EAGLE EYE


            Sebuah film lama yang “tak sengaja” saya tonton kembali, berjudul Eagle Eye membuat saya memiliki ide untuk menulis sebuah artikel. Didalam film ini saya melihat teknologi yang diciptakan manusia untuk memudahkan hidupnya tetapi justru menjadi musuh yang meneror, ‘mematikan’, dan ‘memanfaatkan’ manusia, yang sebenarnya memiliki ‘kedudukan’ yang jauh lebih tinggi di bandingkan teknologi itu.

            Walau pun pada akhirnya manusia bisa ‘mengakhiri’ atau mengalami kemenangan terhadap teknologi itu, tetapi pada awalnya manusia masih sempat ‘diperbudak’ oleh teknologi tersebut.

            Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan kita jika ada ‘sesuatu’ yang kita buat (ciptakan) agar hidup kita menjadi lebih baik, lebih indah, dan lebih mudah, tetapi ternyata ‘sesuatu’ itu akhirnya mengancam kebahagiaan dan kehidupan kita? Tentu saja hati kita akan merasa sangat sedih dan kecewa.

            Kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk tertinggi, bahkan didalam alkitab yang kita ketahui bersama Tuhan selalu mengatakan bahwa kita serupa dengan gambarNYA, kita juga berharga seperti biji mataNYA. Tuhan menciptakan kita sedemikian rupa sempurnanya, demi memelihara dan menjaga segala sesuatu yang telah diciptakanNYA di bumi ini.

            Tetapi manusia yang diciptakanNYA itu yang paling banyak menimbulkan polusi dan kerusakan alam sehingga berbagai bencana yang timbul sebenarnya salah satu faktor penyebabnya adalah manusia itu sendiri. Tetapi ada begitu banyak manusia yang masih saja ‘menyalahkan’ Tuhan, menganggapNYA telah menghukum manusia.

            Kita sebagai manusia yang diciptakanNYA itu yang paling sering mengecewakan dan menyakiti hatiNYA. Tak jarang kita “mengatur” Tuhan, demi mendapatkan jawaban untuk setiap masalah, keinginan, bahkan menjawab ego kita sendiri. Bahkan ada juga diantara kita mungkin yang masih berani sakit hati dengan Tuhan, menganggapNYA tidak bisa berbuat apa-apa, tidak penuh kasih, dan tidak adil.

            Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan dan pikiran Tuhan melihat sikap kita yang begitu manja, egois, semena-mena, tidak sabaran, dan angkuh?

            Bersyukurlah Tuhan tidak bisa kita atur menurut kemauan dan kehendak hati kita. Bersyukurlah karena Tuhan itu Maha Tahu atas masa depan kita, sehingga DIA menjawab doa kita dan mengarahkan langkah kaki kita sesuai dengan kehendak dan rencanaNYA atas hidup kita. Bersyukurlah karena Tuhan kita itu Maha Kuasa, karena apa pun yang kita kehendaki atas diri kita mau pun kehendak orang lain atas kita tidak akan pernah terjadi jika DIA tidak menghendakiNYA. Dengan segala kekuasaan yang DIA miliki, DIA bisa melakukan apa pun atas kita (“Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan – Amsal 16:1”). Bersyukurlah karena DIA melihat hati, karena ada begitu banyak orang ‘tertipu’ dengan rayuan dan ‘wajah melas’ seseorang, tetapi DIA Tuhan yang tidak mudah tertipu, DIA tahu apa rencana, pikiran, dan hati kita (“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati – Amsal 16:2”). Dan yang paling penting kita juga harus bersyukur bahwa oleh kasih karuniaNYA yang masih ada saat ini, DIA masih adalah Tuhan yang penuh kasih dan penuh maaf, karena DIA sama sekali tidak mempersoalkan kelakukan buruk, kata-kata negatif, dan ketidakpercayaan kita.

Siapa yang memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan – Amsal 16: 20

            Tuhan lah yang Empunya Hidup kita. Tugas kita hanya lah memperhatikan FirmanNYA dan mempercayaiNYA. Jika kita sudah menjadi kecewa, marah, dan sakit hati denganNYA,  maka bagaimana kita bisa mempercayai bahwa DIA itu Tuhan yang Baik, Tuhan yang Hidup, Tuhan yang Penuh Kasih, Tuhan yang dapat membuat mujizat, dan Tuhan yang Maha Adil?

            Kita akan menjadi lawanNYA selama kita tidak bisa mempercayai bahwa semua hal telah diaturNYA untuk mendatangkan kebaikan buat kita (Roma 8:28). Kita akan menjadi sombong jika kita tidak bisa menghormati dan menyadari siapa Pencipta kita, sehingga kita akan berlaku semena-mena terhadap siapa pun yang ada di sekitar kita.

            Mari kita bertobat dan menyadari segala kekurangan, kelemahan, dan kesalahan kita selama ini dihadapan Tuhan! Karena apa pun yang terjadi, seberapa pun kaya nya kita, seberapa pun pandai nya kita, dan seberapa pun kuat nya kita, DIA adalah Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh atas hidup kita. DIA mampu berbuat apa pun atas kita (“jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikanNYA dengan dia – Amsal 16:7”)

            Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s