidak sehebat mereka?

            Sama seperti tanaman-tanaman yang pernah kita lihat, mungkin akar-akarnya begitu kotor dan menjijikkan karena berada didalam tanah, yang mungkin didalamnya juga terdapat banyak cacing juga. Tetapi ketika akar-akar tersebut dicabut, maka keindahan tanaman yang kita lihat itu pun akan musnah.

            Demikian juga, perlu diingat bahwa kehebatan orang yang terlihat itu pasti ada peran serta orang-orang kecil yang tak terlihat, baik dari doa-doa yang naik ke hadapan Tuhan, atau dari bantuan-bantuan yang sederhana yang mungkin tampak tak cukup berarti lainnya.

            Hiduplah saling menghargai sebagaimana Tuhan menghargai kehidupan kita juga J

Iklan

One thought on “Tuhan Menghargai Setiap Peran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s