GapTek (Gagap Teknologi)


            Di sebuah kantor, seorang pimpinan tertinggi, hendak membuat bahan presentasi, dengan menggunakan microsoft office, yaitu aplikasi yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan yang berkaitan dengan komputer, terdiri dari Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint dan Microsoft Access. Namun pada versi terakhir ini juga dilengkapi dengan beberapa aplikasi lainnya seperti Microsfort Outlook dan Microsoft Visio.

            Misalnya saja untuk mengetik biasa dapat menggunakan Microsoft Word, tetapi jika berkaitan dengan hitungan maka bisa menggunakan Microsoft Excel, atau bisa juga digunakan untuk menampilkan materi yang akan disampaikan pada saat pertemuan, yang biasa disebut dengan presentasi, dengan menggunakan Microsoft PowerPoint, dan lain-lain.

            Setiap kali ada sesuatu yang diluar pengetikan biasa, misalnya saja ingin membesarkan tulisan atau mengubah bentuk tulisan, atau mengubah tampilan, atau ingin menggeser posisi tulisan sekali pun, seorang pimpinan ini selalu menanyakan bagaimana caranya kepada sekretarisnya.

            Awalnya sekretarisnya ini menduga hanya atasannya saja yang gaptek, singkatan dari gagap teknologi atau lebih mudahnya: tidak mengerti hal-hal yang berkaitan dengan teknologi masa kini. Sampai suatu hari dia pergi makan siang dengan teman-temannya dari perusahaan yang lain, dan seorang temannya itu mendapat sebuah telepon dari pimpinannya yang menanyakan cara penggunaan Microsoft Word. Dan sekilas saja, setelah itu mereka sempat membicarakan bahwa para pemimpin itu kebanyakan memang gaptek.

            Dari cerita tersebut diatas, dapat kita ketahui bahwa ternyata tidak semua hal itu dapat diketahui oleh seorang pemimpin. Tidak hanya untuk urusan teknologi, tetapi juga ada berbagai kejadian yang hanya diketahui oleh seorang bawahan, hanya saja biasanya seorang bawahan itu hanya bisa menutup mulutnya, dengan alasan klise “sebagai seorang bawahan…tidak memiliki hak untuk bicara”.

            Biasanya jika kita menonton bioskop atau duduk di bagian gereja yang paling atas (balkon), maka dengan mudah kita bisa melihat berbagai hal yang ada di bawah. Secara struktur organisasi, posisi pimpinan tentu saja letaknya pada bagian paling atas, tetapi posisi tersebut hanya sekedar pada tampilan kertas saja, sedangkan realitanya harus kita sadari bahwa seorang pemimpin masih manusia, tidak dapat mengambil alih semua pekerjaan, tidak dapat mengetahui semua kejadian, dan masih dapat berbuat salah.

            Seringkali seorang bawahan itu menuntut dan berharap banyak kepada seorang pemimpin, berharap jika dia bisa mengingat semua kebutuhan dan keinginan kita serta memenuhinya. Padahal seseorang yang berada di posisi paling tinggi itu seperti pohon yang menjulang tinggi, dan lebih mudah terkena terpaan angin yang jauh lebih kencang dibandingkan tanaman-tanaman kecil yang masih dapat berlindung pada gedung-gedung yang tinggi atau pohon-pohon yang tinggi. Jadi seorang yang memiliki posisi diatas itu pasti masalahnya juga tidak sederhana.

            Disisi lain, sebagai seorang pemimpin, alangkah baiknya jika seseorang itu tetap belajar banyak hal. Misalnya saja mengenai penggunaan komputer (Microsoft Office), cara mem-fotocopy, apalagi jika memiliki handphone yang canggih seperti blackberry, alangkah baiknya jika mengerti cara-cara penggunaannya dan tidak malu untuk belajar kepada orang lain.

            Didunia kerja, posisi sales atau marketing itu biasanya paling dihargai. Ada banyak orang yang berkata “jika anda ingin kaya, maka posisi yang paling bagus itu menjadi seorang sales” dan itu tidak salah, karena sebagai seorang sales atau marketing, mereka tidak hanya mendapatkan gaji pokok, tetapi juga mendapatkan komisi. Hal ini disebabkan karena sales atau marketing itu dapat dikatakan sebagai ujung tombak suatu perusahaan.

            Sebuah perusahaan pasti menghasilkan produk, yang harus dijual kepada masyarakat, dan ini adalah tugas seorang sales atau marketing untuk memasarkan dan menjualnya. Oleh karenanya seorang sales atau marketing begitu sangat dihargai. Tetapi kelemahan sales atau marketing terletak pada sisi administrasi. Jadi jika kita meminta mereka untuk membuat laporan, maka hasilnya dapat dipastikan tidak bagus.

            Oleh karena posisi sales atau marketing itu dirasa begitu penting, maka mereka tidak hanya sekedar mendapatkan gaji pokok dan komisi, tetapi jabatan mereka pun dengan mudah dapat meningkat dengan pesat jika mereka seorang sales atau marketing yang berhasil. Jadi ketika mereka menjadi seorang atasan, yang terjadi adalah mereka menjadi seorang yang gaptek. Dan hal itu tidak terlalu dipusingkan karena masih ada orang-orang administrasi yang akan membantu mereka. Namun sayangnya, orang-orang administrasi seringkali dianggap kurang penting, padahal tanpa mereka, perusahaan pun tidak akan berjalan dengan baik tentunya.

            Pastinya semua posisi itu saling berkaitan satu dengan lainnya dan saling membutuhkan, tetapi seseorang itu akan memiliki nilai lebih jika dia dapat mempelajari pekerjaan yang tidak hanya dikerjakannya saja. Bahkan sekali pun seseorang itu sudah menjadi seorang pemimpin, tidak ada salahnya jika dia belajar lebih banyak hal lainnya lagi. Karena sesungguhnya, selama kita hidup dan dengan bertambah pesatnya kecanggihan teknologi, maka ada berbagai hal yang harus dan sebaiknya kita pelajari.

            Ada waktu-waktu dimana kita harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri, dan tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu kita. Tuhan itu selalu ada bersama dengan kita dan bisa membantu kita, serta selalu bisa kita andalkan, tetapi Tuhan juga ingin kita menjadi seorang pribadi yang memiliki pengetahuan (pintar).

            Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s